Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
182. Siaga 1


__ADS_3

Author POV


Resepsi berjalan luar biasa ramai. Undangan yang hadir diperkirakan lebih dari seribu orang. Alber dan Uta dengan ramah menyalami satu per satu tamu yang antri bersalaman ke bangku pelaminan.


Tak sedikit teman-temannya mempersembahkan lagu untuk menghibur tamu yang datang. Seto salah satunya. Laki-laki pede itu, dengan gagahnya bermain piano dan melantunkan lagu untuk pengantin yang berbahagia.


Banyak dari mereka yang Uta tak kenal dikarenakan beberapa alasan, seperti kolega lama Babam, teman-teman Annem, Teman lama Mamah Celine yang diluar kota, teman-teman Syiba dan Tibar, dan masih banyak lagi.


Sampailah seseorang yang sudah lama datang membuat Uta terharu.


"Bu Nani, mbak Mela, mbak Ana, mbak Hesty? Aaaaaaaa kangen banget." Uta melihat empat orang yang sangat familiar antri untuk bersalaman dengannya. Empat orang pejuang nafkah yang selalu menemani perjuangan Mamahnya dulu, datang ke resepsinya.


"Selamat ya mbak Uta. Ibu kesini bareng sama personil lengkap mbak." Ucap bu Nani, yang berdiri paling awal. Uta mengangguk lalu cipika cipiki dengan beliau.


"Mbak Mela sampe pangling, mbak Uta cantik banget." Puji Mela melihat cantiknya Uta hari ini. Uta tersipu malu lalu memeluk kangen Mela.


"Seneng banget aku, lihat mbak Uta nikah." Ucap Ana terharu. Uta memegang tangan mbak Ana, agar beliau jangan menangis.


"So sweet banget mbak, leleh aku." Ucap Hesty sumringah. Uta tersenyum memeluk Hesty.


"Terima kasih. Oh ya, Bu nani, mbak Mela, mbak Ana, mbak Hesty apa kabar?" Tanya Uta setelah lama tak bertemu.


"Baik mbak. Kami semua kangen banget sama mbak Uta." Ucap mbak Mela mewakili. Mereka lalu berfoto bersama pengantin untuk mengabadikan momen ini.


"Sekali lagi, selamat ya mbak, semoga samawa sama mas Alber." Ucap bu Nani. Uta tersentuh mendengarnya.


"Amin, terima kasih semuanya. Terima kasih sudah datang dan mendoakan. Semoga Bu nani, mbak Mela, mbak Ana, mbak Hesty sehat selalu." Ucap Uta saat mereka hendak berlalu karena panjangnya antrian.


"Kami turun deluan ya mbak. Pokoknya samawa, jodoh dunia akhirat." Kata mbak Hesty sebelum keempat wanita itu berlalu pergi.


Tak lama Putri juga menghampiri Tuta Yabernya. Anak itu begitu cantik dengan kebaya dan sanggul imut-imut, terpasang di belakang kepala. Anak itu sedari pagi hanya berkawan dengan Tama, karena tak punya teman sebaya. Saat ini datang ke bangku pelaminan, karena Tama tak ada.


"Tuta." Panggil Putri memegang gaun Uta.

__ADS_1


"Ya sayang?" Jawab Uta melihat anak itu sambil tersenyum.


"Tuta you looked like a princess tonight. So beautiful you know." Ucap Putri pada Tutanya.


"Really? I think you are, you know. You're so beautiful." Puji balik Uta pada anak gemasnya.


"Tuta, Putri mau foto-foto sama Tuta Yaber. Boleh?" Tanya Putri meminta izin ingin difoto.


"Of course. Yok ayok." Jawab Uta tersenyum. Alber merangkul pinggang Uta, sementara Uta memegang bahu Putri yang berdiri di depannya. Mereka lalu berfoto bertiga. Hampir sepuluh jepretan barulah Putri puas.


Setelah berjam-jam menyalami tamu di kursi pelaminan, Uta Alber lalu turun dan berjalan ke meja tamu untuk menyapa dan ngobrol langsung.


Alber memperkenalkan Uta pada rekan bisnisnya yang hadir. Rasa penasaran mereka selama ini, tentang siapa pemilik hati CEO Farabaks Group akhirnya terjawab.


Alber dan Uta lalu pamit, menuju meja teman-temannya berada.


"Kalian berdua harus sampai maut yang memisahkan ya." Ucap Edgar melihat Alber dan Uta.


"Edgarrrr makasih." Ucap Uta pada Edgar.


"Sayangku, cintaku, love you ku. Gue bahagia banget kisah kalian berakhir indah. Pokoknya bahagia selalu." Reta yang duduk, memeluk pinggang Uta yang berdiri.


"lope sekebon pokoknya." Ucap Uta tersenyum dengan tingkah Reta yang memeluk pinggangnya.


"Thank you Re." Ucap Alber. Reta termasuk orang yang berjasa sampai pernikahan ini terlaksana.


"Selamat bro, Ta." Ucap Sandi yang juga hadir.


"Thanks san." Jawab Alber. Sementara Uta tersenyum pada temannya itu.


"Selamat ya neng Uta, my brother Alber. Gimana penampilan Aa Seto barusan? Bagus kan? Pasti kalian terpesona." Siapa lagi kalau bukan Seto.


1 ... 2 ... 3 ... *Uta

__ADS_1


"Heh ulat keket, pas lo tampil tadi, 60 orang jadinya pulang tau gak. Mual mereka tuh denger lo perform." Sambar Reta. Uta mati-matian menahan tawanya.


"Selera mereka aja yang gak bagus Re. Gak ada seni dalam darah mereka." Ucap Seto tetap pede penampilannya memukau.


"Ber lo ada proyek apaan lagi? Bisa gak lo iket dia di pondasi, terus lo semen hidup-hidup. Pusing gue Ber." Ucap Reta yang membuat gelak tawa satu meja. Uta tak bisa lagi menahan tawanya, sementara Alber dan Edgar geleng-geleng kepala.


"Hemhh sok-sok an mau nimbun di pondasi. Entar nangis lagi kehilangan Aa nya." Ucap Seto menggoda Reta.


Gawat pemirsah ... Siaga 1. *Uta


"Iyyuhhh...! Awas lo ya deket-deket gue. Jangan sampe gue sumpit leher lo pake tulang ayam." Ucap Reta memberikan ultimatum.


"Wkwkwkwkwk." Semua kembali ngakak.


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cheese Palm Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.






Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode diatas.


...Novel+Cookies \= ...


...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...

__ADS_1


❤ ZEROIND


__ADS_2