Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
140. Foto


__ADS_3

Author POV


"Fo ... foto ini, kenapa bisa ...?" Ucap Uta terbata melihat apa yang Seto tunjukkan. Dilayar handphone itu terampang foto Uta dan Alber saat memasuki sebuah hotel, saat mengantar titipan Annem pada sahabatnya kemarin. Orang-orang yang tak tau cerita di balik layar, pasti akan berpikir mereka pergi ke hotel untuk macam-macam.


Tak berhenti sampai disitu. Ada juga beberapa foto saat dirinya dan Alber berada dalam mobil diarea parkir hotel. Saat mereka keluar dan berjalan bersama kedalam hotel itu pun tak luput dari lensa kamera si pemotret.


Entah siapa yang mengikuti mereka guna mengambil gambar-gambar itu, tapi yang jelas orang ini bukan orang sembarangan. Di hampir semua gambar, Uta dan Alber seolah-olah mesra. Bahkan di beberapa sudut pengambilan gambar, Uta seolah terlihat genit pada Alber di foto itu.


Padahal gadis itu ingat, ia dan Alber tak melakukan apa-apa. Kata mesra bahkan tak ada dalam kamus interaksi mereka kemarin. Lantas kenapa bisa ada foto seperti ini beredar? Siapapun yang melihat tentu saja akan salah paham.


Belum selesai keterkejutan atas beredarnya foto-foto dirinya dan Alber. Hati Uta kembali tertohok membaca komentar anak-anak Z1 yang ramai berseliweran disana.


[Gila berita hot terbaru. Si cewek gatel berulah lagi.] *@Axxxx


[Habis Felix terbitlah Alber.] *@Yxxxx


[Badan dah kaya badak tapi pede setinggi langit. #bikinmaluZ1aja.] @Dxxxxx


[Gak habis pikir gue, kok bisa cowok-cowok ganteng pada kecantol sama tuh orang. Fix tuh cewek main dukun.] @Hxxxxx


[Fix, Felix sama Alber kesirep guna-guna dia.] @Exxxxx


[Kasian banget Alber, ayang bebeb gue kena guna-guna.] @Cxxxx


[Ngaca dong mbak!! Gak mampu beli kaca ya? Oh iya gue lupa, dia kismin alias miskin!!] @Uxxxx


[Info anak-anak sih, orang tuanya cuman jualan kecil-kecilan. Gembel lah pokoknya.] @Oxxxx


DEG .....

__ADS_1


Bulir air mata meluncur deras dari bola mata Uta. Hatinya begitu sakit saat orang-orang sesuka hatinya menghina mereka. Mulut-mulut jahat itu bahkan menghina dan merendahkan Mamah Celine tanpa tau perjuangan yang beliau lalui. Kenapa mereka sampai hati menghina Ibunya?


[Oh pantes. Do i gak bisa lihat yang kaya dikit. Langsung gas.] @Pxxxx


[Tapi si Alber ngapain mau-mauan aja ya? Heran gue!!] @Axxxx


[Ngelac*r kali. Diobral makanya bisa. Kucing kalo dikasi ikan ya gak akan nolak bos!] @Kxxxxx


[Jaman sekarang fet*sh aneh-aneh aja. Gentong murahan pun disikat juga.] @Jxxxx


[Kalo si cewek sih gak kaget. Felix aja ditebut dari Devina. Tapi yang gue gak sangka, Alber juga serendah itu.] @Ixxxx


[Busuk.] @Rxxxx


[Jijik gue sama mereka.] @Sxxxx


[Ganteng-ganteng tapi mata picek.] @Dxxxx


[Anak tuh cerminan keluarga. Jangan-jangan keluarga Alber pada tol*l semua.] @Gxxxx


DEG .....


Bertambah hancur hati Uta saat orang-orang juga mengata-ngatai Alber dan keluarganya. Padahal kenyataannya, Alber dan keluarga Alber adalah orang yang sangat baik. Bahkan keluarga Alber selalu memperlakukannya dengan luar biasa baik. Dalam hal ini mereka sama sekali tak tahu apa-apa. Lantas hanya perkara beberapa foto, kenapa orang sampai mencaci keluarga Alber juga?


"Foto itu sekitar setengah jam lalu disebar seseorang yang entah siapa. Yang jelas penyebarnya bukan anak Z1. Sengaja disebar di web Z1, makanya anak-anak pada heboh sekarang. Lo kan tau Ta, si Alber fansnya sejibun. Jadi gak heran kalo satu Z1 heboh." Ucap Seto menjelaskan apa yang terjadi.


"Tapi ini gak seperti yang kalian pikir. Kami bener ke hotel, tapi gak sama sekali seperti yang dituduhkan disini. Kami cuman ngantar titipan Ibunya Alber ke teman beliau yang lagi nginap di hotel itu, dan langsung pulang setelahnya." Ucap Uta berderai air mata. Ditatapnya Seto dan Sandi bergantian.


"Lo tenang dulu ta, minum dulu biar lebih tenang." Ujar Sandi menyerahkan botol air mineral yang sudah ia buka. Uta menghargai hal itu dan meminumnya agar perasaannya lebih tenang.

__ADS_1


"Jangan nangis Ta. Gue percaya apa yang lo bilang. Meski kita baru berinteraksi beberapa bulan belakangan ini, tapi gue yakin lo dan Alber gak mungkin serendah itu. Cuman masalahnya Alber lagi dikirim lomba nih hari. Apa gue hubungin aja ya?" Ujar Seto mengambil alih kembali handphone miliknya.


"Jangan! Jangan ganggu dia Set, kasian kalo fokusnya ke disstrack gara-gara ini. Udah biarin aja, gue juga udah mendingan kok." Ucap Uta menahan Seto yang hendak menelpon Alber. Ia mencegah Seto meski hatinya porak-poranda saat ini.


Mengapa bisa jadi seperti ini? Apa sebenarnya maksud disebarnya foto itu? Siapa dan apa tujuan si penyebar? *Uta


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Palm Cheese Cookies dan Lidah Kucing Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.


Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari kisah sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode dibawah ini.






...Novel + Cookies \=...


...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...



ZEROIND

__ADS_1


__ADS_2