Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
188. Seseorang Datang Menyapa


__ADS_3

Author POV


Usai mengunjungi rumah masa kecil Alber, dan melakukan aktifitas panas di kamar laki-laki itu. Uta dan Alber melanjutkan honeymoon mereka di sebuah resort terkenal di Bali esok harinya.


Ini adalah salah satu keinginan Uta yang ingin Alber wujudkan. Dirinya ingat, istrinya itu begitu terpana dengan pantai dan pemandangan resort itu, saat melihat sebuah video di media sosial.


Oleh sebab itulah Alber berinisiatif untuk honeymoon di resort itu, agar Uta senang. Namun ia sengaja meminta Baris mengaturnya diam-diam, agar jadi kejutan untuk Uta.


Ia sengaja mengatakan pada Uta, selama di Bali nanti, mereka hanya akan menginap di rumah Alber di Bali. Mereka akan jalan-jalan keliling Bali tapi tak menginap di hotel atau resort manapun.


Uta yang memang simple, tak mempermasalahkan. Gadis itu bahkan sudah senang diajak honeymoon ke Bali. Tak ada sedikitpun negosiasi apalagi protes, membuat Alber jadi tersentuh dan bersyukur. Mudah sekali membahagiakan istrinya ini.


"Aaaaaaaa bagus banget. Sumpah, biutipul bingit Masya Allah." Ucap Uta saat memasuki kamar mereka di resort itu.


Mereka menginap di salah satu resort mewah yang lokasinya di atas tebing menghadap laut. Tak hanya interior dan fasilitas yang mewah dalam resort tersebut. Pemandangan luar resort itu juga tak kalah indah, penuh kehijauan dan ada pantai di ujung sana.


"Sayangggg, terima kasih udah bawa aku kesini. Bagus banget seperti yang aku lihat di video." Ucap Uta seusai matanya puas melihat pemandangan dari balkon kamar mereka. Ia memeluk suaminya yang sudah berbaik hati mewujudkan apa yang ia inginkan.


"Seneng?" Tanya Alber pada istri yang ada di pelukannya. Matanya menelisik kedua bola mata indah Uta.


"Banget. Muachhhh ... Muachhhh ... Muachhhh ..." Uta menjawab pertanyaan itu sembari mencium rahang tegas Alber yang mulai di tumbuhi brewok-brewok tipis.


"Apa aku beli aja resort ini?" Ucap Alber pada istrinya. Mendapat perlakuan begitu manis dari Uta, membuat Alber leleh. Ia sampai-sampai terpikir untuk membeli resort yang Uta sukai.


"Wkwkwkwk ... Jangan dong. Kita kan cuman honeymoon aja. Lagian sayang, aku sama kamu kan bakalan sibuknya di Jakarta. Ngapain pake beli-belian segala. Mubazir ah." Jawab Uta menepuk-nepuk pelan dada bidang suaminya. Ia tak habis pikir, Alber mengatakan membeli resort, bagai sesimple ingin membeli permen.


"Kita sekali-kali aja kesini, kalo emang pas ke Bali. Oke??" Tambah Uta yakin.


"Oke bos. Siap laksanakan." Jawab Alber berakting layaknya seorang prajurit. Uta ngakak melihatnya. Bisa-bisanya pimpinan perusahaan raksasa Farabaks Group hormat layaknya anak buah padanya.


..._____________ Z _____________...

__ADS_1


Uta yang sudah tak sabar turun ke pantai, mengajak suaminya untuk lekas bangun. Pasutri itu tidur siang dengan pulasnya di kamar nyaman mereka.


Alber berjanji akan mengajak Uta ke pantai sore hari. Tapi kini predator buasnya itu masih tidur pulas. Bahkan suara dengkurannya masih jelas terdengar.


"Sayang, bangun ..." Ucap Uta berbisik. Dielusnya pelan lengan kekar yang memeluknya. Berharap suami tampannya itu bangun. Ia benar-benar ingin ke pantai cantik itu sekarang.


"Handsome bangun." Bisiknya lagi. Kali ini hidung mancung Alber yang jadi sasaran.


"Suami aku yang paling ganteng, jenius, baik hati, sabar, royal dan selalu menepati janji, please bangun. Ayok-ayok kita ke pantai." Ucap Uta dengan suara kecil. Dagu Alber sudah ia towal-towel, layaknya sedang mengisengi bocah umur 5 tahun.


"Sayang, kamu ngisengin aku yah." Tanpa Uta duga Alber ternyata sudah bangun, namun berpura-pura tidur. Suaminya itu lantas menggelitiki pinggang Uta.


"Wkwkwkwkwkkwkw ... Sayang ampun ... Wkwkwkwkkwkw ... Sayang geli ... Wkwkwkwkwkkwk." Gadis itu tertawa terbahak-bahak, karena rasa geli menjalar dari pinggangnya. Ia tak bisa melarikan diri dari si pelaku, sebab sedari tadi memang Alber memeluknya.


"Iseng lagi gak?" Ucap Alber mencoel sekali lagi pinggang Uta.


"Enggak ... Wkwkwk ... Ampun-ampun. Duh sampe sakit perut. Fyuuhhhhhhhh" Ucap uta mengibarkan bendera damai pada suaminya. Rahangnya sudah capek tertawa. Ditariknya sekali lagi nafas panjang, untuk menetralisir rasa geli. Dilihatnya suaminya itu lekat-lekat.


"Emang pengen banget?" Tanya Alber menguji istrinya.


"Baaannngggeeeettttttttttttttttt." Jawab Uta super panjang, menggambarkan dirinya seingin itu. Alber menahan tawanya.


"Ya udah, ayok siap-siap." Jawab Alber akhirnya. Dilepasnya lengan kekar dari tubuh Uta, agar istrinya itu bisa pergi siap-siap.


"Yeeeeyyyyyy. Yes yes yes." Uta bangkit dari tempat tidur. Gadis itu bernyanyi riang mengambil pakaian ganti di koper lalu berjalan ke kamar mandi. Alber sampai tertawa karena istrinya begitu menggemaskan.


20 menit kemudian, mereka sudah berada di lift khusus untuk turun dari resort ke pantai. Uta begitu cantik memakai dress beach wear bewarna biru cerah, yang memang cocok dipakai ke pantai. Dress longgar dibawah lutut dengan kain yang ringan tertiup angin pantai, di padu padankan dengan sebuah topi pantai polos warna cream. Terakhir sendal polos senada dengan topi. Tak ada kesan terbuka dalam tampilannya, karena Uta sendiri tak nyaman tubuhnya dilihat selain oleh suaminya.


Alber juga memakai kemeja pendek khas untuk kepantai, bermotif abstrak warna biru tua. Ia memakai celana santai selutut dan sendal bewarna coklat. Terakhir, Alber memakai kacamata hitam. Mereka tampil begitu senada dan seirama. Serasi.


Sesampainya di pantai, tak sedikit mata tertuju ke pasangan serasi itu. Mungkin karena mereka tampak manis sehingga enak untuk dilihat.

__ADS_1


Pasangan itu hari ini memilih tak bermain air, mereka hanya ingin menikmati pantai dan sunset. Dan Baris sudah pasti mengurus ini itu, agar bosnya tinggal menikmati saja.


Uta dan Alber kini duduk di bean bag chair, alias kursi pantai busa-busa. Mereka menikmati debur ombak ditemani beberapa cemilan dan es kelapa muda, langsung dari buah kelapanya.


Angin sepoi-sepoi silih berganti menyapa pasangan yang semangat menantikan indahnya sunset pulau dewata.


Hingga seseorang yang duduk tak jauh dari mereka datang menyapa.


"Alber? Lo disini Ber?" Ucap seorang laki-laki mengenali suami dari Uta. Alber yang sedari tadi duduk santai langsung bereaksi.


"Bang Panji?"


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cheese Palm Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.






Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode diatas.


Novel+Cookies \= Experience Yang Luar Biasa


❤ ZEROIND

__ADS_1


__ADS_2