![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Uta yang yakin Putri tak ada di ruang makan, memilih untuk ke kamar kecil yang berada di dekat dapur. Tiba-tiba ia ingin mencuci muka sebentar, agar lebih segar. Sekitar lima menit kemudian, dirinya keluar dari toilet dengan wajah yang lebih segar.
"Tutaaaaaaaa ..." Teriak Putri memanggil Uta dari jauh.
"Sayang?" Bocah chubby itu masih dengan piyama doraemonnya, berada dalam gendongan Alber, rival Tom and Jerry nya. Sepertinya anak ini rewel karena baru bangun tidur dan Alber mau tak mau menggendongnya.
"Nih anak bangun-bangun, nanyain kamu terus Ta. Untung aja Bibi bilang, kamu udah datang lewat pintu belakang. Pantes aja aku gak tau, kamu udah dirumah." Jelas Alber menjabarkan kronologi rewelnya Putri.
"Baru bangun? Tumben Tuta dateng, Putri tadi belum bangun." Ujar Uta, mengambil Putri dari gendongan Alber, berpindah ke gendongannya.
"Putli juga gak tau. Pas Putli bangun, telnyata sudah telat." Jawab Putri polos dengan muka bantalnya. Terlalu lucu buat Uta. Alber pun heran dengan sepupunya itu.
"Bisa gitu ya? Hemh .." Ujar Uta menanggapi kata-kata Putri. Alber yang gemas, menggelitiki pinggang bocah itu.
"Wkwkkwk ... Yabel!! Yabel no!!" Ucapnya, disela-sela tawa ngakaknya. Bukannya berhenti, Alber malah makin menggelitiki Putri.
"Wkwkwkw, Yabel no .. no." Ujar Putri kegelian.
"Berdua stop!!" Ucap Uta menengahi pergelitikan mereka berdua.
"Yok sekarang Putri mandi dulu. Biar seger, gak bau iler." Lanjutnya lagi. Putri mengangguk setuju dengan instruksi Tutanya itu.
"Yabel bye bye. Putli mandi dulu." Ucap Putri yang memang terbiasa mandi pagi, agar segar di pagi hari.
__ADS_1
"Yok .. yok .. yok .. Let's go." Uta lalu membawa bocah itu ke kamarnya, meninggalkan Alber sendiri dibelakang.
_____________ Z _____________
Author POV
Putri yang sudah segar dan cantik, sudah selesai sarapan dengan disuapin Tutanya. Saat ini Putri, Alber dan Uta, sedang duduk menikmati film kartun. Kali ini Frozen lah yang menjadi pilihan Putri. Gadis kecil itu duduk diantara Alber dan Uta. Ia sedang asik mengunyah mangga yang Uta suapkan. Ya, sama seperti dirumah Uta, di rumah ini juga punya kebiasaan makan buah, sebelum atau sesudah makan.
"Tuta, you know what?" Tiba tiba Putri bersuara.
"Youl chalactel is vely similal to Plincess Anna." [Your character is very similar to Plincess Anna ; Karakter Tuta mirip banget dengan Putri Anna.] Ujarnya menjelaskan hasil observasinya, membuat Uta mengerutkan kedua alisnya.
"But, I'm not a Princess. Why do you think like that?" [Tapi, Tuta bukan seorang Putri. Kenapa kamu berpikir seperti itu?] Tanya Uta yang memang bingung, apa maksud kalimat dari Putri.
"Because, you have pelsonality like Plincess Anna." [Because, you have personality like Princess Anna : Karena kamu punya kepribadian seperti Putri Anna.] Jawabnya singkat, tapi menjawab jelas pertanyaan Uta. Mendengar jawaban bocah kecil itu, membuat Uta terdiam sesaat. Mencoba menelaah, apakah bocah kecil di depannya bercanda atau tidak.
"Tuta itu sabal olangnya. Tuta seling bujukin Putli, milip Plincess Anna sabal bujukin Plincess Elsa." Jawabnya dengan suara polos khas anak-anak.
"Ha .. ha .. ha .." Uta yang mendengar itu tak bisa menepiskan tawanya. Rupanya itu yang membuat Putri berpikir Uta mirip dengan Princess Anna.
"Tuta .. Tapi Tuta sama Plincess Anna, punya satu pelbedaan." Lanjutnya lagi ketika tawa Uta mulai mereda.
"Apa itu?" Tentu saja Uta bertanya lagi.
"Tuta gak punya pangelan." Jawabnya simple tapi begitu telak.
__ADS_1
"Ha .. ha . ha .. Duh Tuta berarti mesti cari pangeran nih. Bukan begitu kawan?" Ucap Uta, benar-benar ketawa karena perkataan Putri barusan. Anak seukuran Putri saja tahu, bahwa dirinya saat ini sedang tak punya pasangan.
Padahal seingat Uta, ia tidak pernah menceritakan perihal pasangan kepada Putri. Bagaimana bisa bocah kecil itu tahu? Hal itu membuat Uta jadi berpikir, jangan-jangan aura kejombloan ini begitu terpancar.
"Yap!! Tuta mesti cali pangelan." Jawabnya dengan anggukan yakin, membuat pipi chubby nya geyal geyol lucu.
"Coba menurut Putri, kira kira Tuta mesti cari pangeran yang seperti apa?" Ucap Uta yang merasa seru mengikuti alur pemikiran Putri.
"Tuta halus cali pangelan yang lambutnya, jangan walna kuning." Jawabnya lempeng, selempeng lempengnya. Ini semua terpengaruh dari kartun yang sedang ia tonton.
"Oh oke, trus?" Jawaban di luar ekspektasi Uta, membuatnya tersadar bahwa, dia sedang mengobrol dengan anak-anak yang belum tahu kerasnya dunia. Memilih pangeran hanya berdasarkan warna rambut.
"Pangelan yang tinggi, baik hati, yang sabal, pangelan yang gak jahat. Pokoknya pangelan yang stlong." Jawabnya lagi, kali ini tak seaneh jawaban yang sebelumnya.
"Oke." Jawab Uta, tentu saja mengiyakan perkataan yang kedua Putri.. Siapa yang tidak ingin mendapatkan pasangan seperti itu.
"Tuta, tapi ada satu lagi yang paling penting." Ucapnya lagi dengan wajah super serius.
"Apa itu?" Tanya Uta menunjukkan mimik, super fokus terpaku dengan keseriusan Putri.
"Tuta harus cari pangelan, yang cowok." Jawabnya super out of the box. Benar benar GUBRAK. Uta sampe tepelongo beberapa detik. Berbeda dengan Alber yang sudah ngakak terpingkal-pingkal.
Bersambung ............
_____________ Z _____________
__ADS_1
❤
ZEROIND