![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Usai mengetahui kepastian hamil Uta, saat ini Alber mulai menikmati fase hamil istrinya. Perubahan-perubahan kecil yang Uta alami tanpa sang bumil sendiri sadari, selalu tak luput dari perhatian Alber.
Banyak hal yang berubah dari kebiasaan gadis chubby itu. Uta yang tadinya takut akan segala hewan, mendadak jadi sangat suka hewan. Kucing peliharaan Syiba menjadi teman barunya. Bahkan Uta sempat request pada Alber untuk membelikannya kucing lucu untuk ia pelihara. Benar-benar diluar nurul.
Belum lagi, Uta yang selama ini punya sisi insecure dalam dirinya, mendadak berubah 180 derajat. Dirinya kini menjelma menjadi wanita dengan tingkat percaya diri setinggi awan.
"Sayang aku udah beauty belum?" Tanya Uta pada suaminya, saat mereka akan ke supermarket dekat rumah yang jaraknya hanya 10 menit.
"Banget." Jawab Alber yang memandangi kecantikan itu lewat pantulan cermin rias Uta.
Alber yang sedari tadi menyender di dinding, menyimak Uta yang asik sendiri dengan make upnya, kini menjawab pertanyaan itu dengan yakin plus bingung.
Yakin, karena ia memang yakin istrinya benar-benar cantik. Tanpa bantuan make up pun, Uta selalu cantik dan sangat menggemaskan untuknya.
Tapi jujur Alber juga merasa bingung, bingung karena selama dirinya mengenal gadis dasinya, Uta tidak pernah menanyakan pertanyaan itu barang satu kali pun. Never.
Yang ada, Uta selalu malu dan merasa insecure, kalau-kalau ada orang yang memujinya, termasuk dipuji suaminya sendiri. Gadis itu selalu merasa dirinya tak cantik seperti yang orang katakan. Itulah yang membuat Alber terkadang suka sedih. Trauma yang membuat istrinya insecure super parah, nampaknya masih butuh banyak waktu untuk dipulihkan.
Tapi kini berbeda. Tanpa Uta sadari, hormon kehamilan membuatnya jadi pribadi yang lebih positif secara kepercayaan diri. Hal yang membuat Alber senang bukan main. Ia berharap itu terus berlangsung walau nanti sudah melahirkan.
"Really..?" Tanya Uta, memastikan raut wajah Alber yang terpantul dari cermin di depannya.
"Parah." Jawab Alber yang memang selalu terpesona dengan istrinya. Uta tersenyum saat tau Alber sungguh-sungguh.
"Kamu pasti senengkan punya istri yang tingkat ke-beauty-annya secantik aku?" Goda Uta dengan berpose seperti model-model majalah. Alber tersenyum saat melihatnya. Dirinya berjalan mendekat ke arah model dadakan itu. Direngkuhnya dari belakang tubuh Uta yang masih duduk di bangku riasnya, lalu mengecup pipi cantik tanpa noda kesukaannya.
"Seneng pake banget. Kamu terlalu cantik buat aku sayang. Selalu dan selalu cantik, always. Best maksimal ini." Ucap Alber saat mata mereka saling bertemu lewat cermin.
"Hey my mister handsome, i know it you know." [Hey pak gantengnya aku, aku tahu itu, you know.] Jawab Uta pede dengan wajah imutnya.
"Wkwkwkwkwkw..." Uta dan Alber saling tertawa puas.
..._____________ Z _____________...
__ADS_1
Usai makan malam, Uta meminta Alber untuk menemaninya mencari sesuatu. Hal yang membuat mereka kini berada di ruang perpustakaan baca Alber. Ruangan baca yang penuh akan ribuan buku dengan berbagai jenis kategori.
"Sayang, mau cari buku yang mana? Novel yang aku punya gak banyak." Tanya Alber yang sudah berdiri di depan rak dengan kategori novel dan komik. Alber melihat-lihat buku yang tersusun rapi di rak-rak besar itu. Dari sekian banyak novel disitu, ada beberapa judul yang sudah selesai ia baca, meski jauh lebih banyak yang belum ia sentuh sama sekali karena tak ada waktu.
"Bentar, kemarin perasaan bukunya ada disini, kok sekarang gak ada sih?" Jawab Uta yang berdiri di rak lain. Dari suaranya, terdengar jelas ia seperti bingung.
"Judulnya apa sayang? Kasih tau biar aku bantu cariin." Tanya Alber berinisiatif membantu istrinya. Dirinya berjalan mendekat ke arah Uta berdiri.
"Judulnya aku gak tau." Jawab Uta menggeleng gemas ke arah Alber, membuat bule dengan brewok seksi itu gemas dan mencubit lembut hidung Uta.
"Terus nyarinya gimana dong? Kan gak tau judulnya." Tanya Alber menggaruk lehernya pertanda dia bingung.
"Apa aku salah rak ya? Sayang ayok temani ke rak yang itu. Aku mau cari sekali lagi." Ajak Uta meraih tangan Alber agar ikut bersamanya. Alber langsung leleh diajak Uta seperti itu. Ia mengikuti kemanapun gadis kesayangannya melangkah.
"Nah ini dia. Akhirnya ketemu. Uyyeaaahhh." Sorak Uta super senang karena menemukan buku yang ia cari, terselip di ujung salah satu rak buku.
"Sayang, aku mau dibacain buku yang ini." Ucap Uta menunjukkan buku yang ia maksud. Melihat buku yang Uta tunjukkan, membuat Alber geleng-geleng luar biasa.
Seusai beberapa hari yang lalu buku berbau tentang Newton. Kali ini Uta ingin dibacakan buku tentang Albert Einstein dan segala penemuannya. Benar-benar tak terprediksi di otak jenius Alber sama sekali.
"Wahhh ... Ibu hamil emang amazing." Ujarnya tak mampu lagi berkata-kata.
Selesai urusan pencarian buku, mereka langsung bersiap-siap untuk tidur. Tak lupa Alber membawakan segelas air putih dan vitamin serta tablet tambah darah yang wajib Uta minum setiap hari. Gadis chubby itu langsung meminum tablet wajib untuk masa kehamilannya tanpa banyak alasan. Alber tersenyum melihat istrinya yang sangat-sangat penurut itu.
Mereka lantas berbaring ke tempat tidur dan masuk kedalam hangatnya selimut. Tak lupa buku yang tadi mereka cari, sudah tergeletak didekat Alber.
"Sayang, kalau dipikir-pikir kita berdua aneh juga ya." Ucap Uta menatap Alber yang berbaring disampingnya.
"Maksudnya?"
"Kisah kita berdua. Macam judul-judul FTV you know." Ucap Uta senyam-senyum.
"Judul FTV?" Kedua alis Alber berkerut.
"Ya, jodohku adalah teman sebangku ku." Ucap Uta yang berhasil membuat Alber tersenyum. Ia mulai mengerti judul FTV yang maksud Uta.
__ADS_1
"Teman sebangku ku, ternyata tulang rusukku." Ucap Alber mulai menimpali perkataan Uta. Mereka berdua saling tertawa satu sama lain.
"Teman sebangku ku, ternyata suamiku." Ucap Uta disela-sela tawanya.
"Aku menghamili teman sebangku ku." Dan pecah tawa mereka sengakak-ngakaknya. Terlebih Uta.
"Mantan klienku, ternyata jodohku." Ucap Alber lagi, karena Uta masih sibuk tertawa.
"Kontraktor proyekku adalah Ayah dari anakku." Ucap Uta akhirnya.
"Wwkwkwkwkwkwk ..." Mereka tertawa terbahak-bahak dengan judul-judul FTV buatan mereka.
"Aduh lucu banget. Wkkwkwkkw." Ucap Uta memegang kedua pipinya. Pipi chubbynya sampai sakit, kebanyakan ketawa.
"Emang ya, hidup itu misteri." Ucap Uta menyimpulkan kisah mereka.
"Itulah hidup, gak ketebak. Sekarang waktunya bumil tidur. Sini cepet, peluk sini." Ujar Alber agar Uta masuk ke pelukannya. Dan benar saja, Uta langsung mendekat dan masuk ke tempat favoritnya. Alber mencium kening Uta dan mulai membacakan buku tentang Einstein pilihan Uta, sampai dengan bumil tertidur pulas di dekapannya.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Palm Cheese Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.
Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari kisah sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
__ADS_1
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤ ZEROIND