![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Belum habis permasalahan tentang rasa kecewa Alber, mengenai Uta yang bereaksi biasa saja, atas perpisahan kelas mereka. Masalah baru datang kembali di kelas 3-IPA1. Ayleen yang sejak dari tadi mengekori Alber ke manapun, mengatakan ingin satu bangku dengan Alber, karena hanya laki-laki itu yang dirinya kenal di kelas ini.
Alber tentu saja keberatan dengan hal itu, namun masalahnya bagaimana ia menolak keinginan Ayleen. Otak jeniusnya berpikir keras, berusaha mencari alasan yang tidak bisa di bantah oleh wanita itu.
Andai saja ia dan Uta sekelas lagi, sudah pasti ia akan langsung menyerobot bangku di samping gadis chubby itu. Mereka akan kembali menjadi teman sebangku, dan tak perlu mencari-cari alasan seruwet ini.
Di tengah kepusingan yang terjadi, tak sengaja pandangannya bertemu dengan mata Reta. Reta yang juga sedang dilanda masalah hati dengan Edgar, yang mana keduanya juga penghuni kelas ini, perlahan berjalan pasti mendekat ke arah Alber.
"Ber, lo duduk bareng gue. Gimana? Setuju gak?" Ujar Reta tanpa sedikitpun keraguan. Meski Reta tampak strong sekuat baja, tapi Alber dapat menangkap sorot luka di kedua bola mata Reta. Ditambah lagi, Alber sempat melihat Reta dan Edgar sesaat saling pandang dari jauh.
"Deal." Ucap Alber mengiyakan ajakan Reta, dengan tak kalah yakin. Hal itu membuat Ayleen, yang sedari tadi membujuk Alber, seketika membulatkan kedua matanya pertanda ia kaget.
"Ayleen, kamu duduk sama yang lain aja Ay. Aku udah bareng Reta." Ucap Alber yang masih berusaha menjaga ucapannya, saat menyampaikan penolakan terang-terangan ini ke Ayleen.
"A ... Alber!" Ayleen yang tak menyangka ditolak terang-terangan oleh Alber, sempat terbata saat akan melayangkan protes. Namun Alber, subjek yang dituju malah cuek-cuek saja, sebab ia sudah menemukan solusi terbaik, yaitu sebangku dengan Reta.
__ADS_1
_____________ Z _____________
Pelajaran berjalan dengan kondusif, meski Ayleen tampak masih sedikit tak terima dengan keputusan Alber, yang menolak duduk sebangku dengannya. Gadis keturunan Turki itu, akhirnya duduk sebangku dengan Andien, siswa yang sebelumnya berada di kelas 2 IPA-3.
Meskipun masih kesal dengan Alber, Ayleen tetap memilih untuk duduk tepat di depan bangku Alber. Ia tak ingin kehilangan kesempatan, untuk dekat laki-laki tampan itu. Jadilah formasi mereka duduk masih berdekatan, yaitu di area pinggir kelas. Tepatnya di meja baris ketiga, samping jendela kelas.
Sementara Edgar, memilih untuk tetap duduk bersama Hadi, teman satu tim basketnya. Persis seperti saat di 2 IPA-2 sebelumnya. Mereka berdua memilih duduk, di pinggir kelas juga. Lebih tepatnya di barisan kedua, sejajar dengan area pintu kelas berada.
Hal itu membuat antara Reta dan Edgar duduk berjauhan dari ujung ke ujung, alias berseberangan. Yang satu duduk dekat area jendela kelas, yang satu lagi duduk sejajar dengan area pintu kelas. Hanya saja, Edgar duduk satu baris di depan Reta dan Alber. Jadilah Reta lebih punya akses, untuk melihat laki-laki yang ia cintai itu, tanpa perlu bergerak terlalu mencolok.
_____________ Z _____________
"Ber, jemputan aku kayaknya agak telat. Boleh gak pulangnya kita bareng aja?" Ucap Ayleen dengan gaya elegannya.
"Sorry Ay, aku udah ada janji. Deluan Ay, Re." Usai mengucapkan hal itu, Alber bangkit lalu berjalan meninggalkan bangkunya.
"Hati-hati Ber." Ucap Reta santai menjawab ucapan Alber.
__ADS_1
"Al ... Alber." Berbanding terbalik dengan Ayleen. Gadis itu benar-benar syok. Hari ini ia sudah ditolak dua kali oleh Alber, laki-laki yang dulu begitu memujanya. Ia bertambah kesal saat melihat Reta, karena gadis itu seolah menahan senyum saat Alber menolak ajakannya pulang bersama.
Tapi Reta tetaplah Reta. Ia masa bodo Ayleen mau bersikap seperti apa. Mau kesal atau tidak, terserah. Toh dirinya juga tak kenal dengan anak itu, pikir Reta. Dirinya juga lantas bangkit dan berjalan untuk pulang, meninggalkan Ayleen sendiri di sana.
_____________ Z _____________
Alber melangkahkan kakinya menuju parkiran. Ia memasuki area di mana si hitam, ia parkirkan tadi pagi. Tapi bukan si hitam yang menarik perhatiannya. Ada yang lebih dari itu.
"Sudah lama nunggu aku?" Tanya Alber pada seseorang yang berdiri dekat si hitam.
"Alber ..." Jawab Uta kaget, saat Alber sudah berada di belakangnya.
Bersambung ............
_____________ Z _____________
❤
__ADS_1
ZEROIND