Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
102. Jangan Gugup


__ADS_3

Author POV


"Ada masalah Ta? Kalian berantem?" Tanya Syiba spontan.


"Tumben-tumbenan tuh anak bangun kesiangan terus langsung nge-gym. Lebih aneh lagi, dia lewat ruang makan terus gak ngisengin kamu. Biasanya ada aja ulahnya gangguin kamu. Ya, paling enggak, nyapa lah. Kalian berantem?" Ucap Syiba terheran heran dengan tingkah Alber hari ini, sampai-sampai ia menerka-nerka secara asal.


"Enggak Kak. Kak Syiba tuh ada-ada aja. Masa gara-gara gak negur atau gak usil, langsung mikir kita berantem. Bisa aja kan Alber lagi buru-buru dipanggil Annem atau Babam, jadi gak sempat negur apalagi usil." Bantah Uta, karena memang ia tak merasa bertengkar dengan Alber. Memang kalau dipikir-pikir sedari kemarin Alber memang sedikit dingin, tapi bukan berarti karena mereka bertengkar.


"Iya juga ya. Ah atau jangan-jangan dia pengen buru-buru ketemu Ayleen. Itu kan cewek taksirannya dari dulu, tapi sampe sekarang belum dapet-dapet. Wkwkwkwk." Ucap Syiba, seketika berubah haluan dalam perkara menerka-nerka. Uta yang mendengar itu, mencoba mencerna perkataan Syiba barusan.


"Cocok sih Kak, mbak Ayleen nya cantik banget. Siapa laki-laki gak naksir kalau cantik begitu." Ucap Uta mengakui kecantikan paripurna Ayleen.


"Buat Kak Syiba tuh semua cewek cantik. Penentunya tinggal hati, nyaman atau enggak. Urusan fisik mah, balik ke selera. Permasalahannya, selera itu ada kemungkinan berubah, menyesuaikan kondisi dan situasi. Seringkan orang tipenya mau yang begini begitu, eh malah jadiannya 180 derajat beda sama tipe yang dimau. Terus pas ditanya, kok bisa? yah abisnya udah nyaman, hati kan gak bisa kita atur. Jadi tampang sama fisik gak selalu jaminan Ta." Tutur Syiba memberikan opininya. Benar-benar tak bisa ditebak wanita yang satu ini. Opininya kali ini berbeda lagi dengan ucapan yang sebelumnya.


"Iya tapi kan gak bisa dipungkiri, itu faktor yang berpengaruh besar. Chancenya kan jadi lebih besar, kalo punya wajah sama fisik terdepan." Ujar Uta tetap konsisten dengan pendapatnya.


"Wkkwkwkwkwkw. Emangnya motor, semakin didepan. Ah pokoknya, takdir tuh gak ada yang tau." Syiba malah menanggapi bercanda ucapan Uta, karena terdengar seperti sebuah iklan sepeda motor. Obrolan mereka terhenti, saat Alber memasuki ruang makan.


"Cieh ... cieh ... Yang hatinya lagi berbunga bunga, Ayleen dateng." Goda Syiba pada adik laki-lakinya itu.


"Abla!!" Alber menyelak perkataan Syiba, membuat 2 gadis di meja makan agak sedikit kaget. Mata Alber sempat bertemu dengan mata Uta, namun keduanya buru-buru menoleh ke arah lain.


"Apa?? Rejeki nomplok tuh, pake disuruh Babam lagi temenin Ayleen hari ini. Kan jadi bisa beduaan Ber." Masih tak menyerah, Syiba kembali menggoda adiknya. Entah kenapa melihat Alber kesal, menjadi keseruan sendiri bagi Syiba.

__ADS_1


"Abla apaan sih.!!! Pagi-pagi bikin kesel." Alber terlihat benar-benar kesal. Raut wajah yang biasa ramah, hari ini nampak ditekuk. Uta memilih diam menunduk, ia tak ingin ikut-ikutan candaan ekstrem kakak beradik di hadapannya.


"Wkwkwkkwk, kesel karena kamu terlalu gugup ya??" Ujar Syiba makin menjadi-jadi.


"Ngaco!! Gak bener sama sekali tau gak!!" Bantah Alber serius tak main-main. Anehnya, mimik Alber kelihatan seperti gugup.


"Ya udah buruan sana siap-siap, entar Babam marah kalo di tunda-tunda. Yang ganteng pokoknya, biar Ayleen klepek-klepek." Ujar Syiba, benar-benar tak mendengar protes Alber. Uta baru tahu, Syiba jarang usil tapi sekalinya usil, langsung max to the moon. Bahkan sekelas Alber yang sabar aja, bisa terpancing emosi.


"Gak lucu, tau gak!!" Sangking kesalnya Alber bahkan sampe minum air, untuk meredakan emosinya.


"Wkwkwkwkkwkwk." Syiba tertawa ngakak, bahkan ia memegang perutnya, karena merasa Alber terlalu kocak saat ini.


"Tuta ..." Suara bocil sejenak memecah pertikaian yang sedang berlangsung.


"Ya sayang?" Jawab Uta pada Putri, yang dengan langkah gemasnya berjalan menghampiri Uta.


Film milik Disney ini bercerita tentang Rapunzel, seorang gadis dengan rambut super panjang, yang selama 18 tahun ditawan di sebuah menara, di bawah tekanan Mother Gothel, orang yang menculiknya. Rambut panjang Rapunzel memiliki kekuatan magis bagi Mother Gothel, untuk membuatnya tetap cantik dan awet muda.


Rapunzel diceritakan bertemu dengan Flynn Rider, pemuda tampan yang paling dicari oleh kerajaan, karena melakukan pencurian. Flynn bersembunyi di menara, tempat Rapunzel ditawan. Flynn berakhir membantu Rapunzel kabur dari menara itu.


"Mau Tuta setelin sekarang?" Tanya Uta sambil menunjuk DVD itu.


"Ehm .." Gumam Putri sambil mengangguk, agar Uta membantunya menyetel kartun pilihannya.

__ADS_1


"Ya udah, yok Tuta setelin." Ucap Uta bangkit berdiri dari meja makan. Saat hendak melewati Alber, ia sempat menepuk lengan Alber sesaat.


"Alber semangat, jangan gugup." Ucapnya menyemangati Alber


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.






Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.


...Novel + Cookies \=...


...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...

__ADS_1



ZEROIND


__ADS_2