Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
12. Sabotase


__ADS_3

Author POV


Sepulangnya Reta dan Papanya, Uta berjalan keluar gerbang sekolah. Bang ojol yang ia pesan mengatakan beliau sudah di area luar gerbang sekolah. Tampak beberapa siswa siswi yang juga pulang menggunakan jasa ojek online berdiri di kiri kanan gerbang sekolah. Satu persatu dari mereka dijemput oleh driver transportasi online yang mereka pesan. Kalau siswa siswi yang dijemput dengan kendaraan fantastis jangan ditanya, sedari tadi mobil mewah lewat silih berganti.


Uta memperhatikan setiap plat nomor kendaraan abang ojol yang menggunakan jaket bewarna mirip daun hijau cerah. Disamakannya plat nomor yang tertera dalam aplikasi dengan kendaraan yang terparkir di depan gerbang. Ternyata ojol yang dipesan berada agak jauh yang membuatnya mesti berjalan sedikit lagi untuk menjangkaunya.


"Ehm ... maaf, ini pak Beni ya?" Tanya Uta sesopan mungkin pada pria paruh baya yang sebagian rambutnya sudah memutih itu.


"Iya betul, ini mbak Uta? Yang pesen ojek online?" Bapak tersebut ingin memastikan gadis yang mendatanginya benar-benar Uta.


"Iya bener pak." Jawab Uta pada Bapak itu. Beliau menyodorkan sebuah helm kepada Uta yang langsung gadis itu terima untuk nanti dikenakan saat berkendara. Namun belum sempat Uta memasang helm tersebut, sebuah mobil sport berwarna hitam jenis Lamborghini Aventador menepi dan berhenti tepat di hadapannya. Saat kaca mobil itu diturunkan nampak seseorang yang tak Uta sangka berada di balik kemudi setir.


Alber??*Uta


"Ta mau ke mana?? Buruan naik." Ucap Alber pada Uta yang memegang helm di tangannya.


"Naik kemana apanya??? Gue mau pulang Ber." Jawab gadis itu bingung mendengar apa yang Alber katakan. Melihat Uta yang malah memakai helm membuat Alber lantas turun dari mobil.


"Maaf Pak, pesanannya di cancel aja." Alber menyerahkan 3 lembar uang warna merah kepada bapak driver ojol tersebut.


"Waduh mas, kebanyakan ini mas." Kata bapak ojol kaget menerima uang yang totalnya hampir 10 kali lipat lebih banyak dari tarifnya jika mengantar Uta.


"Gak apa apa pak, penumpang bapak saya bawa soalnya." Ucap Alber kemudian membuka helm Uta dan menyerahkan helm itu kepada bapak ojol.


"Eh ... eh ... Alber itu helm a ..." Uta bingung helmnya disabotase Alber. Tapi protesnya berhenti saat melihat sekeliling situ, perhatian orang orang tertuju pada mereka.


"Yok buruan naik. Pulang dulu pak." Ucap Alber membawa Uta ke mobilnya. Tak lupa ia pamit kepada bapak ojol yang penumpangnya sudah ia ambil. Alber membukakan pintu mobil untuk Uta masuk. Uta dengan berat hati mau tak mau masuk ke mobil Alber. Ia tak ingin menjadi pusat perhatian jika semakin lama disitu. Tak disangka Alber bahkan juga menutupkan pintu mobil setelah memastikan Uta duduk manis dibangku mobik. Setelah itu barulah ia segera masuk ke arah bangku kemudi.


Alber melakulan itu, guna mengantisipasi kalau kalau gadis itu tak tau cara kerja pintu mobil sport jenis Lamborghini Aventador yang memang berbeda dari mobil pada umumnya. Mobil jenis Lamborghini mengadopsi gaya membuka pintu vertikal ke atas, dan gerakan buka-tutupnya seperti gunting.


"Pakai safety belt Ta!" Ucap Alber pada Uta. Dirinya sendiri juga langsung memakai safety belt kemudian mobil mulai meluncur.

__ADS_1


"Alber lo kenapa suruh gue ikut sama lo??" Protes Uta namun dibalut dalam bentuk pertanyaan.


"Bukannya tadi malam lo bilang hari ini mau cetak mug." Jawab Alber mengingatkan chat mereka tadi malam.


"Oh my God, kalau cuman cetak mug aku kan bisa sendiri. Gak perlu pakai acara sabotase bapak ojol segala." Oceh Uta ke pelaku sabotase.


"Ya enggak bisa gitu. Itu namanya curang. Kita kan kerja kelompok bareng, jadi nyelesaiinnya mesti bareng juga dong." Jelas Alber ke Uta.


"Iya tapi kan ..." Ucapan gadis itu terpotong oleh pertanyaan tiba tiba Alber.


"Bentar Ta, ini mesti lurus atau belok?" Tanya Alber menginterupsi Uta.


"Lurus aja." Jawab Uta dengan polosnya membuat si pengemudi tersenyum.


"Terus Ta gimana tadi?" Ucap Alber ingin menyambung protes Uta yang tadi.


"Duh gue lupa lagi." Gadis itu benar-benar lupa apa yang ingin dia ucapkan. Sontak saja Alber terkekeh dibuatnya.


"Alber intinya lain kali jangan gitu lagi. Gue malu orang-orang pada ngeliatin ke arah kita. Rasanya gue pengen ngilang ke Bandung tadi tau nggak." Menumpahkan segala keluh kesah dari hatinya.


"Okey okey. Gue gak bisa janji Ta, tapi at least gue coba." Ucap Alber sebijak mungkin. Setidaknya Uta akan lebih tenang. Uta kembali menghela nafas untuk kedua kalinya sambil menatap langit. Alber tersenyum melihat itu.


..._____________ Z _____________...


Lamborghini aventador berhenti di sebuah toko yang tak terlalu besar namun juga tak kerja kecil. Not bad untuk ukuran usaha. Ada plang toko yang sangat kental menandakan ini tempat spesial pecinta Mug.


Keduanya turun dari mobil dan berjalan ke arah toko. Alber masuk deluan kedalam toko. Tampak para pegawai toko yang didominasi perempuan terpesona melihat Alber masuk. Seolah-olah menemukan oasis di tengah padang pasir. Mata mereka berbinar- binar melihat sosok atletis tampan sempurna seperti Alber. Belum lagi kendaraan yang Alber tunggangi begitu mentereng. Mereka berlomba- lomba menampilkan senyum termanis yang mereka miliki.


Tapi sikap para pegawai itu kontras berubah saat Uta masuk. Para pegawai menatap Uta aneh. Mereka seolah bertanya - tanya bagaimana bisa laki-laki tampan seperti Alber jalan dengan gadis yang biasa biasa saja. Apa hebatnya perempuan ini sih, pikir para wanita yang mengagumi Alber.


"Selamat siang Mas, ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu pegawai dengan tatapan memuja pada Alber namun tak sedikitpun ia menghiraukan Uta.

__ADS_1


"Apa di sini bisa cetak mug dengan design sendiri?" Tanya Alber to the point pada pegawai toko itu.


"Bisa Mas, bisa minta file design nya?" Pintanya dengan senyum lebar yang tak berkurang sedikitpun. Alber menoleh ke Uta.


"Ah file ... bentar." Untuk membuka tasnya untuk mengambil USB berisi file design mereka. Diserahkannya USB itu kepada pegawai toko yang bertanya tadi. Tampak sekali si pegawai toko kecewa karena bukan Alber yang menyerahkan USB padanya.


"File nya di simpan di folder apa mas?" Tanya pegawai itu lagi kepada Alber, padahal jelas jelas USB berasal dari Uta. Alber kembali tak menjawab pegawai itu dan menoleh ke Uta.


"Di dalam USB itu file nya cuman ada satu mbak" Jawab Uta lagi kepada pegawai itu. Si pegawai langsung mengutak-atik komputer tanpa merespon penjelasan Uta.


"Sebentar ya mas, kita copy file nya dulu." Kembali si pegawai hanya bicara ramah ke Alber.


Bersambung ............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Palm Cheese Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.


Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari kisah sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya.






...Novel + Cookies \=...


...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...

__ADS_1



ZEROIND


__ADS_2