![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Si hitam melaju menyusuri aspal ibukota menuju Taman Margasatwa Ragunan, atau yang lebih dikenal dengan Kebun Binatang Ragunan. Kebun binatang ini berlokasi di daerah Ragunan, pasar Minggu Jaksel, alias Jakarta Selatan.
Si hitam yang memang hanya punya fitur dua kursi penumpang, membuat Putri akhirnya duduk dipangku Uta. Sementara Alber fokus mengemudikan setir, Uta sibuk menjawab pertanyaan Putri yang secara random terlontar, saat melihat sekeliling jalan.
Hingga tibalah mereka di tempat tujuan. Setelah Alber memarkirkan si hitam, mereka pun turun dari mobil. Tampak beberapa keluarga yang juga pengunjung Ragunan Zoo, turun juga dari mobil. Tak sedikit dari mereka memakai outfit senada, persis seperti yang Alber, Uta dan Putri lakukan saat ini.
Keinginan memakai outfit kembar seperti yang Putri mau, akhirnya terlaksana. Mereka bertiga memakai outfit senada, dengan pakaian casual yang kental akan corak denim. Sepatu kets simple berwarna putih polos. Lengkap dengan topi berwarna putih juga.
Tanpa sadar beberapa pasang mata, menoleh ke arah mereka bertiga. Tak sedikit dari pengunjung lain mengira, Uta dan Alber adalah pasangan yang menikah muda. Lebih tepatnya, Mamah muda dan Papah muda beranak satu, yang ingin piknik keluarga di kebun binatang Ragunan.
Uta yang menangkap pandangan orang-orang ke arah mereka bertiga, tentu saja membuat ia otomatis sedikit kurang nyaman. Dibenahinya topi putih yang terpasang di kepalanya, agar terpasang dengan baik, menutupi sebagian wajah chubbynya.
Berbanding terbalik dengan Alber, yang tampaknya menikmati kesalah pahaman pengunjung lain itu. Dirinya bahkan mengamini kesalahpahaman itu dalam hati. Kenapa tidak dari dulu saja, ia mengajak Putri dan Uta ke kebun binatang, pikirnya. Setidaknya ia bisa kencan terselubung dengan gadis dasi, sambil cosplay jadi Mamah muda dan Papah muda.
Mereka pun berjalan menuju loket pembelian tiket masuk. Untungnya memasuki kebun binatang Ragunan, tidak perlu lagi untuk memesan tiket secara online. Offline pun sudah bisa.
Untuk memasuki area wisata itu, Alber cukup merogoh kocek 11 ribu rupiah. Hal itu diperoleh berdasarkan, tarif tiket untuk orang dewasa dikenakan 4 ribu rupiah, sementara untuk anak-anak hanya 3 ribu rupiah. Benar-benar friendly dengan kantong sejuta umat.
__ADS_1
Mereka bertiga lalu berjalan masuk ke dalam. Suasana di kebun binatang Ragunan benar-benar teduh dan rindang. Banyak pohon-pohon hijau yang tumbuh tinggi, menaungi area di sepanjang kebun binatang, membuat pengunjung merasa teduh dari matahari. Kebun binatang juga terpantau bersih dan asri. Hal tersebut dikarenakan, pengunjung tidak boleh membawa makanan dan minuman kedalam, kecuali disimpan dalam tumbler.
Hal itu mengantisipasi, agar tak banyak sampah bungkus makanan yang berceceran mengotori area Ragunan zoo. Satu upaya cerdas yang di ambil pihak kebun binatang. Ditambah lagi terdapat banyak tong sampah yang memang sengaja di taruh di banyak area, agar pengunjung membuang sampah pada tempatnya.
Udara di sekitar kebun binatang juga terasa lebih segar. Terlebih lagi mereka datang di saat hari belum siang. Lengkap lah sudah. Putri yang sudah tak sabar melihat berbagai satwa, menarik tangan Uta dan Alber.
"Tuta Yabel ayok ayok ayok." Ucapnya imut, membuat Uta dan Alber tertawa.
Mereka berjalan memasuki area satwa berbagai macam burung. Putri benar-benar sangat antusias. Ia bahkan takjub dengan berbagai macam jenis burung yang ada di Ragunan zoo.
Mulai dari burung bayan, burung cendrawasih, burung pelikan, burung flamingo, burung elang, burung nuri merah punggung kuning, burung kasuari, burung beo, burung kakaktua raja, burung kakaktua jambul kuning, burung unta, dan masih banyak lagi.
Burung merak jantan berukuran lebih besar dari burung merak betina. Burung merak jantan memiliki penutup ekor yang sangat panjang, berwarna hijau metalik. Di atas kepalanya, terdapat jambul tegak biru membentuk kipas.
Berbeda dengan burung merak betina yang bulu-bulunya tidak mengilap, berwarna cokelat kehijauan dengan garis-garis hitam, tanpa dihiasi bulu penutup ekor.
Uniknya, burung merak jantan adalah spesies poligami, alias mempunyai pasangan lebih dari satu. Pada musim berbiak, burung merak jantan memamerkan bulu ekornya di depan burung merak betina. Bulu-bulu penutup ekor dibuka membentuk kipas, dengan bintik berbentuk mata berwarna biru.
Dan keindahan ekor merak itulah, yang membuat Putri takjub. Bocah kecil itu bahkan minta di fotokan oleh Alber. Ia berdiri di depan kandang merak yang sedang melebarkan ekor indahnya, alias merak jantan yang sedang show off. Melihat itu, Uta dan Alber tertawa bersamaan. Mereka berdua senang, Putri sudah kembali ke setelan biasa.
__ADS_1
Puas berpose beberapa kali, bocah kecil itu mendekat ke arah Yabernya, untuk mengecek hasil foto Alber. Ia tertawa beberapa kali, melihat hasil posenya tadi. Jadilah mereka bertiga, tertawa bersama-sama kembali.
"Yabel, kenapa kita gak pelihala bulung di lumah? Bulung di sini, so beautiful you know." Ucapnya polos. Bocah kecil itu merasa, andai saja di rumah megah Alber memelihara salah satu burung, seperti di Ragunan zoo ini.
"Untuk apa? Yaber udah punya burung you know." Jawab Alber santai.
"Yabel, Yabel simpan dimana bulungnya? Kenapa Putli gak tau?" Tanya Putri kemudian, karena seingatnya tak pernah ada peliharaan burung di rumah megah Alber.
"Ada, tapi di tempat yang gak kelihatan. Yaber gak bisa tunjukin." Jawab Alber menanggapi. Uta yang yang mendengar percakapan mereka, lantas mencerna informasi yang ia tangkap.
Burung? Punya Alber? Gak bisa ditunjukin? Jangan bilang ... Oh my God ...!! *Uta
"ALBERRR...!!!!" Teriak Uta pada Alber.
Bersambung ..............
_____________ Z _____________
❤
__ADS_1
ZEROIND