![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Alber POV
"Yabel, Yabel sepelti anak kecil. Masa Yabel sudah besal, makannya masih disuapin sama Tuta." Ucap Putri yang tak terima Tutanya menyuapiku.
Ya, niatku mengerjainya dengan pura-pura berekspresi marah, akibat ia mengizinkan si ibu hamil mencium pipiku, berbuah manis. Uta yang percaya seratus persen akan sandiwara ini, membujukku berkali-kali agar aku tidak jadi marah.
Kukatakan padanya, aku tidak akan jadi marah asalkan dengan satu syarat, ia harus menuruti apapun mauku untuk hari ini. Ia sempat berpikir sesaat, namun pada akhirnya dia setuju asalkan marahku mereda.
Ia bahkan berinisiatif mengambil tissu dari dalam tasnya, lalu mengelap jejak lipstik yang masih tertinggal di pipiku. Dia sweet begitu saja marahku sudah langsung luluh. Hilang sudah semua trauma insiden ngidam aneh itu.
Kutatap gadis dasiku yang jaraknya kini begitu dekat denganku. Ia yang sedang fokus mengelap sisa-sisa lipstick dengan tissu, membuat dirinya tak sadar sedang diperhatikan lekat-lekat olehku. Ingin rasanya ku hentikan waktu saat ini juga. Aku ingin menatap wajahnya selama yang aku bisa.
__ADS_1
Kebahagiaanku kembali dirusak oleh si Bocil. Ia mengatakan dirinya lapar dan ingin jajan sekarang. Benar-benar tak bisa melihat Yabernya ini senang sedikit. Akhirnya berjalanlah kita menuju salah satu kantin yang terdapat di Ragunan Zoo. Kami lalu memesan beberapa makanan guna mengisi perut, lebih tepatnya mengisi energi yang sudah habis terkuras.
Kukatakan padanya, aku kehilangan nafsu makan paska dicium si bumil gonjreng. Ia yang kembali merasa bersalah mencoba membujuk agar aku mau makan. Ku jawab bujukannya dengan mengatakan, aku akan makan asalkan kamu menyuapiku. Dan jadilah siang ini, untuk pertama kalinya Uta menyuapiku makan siang. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan kawan. Salah satu makan siang paling enak sepanjang hidupku.
"Yaber kayak anak kecil? Emang iya Tuta?" Bukannya menjawab protes Putri. Aku malah melemparkan pertanyaan kepada Uta. Uta yang sibuk menyuapkan makanan ke padaku, seketika berhenti lalu menatap Putri.
"Enggak, Yaber dewasa banget ini." Jawabnya super meyakinkan, membuatku tersenyum dalam hati. Tampak bocah kecil yang duduk tepat di hadapanku itu, merasa tak terima dengan jawaban Tutanya.
"Soalnya Yaber lagi gak ada energi. Jadi Tuta bantu suapin makan." Ucap gadis dasi, berusaha memberikan alasan paling logis saat ini.
"Understand ...?" Ucapku menebalkan alasan Uta. Putri yang merasa Tutanya membelaku kali ini, menampilkan wajah kesal. Pipi geyal-geyolnya sengaja ditekuk. Lucu sekali.
__ADS_1
"Isshhh ... Putli so jealous you know." Jawabnya jujur menatap ke arahku. Aku tertawa dalam hati. Tapi tetap saja diri ini teguh dengan sikon yang terjadi. Kapan lagi Uta mau menurutiku seperti ini. Ini juga akibat tragedi tadi. Kalau tidak, sungguh mustahil kawan.
"A ..." Kubuka mulutku kembali agar Uta kembali menyuapkan makanan padaku. Uta dengan sigapnya menyuapkan kembali soto ayam pada diriku. Ia juga selalu mengelap area bibirku, jika tak sengaja celemotan. Uta juga cekatan membantu ku minum, dengan sabar memegangkan gelas dan mengarahkan sedotan agar aku langsung minum. Benar-benar luar biasa.
Jujur aku merasa sedikit kasihan padanya. Tapi hati berbunga-bunga ini mengalahkan segalanya. Gadis dasi please jangan marah.
Bersambung ..............
_____________ Z _____________
❤
__ADS_1
ZEROIND