Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
100. Ayleen


__ADS_3

Author POV


Ayleen adalah gadis berkewarganegaraan Indonesia, namun memiliki darah Turki sama seperti Alber. Namun ia hanya lahir di Indonesia, lalu pindah dan tinggal di Amerika sampai dengan usia 10 tahun.


Singkat cerita, saat usia Ayleen menginjak 11 tahun, barulah Ayleen sekeluarga kembali ke Indonesia. Saat mereka kembali, mereka sekeluarga memutuskan untuk menetap di Bali. Keluarga Ayleen yang sudah lekat dengan kehidupan di Amerika memilih Bali, sebab Bali sangat ramah untuk orang asing.


Sebagai sahabat lama, di situlah Babam Alber banyak membantu Daddy Ayleen. Karena itu jugalah, awal mulanya Alber dan Ayleen bertemu. Seringnya silaturahmi kedua Ayahanda mereka, membuat intensitas pertemuan Ayleen dan Alber makin sering terjadi.


Karena latar belakang Ayleen inilah, menyebabkan Ayleen memanggil Annem dengan sebutan Aunty, bukan memakai panggilan khas orang Turki. Sementara ke Syiba, gadis itu memanggil dengan sebutan Abla, yang notabene panggilan kakak perempuan dalam bahasa Turki. Hal itu disebabkan ia meng-copy paste, bagaimana Alber memanggil Syiba saat mereka bermain bersama.


"Jadi Ayleen sekarang udah stay di Jakarta." Tanya Annem pada Ayleen, ingin tahu alasan gadis itu datang ke kota ini.


"Iya Aunty." Ucap Ayleen mengiyakan dugaan Annem.


"Terus Ayleen rencana tinggal dimana? Pasti Daddy sudah persiapin semuanya dong?" Kali ini terdengar suara Annem yang bertanya pada gadis bernama Ayleen.


"Daddy memang nyiapin rumah gak jauh dari area sini, tapi sayangnya renovasinya masih belum selesai. Jadi terpaksa di hotel sementara Aunty. Ayleen jadi keingat masa masa kecil dulu, sering nginap di rumah Aunty." Jawab gadis itu menjelaskan kondisinya sekarang.


"Ha .. ha .. ha. Sering banget, sampe dikira anak kandung Annem Babam." Ujar Syiba mengenang masa kecil dulu.


"Iya yah, dulu kamu sering main terus nginap dirumah." Jawab balik Annem yang juga mengingat masa lalu.


"Gimana kalau sekarang sambil nunggu rumah siap ditinggali, Ayleen sementara tinggal di sini. Ayleen kangen juga masa-masa waktu dulu, boleh gak Aunty?" Tanya Ayleen kepada Annem. Tampak ia ingin mengulang masa lalu saat ini.


"Aunty sebenarnya gak masalah kamu nginep disini, tapi masalahnya kalian udah pada dewasa. Alber juga udah bukan anak kecil lagi, udah anak bujang dia itu. Aunty khawatirnya, kamu disangka gak baik sama orang-orang. Gimana Ayleen sementara sabar aja dulu tinggal di hotel, sampai rumahnya siap ditempati. Tapi kalau Ayleen mau main ke sini setiap hari, Aunty enggak apa-apa. Nanti mudah-mudahan renovasi rumahnya cepet selesai." Ucap Annem sehalus mungkin, agar tak menyinggung perasaan Ayleen. Sementara Syiba, memilih tak ingin menanggapi.

__ADS_1


"I .. Iya Aunty." Jawab Ayleen kikuk karena tak menyangka, langsung mendapat penolakan halus diawal.


"Karena Alber masih nge-gym di lantai atas, yuk Aunty kenalin sama keponakan Aunty. Sepupu kecil kesayangan Alber. Itu kayaknya, suara-suaranya udah kedengaran." Ucap Annem mencairkan suasana yang agak kikuk barusan. Beliau merangkul Ayleen agar lebih cair.


Beliau berjalan ke arah ruang keluarga, tempat dimana Uta dan Putri berada. Uta menemani Putri mencari DVD disney yang ia inginkan. Sesaat Uta mulai menyadari, suara-suara yang dia dengar sedari tadi perlahan semakin mendekat ke ruang keluarga.


"Aduh anak kesayangan Hala udah cantik, wangi lagi. Salim dulu sama Tante Ayleen." Ucap Annem tersenyum melihat Putri dengan kuncir duanya, yang membuat bocah itu terlihat sangat imut.


Putri yang bingung siapa tante di depannya itu sempat terdiam bingung sesaat, baru kemudian berjalan mendekat ke tamu Halanya untuk salim, sesuai instruksi beliau tadi. Sementara Uta hanya diam berdiri di tempatnya.


"Hai sayang, aduh gemes banget sih." Ucap Ayleen dengan nada lembut seramah mungkin, sembari mengelus pipi chubby Putri. Ayleen bahkan agak menundukkan tubuhnya, agar lebih akrab dengan adik sepupu Alber itu.


Uta yang sedari tadi disana, hanya terdiam mengamati interaksi Ayleen dan Putri. Ia benar-benar kagum dengan kecantikan Ayleen. Belum lagi tubuhnya yang benar-benar body goals cewek-cewek. Perfect.


Semua keindahan itu terukir di bentuk wajah yang tirus. Bahkan sapuan make up simple pun, terlihat mempesona di wajah sempurnanya. Ayleen terlihat semakin memukau, dengan bentuk badan bak super model. Tinggi ramping, dengan lekukan berisi pada tempat yang semestinya. Benar-benar dambaan setiap kaum adam. Sangat pantas kiranya Alber jatuh hati padanya.


"Uta kenalin ini sahabatnya Alber waktu di Bali, anak teman lamanya Babam juga." Ucap Annem pada Uta, agar berkenalan juga dengan Ayleen.


"Kenalkan saya Uta." Ucap Uta mengenalkan dirinya pada Ayleen. Dijulurkannya tangan untuk bersalaman, sama seperti yang Ayleen lakukan tadi ke Putri.


"Ayleen." Ucap Ayleen menyambut uluran tangan Uta. Gadis itu sesaat melihat Uta dari atas kebawah, membuat Uta sedikit tak nyaman.


"Siapa?" Tanya Ayleen, tak dapat menyembunyikan rasa penasarannya.


"Saya penjaganya Putri juga teman ..." Jawab Uta jujur apa adanya, meskipun ucapannya terpotong oleh Ayleen.

__ADS_1


"Penjaganya Putri? Pembantu di rumah ini?" Tanya Ayleen.


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.


Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.






...Novel + Cookies \=...


...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...



ZEROIND

__ADS_1


__ADS_2