![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Uta menjalani hari-harinya sebagai ibu hamil dengan sangat riang gembira. Dirinya masih mengalami mual muntah di pagi hari, namun tak sampai mengganggu aktivitasnya. Sepertinya calon anak mereka sangat-sangat baik hati dan pengertian.
Hari ini bumil cantik itu akhirnya diperbolehkan masuk kerja oleh suami tampannya. Saat tau Uta hamil, Alber sempat melarang Uta bekerja total dan akan mengirimkan orang kepercayaannya, untuk mengelola perusahaan cookies istrinya. Tapi Uta tak setuju.
Pasangan manis itu sempat saling kekeh dengan argumen masing-masing. Uta yang sadar posisinya sebagai istri, memilih menuruti permintaan Alber. Gadis chubby itu berpikir, suaminya jadi seperti itu karena ini kehamilan pertamanya.
Mereka yang sama-sama merasakan pengalaman baru saat ini, tentu akan jadi super protektif. Dirinya yakin suaminya hanya ingin yang terbaik untuknya dan buah hati mereka. Meski minusnya, Alber jadi tak sadar bahwa ia sangat berlebihan sekarang. Tapi Uta mencoba memposisikan dirinya menjadi Alber. Sehingga ia menghargai apapun keputusan akhir dari laki-laki tampan itu.
Tapi diluar ekspektasi Uta. 2 Minggu usai larangan bekerja terlontar, suaminya berbalik mengizinkannya. Usut punya usut, Alber yang selalu memperhatikan Uta, mendapati istrinya kadang-kadang murung dan otomatis terlihat sangat sumringah, saat bertelepon dengan Reta yang mengabarkan perkembangan perusahaan. Disitulah Alber jadi berpikir ulang dan memilih merubah keputusannya.
"Sayang terima kasih, akunya udah dibolehin masuk kerja." Ucap Uta memeluk Alber plus mencium rahang macho favoritnya, saat mereka duduk berdua di kursi belakang mobil Alber.
"Kamu happy?"
"Baaaaannnggggeeeeetttttt. Aku udah rindu jadi wanita karir. Eh bumil karir deh." Ucap Uta sambil bercanda tipis-tipis. Alber yang tau istrinya bercanda, mencium pipi chubby kesukaannya itu, lalu memeluk erat bumil cantik yang sedang mengandung buah hatinya. Dielusnya perut Uta yang sudah sedikit membuncit.
"I love you." Ucap Alber membuat Uta otomatis tersenyum dengan hati yang membuncah.
Mobil mewah Alber akhirnya tiba tepat di depan pintu masuk gedung perusahaan Uta. Gedung 5 lantai yang Alber berikan sebagai mahar pernikahan, kini sudah disulap menjadi perusahaan tempat Uta dan seluruh karyawannya bekerja.
Gedung yang super luas itu, Uta gunakan untuk banyak hal. Lantai 1 sampai dengan lantai 3, masih dikuasai bagian produksi cookies. Sementara, lantai 4 adalah kantor utama dari berbagai divisi, termasuk ruangan Uta selaku founder. Sementara di lantai 5, digunakan sebagai studio untuk kebutuhan produksi foto dan video produk. Semua itu akan digunakan memasarkan cookies mereka melalui berbagai flatform sosial media. Di lantai inilah Reta berkreasi. Lebih tepatnya, area bermain seorang Reta Natadipura.
Alber dengan sigapnya turun deluan dari mobil dan berjalan kearah pintu mobil Uta. Dibukanya pintu tersebut agar istrinya keluar mobil dengan nyaman. Melihat itu, Uta jadi tersenyum.
Gimana gak leleh coba? *Uta
Dengan bergandengan tangan, mereka masuk bersama kedalam gedung. Alber selalu menggenggam tangan Uta dan memastikan istrinya aman disampingnya. Tak perduli jika dirinya adalah CEO perusahaan raksasa Farabaks Group. Ia sendiri yang harus memastikan gadis chubbynya nyaman dan aman sampai ke ruangannya.
Pintu lift terbuka tepat dilantai 4 gedung tersebut. Alber lalu mengantar Uta keruangan pribadinya. Memastikan terlebih dahulu ruangan tersebut akan membuat bumil gemas itu nyaman.
"Sayang, gak perlu khawatir segitunya. Aku kan cuman duduk manis kerja disini. Paling sesekali ngelihat produksi dibawah. Aku gak akan capek-capek." Ucap Uta menenangkan suaminya.
"Janji gak akan capek-capek?" Ucap Alber memastikan bumilnya tidak akan memforsir kerja.
"Janji." Ucap Uta memeluk pak CEO tampan itu, membuat Alber jadi luluh karenanya.
"Ya udah kalau begitu. Nanti jam 1 aku jemput, kita makan siang bareng."
"Siap pak CEO yang paling ganteng dan baik hati, kesayangannya aku forever." Jawab Uta menatap suaminya.
__ADS_1
"Harus itu!!" Jawab Alber sembari mencium pipi bumilnya berkali-kali.
"He ... he ... he ..." Membuat Uta jadi tertawa.
..._____________ Z _____________...
Hampir 1 minggu sudah Uta diperbolehkan bekerja. Tentunya dengan banyak catatan dari Alber, yang pada intinya Uta wajib mengutamakan kehamilannya.
Kini tibalah hari Minggu, yang mana sepasang suami istri itu libur. Mereka sedang bersantai sembari bumil ngemil buah-buahan segar. Disaat sibuk mengunyah, Uta tiba-tiba terpikir sesuatu.
"Sayang." Panggil Uta menoleh ke laki-laki tampan di sampingnya.
"Hehm ...? Enak mangganya?" Jawab Alber yang senang bumilnya mulai makan lahap. Kemarin-kemarin Uta masih muntah sedikit-sedikit.
"Banget, ini udah mau habis aja." Jawab Uta dengan pipi menggembung, membuat Alber gemas.
"Ya udah, besok-besok mangga yang jenis ini, di stok banyak-banyak aja." Ucapnya bersemangat.
"He ... he ... he ... Santai sayang. Namanya orang hamil itu, seleranya bisa ganti tiap saat. Jadi selow aja." Ucap Uta mengelus lembut rahang dengan brewok sexy itu.
"Benar juga, ibu hamil bener-bener gak ketebak." Alber langsung menyadari seberapa benar ucapan Uta. Istrinya itu sering kali out of the box tanpa bisa ia tebak.
"Sayang, nanti kalau anak kita lahir, kamu mau dipanggil apa? Ayah, Babam, Papa, Daddy? Apa?" Tanya Uta yang tadi memang ia ingin tanyakan. Alber tampak langsung berpikir.
"Apa ya? Jujur aku masih bingung. Kamu sendiri, udah tau mau dipanggil apa sama Alber junior? Mamah, Ibu, Mami, atau apa?" Tanya Alber balik.
"Sebenarnya belum tau juga sih."
"Tapi aku mikirnya, gak mau dipanggil Mamah, karena panggilan itu khusus buat ibu ratu. Gak mau juga dipanggil Ibu, soalnya banyak pegawai manggil aku Ibu Uta dikantor, aku pengennya anak kita panggilnya beda biar rasanya gak kayak ngantor dirumah."
"Jadi pengennya dipanggil apa dong?"
"Ehm ... Gimana kita pake cara lain buat nentuin hal ini?"
"Cara lain? Maksudnya sayang?"
"Wait, aku punya ide." Bumil yang menemukan sebuah ide, langsung menaruh mangkuk mangganya dan bangkit dari sofa. Ia lalu pergi berjalan menuju suatu tempat.
"Sayang mau kemana hei ...?" Ucap Alber yang tak rela bumilnya pergi.
Tak seberapa lama, Uta datang membawa beberapa benda yang membuat Alber jadi bertanya-tanya.
__ADS_1
"Sayang itu untuk apa?" Tunjuk Alber pada sebuah Rolet putar yang masih kosong melompong. Untuk apa istrinya memerlukan benda itu.
"Dari pada kita bingung mutusin mau dipanggil apa, mending serahin aja sama takdir." Ucap Uta. Rupanya ini yang ia maksud dengan ide.
"Nah, pertama-tama kita tulis dulu semua kemungkinan panggilan yang ada." Ujarnya sembari menulis panggilan untuk orang tua, pada papan rolet menggunakan spidol.
Ayah & Ibu, Anne & Baba, Papi & Mami, Papa & Mama, Ayah & Bunda, Umi & Abi, Daddy & Mommy, Aba & Umma, Pipi & Mimi, dan masih banyak lagi. Gadis itu menulisnya rapi berbaris dipapan rolet. Sementara Alber hanya geleng-geleng melihat bumilnya menjalankan idenya itu.
"Nah sayang papannya udah penuh. Sekarang tinggal kita putar." Ujar Uta menutup spidol yang ia gunakan.
"Jadi apapun yang terpilih, itu jadi panggilan anak kita ke kita?" Tanya Alber memastikan kita sudah satu pemikiran.
"Yes, siap?" Tanya Uta yang diangguki Alber.
"Satu ... dua ... tiga ..." Ucap mereka saat memutar papan rolet. Harap-harap cemas mereka rasakan saat papan rolet mulai melambat perlahan, hingga akhirnya panah papan rolet itu berhenti tepat pada sebuah panggilan.
Jeng Jeng ..................
"Umi & Abi???" Ucap mereka saling berpandangan satu sama lain.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Palm Cheese Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.
Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari kisah sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤ ZEROIND
__ADS_1