![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Uta POV
Seusai pemberitahuan mendadak pagi ini, Mamah menyita handphone milikku dan Tama. Beliau bahkan sengaja mematikan handphone tersebut dan mengambil sim card di dalamnya. Tak terkecuali handphone beliau sendiri.
Mamah sekarang hanya memakai handphone bekas NOKAI jadul milik pegawai Mamah, mbak Ana. Rupanya mbak Ana tadi pulang dan kembali kemari, untuk mengantar handphone bekas miliknya yang sudah tak dipakai, tapi masih bisa berfungsi baik.
Entah apa alasan Mamah bertindak seperti itu. Yang jelas aku merasa seperti penjahat buronan yang sedang dicari-cari pihak berwajib. Tapi mau gimana lagi, jika Ibu Ratu sudah bertitah, maka suka tidak suka harus dijalankan. Mamah yang ku kenal selama ini, bukanlah orang yang melakukan sesuatu tanpa dasar. Jadi aku percaya saja.
Kini aku sudah selesai memasukkan barang-barang yang ingin ku bawa ke dalam koper. Tak banyak yang bisa kubawa. Hanya beberapa pakaian, surat-surat penting seperti ijazah dan kawan-kawan, dan seperangkat laptop yang biasa kupakai dan atributnya.
Aku juga membawa mug dengan design Indonesia hasil kerja kelompok tahun lalu dan beberapa buku catatan semasa SMA kemarin. Meski terdengar aneh, tapi percayalah aku benar-benar membawanya. Aku ingin belajar dengan membuka kembali catatanku. Semua itu kulakukan, karena tekadku untuk berkuliah rak pernah padam. Itu jugalah alasanku menerima tawaran pekerjaan dari Annem. Aku ingin menabung agar bisa berkuliah tanpa menyusahkan orang tua.
Instruksi Mamah sudah ku laksanakan. Tapi bukannya melega, perasaanku malah makin tak karuan. Aku memilih duduk di samping koper yang sudah tinggal ditutup. Kubuka sebuah buku catatan yang tergeletak paling atas didalam koper. Sebuah catatan yang ku bawa bukan karena isi materinya, melainkan karena muatan memorinya.
Senyum ku muncul, saat membaca beberapa catatan kecil yang kutulis sebagai aksi protes kala itu.
[Mentor penindas ...!!] [Diktator ...!!] [๐ ]
__ADS_1
[Pusing!!!] [๐ต] [Rasanya, aku ingin demo!!]
[Ya Allah .... boleh gak sih, hamba beli racun untuk ciptaanmu yang diktator ini??] [Asam lambung ini udah naik, Ya Allah.] [๐คฎ]
[Sumpah, angka-angka itu jalan-jalan. Bikin akunya jadi bingung.] [Panas otak aku, angkanya lari-lari.] [๐คฏ๐]
[Alber, kamu dari tadi tuh ngomong apa???][Mending kamu pergi Umroh deh....!!]. [๐]
[Fisika gak dibawa mati tau gak!!] [๐ซ๐ป]
Tanpa kusadari, aku tersenyum tapi mataku berkaca-kaca membaca tulisan nostalgia itu. Terbersit dalam hati kecilku untuk berpamitan terakhir kali pada Alber. Aku ingin meminta maaf pada Alber dan ingin berterima kasih atas semua kebaikannya, sebelum aku meninggalkan kota ini dan memulai step hidup yang baru.
Kulangkahkan kakiku menuju kamar Mamah. Meski tadi Mamah sudah dengan jelas melarangku untuk berpamitan dengan siapapun. Tapi aku memilih nekat meminta izin untuk pergi sebentar pada beliau. Setidaknya aku mencoba dulu.
Ku hampiri Mamah yang masih sibuk packing barang-barang di kamarnya.
"Mah, Uta izin boleh pergi bentar gak Mah?" Tanyaku to the point pada Mamah. Beliau menghentikan aktivitasnya, terdiam sesaat sambil menatapku.
__ADS_1
"Uta mau kemana? Ingat Ta, gak boleh ada yang tau kita pindah." Ujar Mamah dengan wajah khawatir. Khawatir kalau-kalau aku nekat menemui semua sahabatku dan menceritakan kepindahan ini.
"Uta mau ke rumah Alber. Mau bilang terima kasih ke Alber dan keluarganya karena udah bolehin Uta kerja disana. Boleh ya Mah, Uta janji gak bakal kasih tau kepindahan kita. Pleaseeee, janji langsung pulang setelahnya." Ucapku membujuk Mamah agar izin keluar rumah bisa rilis.
"Ya udah, tapi jangan lama-lama. Jam 3 kita dijemput suaminya bu Nani." Melihat kesungguhanku, Mamah akhirnya melunak dan akhirnya memberi izin.
"Iya Mah. I love you Ibu Ratu." Jawabku sudah langsung otomatis tersenyum.
"He ... he ... he ... Hati-hati Ta, jangan lama-lama." Melihat mukaku yang berubah ceria, Mamah jadinya ikut terkekeh.
"Iya Mah. Assalamualaikum." Jawabku pasti. Kusalim langsung tangannya dan pamit pergi.
"Waalaikumsalam." Jawab Mamah.
Bersambung .............
_____________ Z _____________
__ADS_1
โค ZEROIND