![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Alber POV
Selesai perkara makan plus mengisi energi. Kami memutuskan hendak melanjutkan petualangan sekali lagi. Si bocil ingin sekali melihat rusa dan jerapah.
Namun sebelum angkat kaki dari kantin ini, aku yang memang melepas topi saat hendak makan tadi, iseng sekali lagi request sesuatu pada gadis dasi.
"Ta, boleh tolong benerin rambut aku. Kayaknya gak rapi." Ucapku menoleh padanya.
Tanpa ada sedikitpun protes, Uta kemudian berdiri mendekat ke sampingku yang masih duduk ini. Kurasakan sentuhan-sentuhan lembut dari jari-jari manisnya, beredar di sekitar area kepalaku.
Dibenahinya dengan sabar rambut yang acak-acakan tertutup topi seharian ini. Untung saja tadi pagi aku memang keramas, jadi meskipun sudah seharian berjalan, aku yakin rambutku masih tetap wangi. Setidaknya gadis dasi tidak akan merasa ilfil alias hilang perasaan padaku.
"Sip udah rapi lagi sekarang." ucapnya kemudian, saat merasa rambut berantakan itu sudah rapi kembali.
"Mau pake topi lagi?" Tanyanya balik padaku.
"Ehm ..." Jawabku singkat sambil menganggukkan kepala. Ia kembali tersenyum simpul sebelum meraih topi dan memasangkannya kembali di kepalaku.
Aku menyadari saat ini aku benar-benar manja kepada Uta. Tapi jujur aku merasa sangat nyaman manja layaknya seorang anak kecil kepadanya. Konon katanya, jika seorang laki-laki menemukan wanita yang benar-benar ia suka, dirinya tanpa sadar perlahan-lahan akan menunjukkan sifat manja layaknya anak kecil. Hal itu bukan tanpa alasan, melainkan disebabkan karena faktor nyaman.
Ya, aku merasakan rasa itu saat bersama Uta. Nyaman. Terlalu nyaman hingga rasanya waktu jangan cepat berjalan. Sejujurnya, aku ingin menyatakan perasaanku secepatnya. Tapi instingku mengatakan, saat ini waktunya belum tepat. Uta belum punya perasaan yang sama terhadapku. Dan aku tak ingin gegabah. Aku tak ingin ia jadi menjauh.
__ADS_1
"Dah rapi. Yok lanjut lagi yok. Tuh ada yang kepengenan lihat rusa sama jerapah." Ucapnya, kali ini melihat ke arah Putri.
Kami pun melanjutkan perjalanan menuju kandang jerapah terlebih dahulu, karena itu yang paling dekat dari kantin ini. Namun baru beberapa langkah berjalan, Putri menyetop langkahnya.
"Sayang kenapa? Capek?" Tanya Uta khawatir dengan bocah kecil kesayangannya.
"Ehm, Putli ingin melihat jelapah. Tapi Tuta, kaki Putli lasanya capek." Jawabnya pada Uta.
"Mau Tuta gendong aja?" Ucap Uta pada Putri sembari merentangkan tangannya untuk menggendong bocah kecil itu.
Tanpa pikir panjang, aku langsung menyerobot hal tersebut. Mengambil alih Putri untuk ku gendong. Mana mungkin aku tega gadis dasi yang menggendong Putri. Berat Putri sudah lumayan, bahkan untuk ukuran seusianya, anak ini termasuk gembul.
Merasakan lelah berjalan, sehingga merengek minta untuk digendong. Wajar memang, sebab Ragunan zoo ini begitu luas. Total luas seluruh Ragunan Zoo, yaitu sekitar 147 hektar. Dengan luas segitu banyak, tempat ini menaungi kurang lebih 220 ragam spesies dan 20.000 lebih jenis pohon yang tumbuh di dalamnya. Benar-benar menakjubkan.
"Yabel, kenapa hewan satu ke hewan yang lain, kandangnya selalu jauh-jauh. Kenapa gak disatuin aja? Kenapa, kenapa Yabel?" Tanyanya dalam mode protes. Protes karena lelah.
"Ya gak bisa disatuin dong. Soalnya hewan kan gak suka arisan." Jawabku asal. Putri nampak diam sesaat sambil berpikir.
"Hemh benal. Yang suka alisan itu Hala." Ujarnya spontan, membuatku tersenyum mengingat salah satu kebiasaan Annem, pergi arisan.
"Nah betul. Yang suka arisan itu Hala." Ucapku menebalkan kata-katanya.
__ADS_1
"Benal. Yang suka alisan itu Hala. Soalnya Hala bukan hewan." jawabnya memaparkan hasil akhir analisanya. Aku dan Uta lantas tertawa terbahak-bahak, mendengar analisa setajam silet yang Putri ucapkan.
Untung saja bocah kecil ini tak mengatakan itu di depan Annem. Alamat koper kami langsung ditaruh di depan rumah, plus nama kami dicoret dari daftar keluarga Farabaks.
Bersambung ..............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.
Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.
❤
__ADS_1
ZEROIND