![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Ka... Kak Syiba?"
"Ikut Kak Syiba sekarang." Syiba lalu menarik tangan Uta. Syiba membawa Uta ke rumah samping, alias rumah Kia. Rumah Kia tepat disamping kediaman Uta.
Kia mempersilahkan Uta, Syiba dan Reta masuk ke kamarnya.
"Kak Syiba kok bisa ada disini? Ini ada apa sebenarnya Kak?" Tanya Uta bingung.
"Udah, Uta duduk disini sebentar." Titah Syiba.
"Uni ini minumnya." Ucap Binar yang akrab dipanggil Ina, adik dari Kia. Gadis yang masih SMP itu mengantar air putih dalam gelas.
"Minum dulu Ta biar segeran." Reta mengambil air yang Ina antar dan memberikan gelas itu ke Uta. Gadis itu meminumnya.
"Ada apa sih ini Re, Kia, Kak Syiba, Ina? Apa yang terjadi?" Tanya Uta makin khawatir.
"Oke Kak Syiba kasih tau, tapi Uta jangan kaget ya!"
"Alber datang mau ngelamar Uta." Ucap Syiba.
"WHATTTT ...??"
..._____________ Z _____________...
"Ibu Celine, perkenalkan saya Karem Farabaks, Ayah dari Alber dan ini Rose Farabaks istri saya." Ucap Babam penuh wibawa membuka pertemuan ini.
Keluarga besar Alber datang lengkap, termasuk Tibar, Putri dan Bundanya. Beberapa teman seperti Seto dan Sandi juga datang. Keluarga humble ini tak sungkan duduk lesehan di karpet yang keluarga Uta siapkan. Keterbatasan ruang membuat Mamah Celine memutuskan tak memakai kursi, agar keluarga besar Alber bisa masuk dan duduk semua.
Bahkan seserahan yang Alber bawa hanya bisa masuk seperempatnya saja. Sisanya masih ada di mobil luar. Diluar rumah, jangan ditanya. Tetangga Uta sudah pada heboh, daerah mereka didatangi rombongan bule tampan dan cantik. Banyak dari mereka memenuhi halaman depan rumah karena penasaran.
"Terima kasih sebelumnya, Ibu Celine dan keluarga berkenan menerima kedatangan kami. Ibu Celine dan Tama sampai repot begini, saya dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya." Lanjut beliau.
"Iya pak, mohon maaf kalau mungkin ini ala kadarnya pak Karem dan ibu Rose. Maklum rumah kami sederhana." Jawab Mamah Celine tersenyum ramah pada keluarga Alber.
__ADS_1
"Kami diterima aja sudah seneng banget bu Celine. Jangan sungkan begitu bu." Ucap Annem balik tersenyum.
"Iya bu Rose, silahkan anggap rumah sendiri." Ucap Mamah Celine.
"Mungkin saya langsung to the point pada Ibu Celine dan keluarga. Saya sebagai kepala keluarga sekaligus Ayah dari Alber, sore ini datang ke rumah bu Celine dengan sebuah tujuan." Ucap Babam.
"Adapun maksud dan tujuan kami, adalah untuk meminta Uta, putri Ibu untuk Alber putra saya. Kami ingin meminta izin pada ibu Celine, melamar Uta untuk di peristri putra saya, Alber. Saya harap bu Celine berkenan menerima maksud dan tujuan keluarga besar kami." Ucap Babam serius.
"Terima kasih saya ucapkan atas niat baik bapak, ibu dan keluarga. Khususnya pada Alber yang sudah berani datang langsung untuk menyampaikan niatan baiknya." Ucap Mamah Celine tak kalah serius.
"Saya sebagai orang tua Uta tentu akan merestui, asalkan memang putri saya berkenan menerima sepenuh hatinya. Jadi saya serahkan keputusan ini sepenuhnya pada putri saya." Ucap Mamah Celine bijak.
"Assalamualaikum, maaf memotong acara. Tapi saya bawa neng cantik yang punya acara hari ini." Ucap Syiba ditengah acara. Ia dan Reta kemudian menarik gadis cantik yang sudah berganti baju, memakai kebaya anggun yang Syiba siapkan.
DEG .............
Alber terpesona melihat Uta yang datang. Uta yang sudah disulap di salon bersama Reta. Kembali dipoles cantik oleh Syiba. Kakak Alber itu memastikan Uta cantik elegan dari ujung rambut sampe ujung kaki.
"Ngedip Ber, ngedip!!" Ujar Seto yang langsung disambut gelak tawa semua yang hadir. Termasuk Uta yang jadi tersipu malu mendengar celetukkan Seto.
Seto isssshhhhh..!!!!! 😠 *Alber
"Nah, karena nak Uta nya sudah hadir disini, baiknya Alber langsung menyampaikan niatnya kemari dihadapan Uta." Ucap Babam pada putranya. Annem dan Mamah Celine mengangguk seolah satu paham dengan Babam.
Alber kemudian berdiri dan berjalan agak kedepan area yang agak kosong, agar seluruh keluarga bisa melihat mereka. tak lama Uta berjalan menyusul Alber. Mereka sekarang saling berdiri berhadapan.
Alber yang deg-degan, memberanikan diri menatap mata indah Uta. Ia kemudian membuka omongan dihadapan gadis itu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Salam Alber.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh." Jawab semua yang hadir disana.
"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih pada dua keluarga besar yang sudah hadir. Terima kasih juga untuk kerabat dan teman-teman yang berkenan datang." Ucap Alber menatap seluruh yang hadir. Ia kemudian kembali menatap Uta.
"Aku juga gak tau bagaimana tepatnya kisah kita bermula."
__ADS_1
"Bagiku, cerita kita dimulai sejak seorang gadis chubby yang hampir telat, bersembunyi dari gerbang karena dasinya tertinggal."
"Kala itu, dia gak peduli aku ngomong apa. Bahkan dia gak sadar aku ada dibelakangnya. Matanya hanya sibuk mengeker pak Akbar, pak Akbar dan pak Akbar, agar tak kena hukuman. Gadis imut yang ku pakaikan dasi agar berani masuk ke gerbang Z1." Alber tersenyum mengingat kenangan itu.
"Di hari yang sama, takdir kembali mempertemukan kita untuk kedua kalinya. Bu Meta menyuruhku menjadi teman sebangku mu, menemani kamu yang duduk sendiri di pojok kelas."
"Takdir kembali menunjukkan kekuatannya. Hari kita bertemu di rumahku, tanpa pernah aku duga. Kamu menjaga Putri setiap akhir pekan. Sejak saat itu, wekeend adalah hari yang selalu aku nantikan."
"Hingga takdir berubah haluan menguji ku. Kehilanganmu 5 tahun, membuat duniaku rasanya runtuh seketika. Hanya rindu dan rindu yang tersisa." Ucap Alber dengan nada getir mengingat masa sulit itu.
"Namun takdir juga yang kembali menjawab segala rindu itu. Disaat aku sudah hampir putus asa mencarimu, takdir mempertemukan mu denganku lewat sebuah proyekmu yang aku tangani. Rupanya, takdir membayar lunas rinduku yang menumpuk selama ini."
"Kamu tau Ta? Semakin lama aku mengenalmu, semakin aku tau pribadimu. Meski diawalnya aku merasa kamu sering kali insecure, tapi kamu mesti tau, ada banyak hal positif yang ada dalam dirimu."
"Uta yang aku kenal adalah gadis baik hati penyayang keluarga. Gadis cerdas pekerja keras. Gadis ceria dan menyenangkan. Jujur, sabar dan apa adanya. Gadis lucu yang selalu bisa ngecairin suasana. Meskipun kadang jawabanmu sering kali out of the box dan gak ketebak, tapi aku tetap suka. Didekat kamu hatiku rasanya nyaman."
"Aku tentu masih banyak kekurangan. Masih jauh dari sempurna. Tapi aku akan terus berusaha menjadi lebih baik, hari ini dan seterusnya."
"Satu kekurangan yang pasti terjadi dalam hidupku. Yaitu, jika aku tanpa kamu."
"Oleh karena itu, Mamah Celine, Tama dan Reta. Alber ingin meminta izin dan restu dari kalian. Hari ini di hadapan kalian, Alber ingin mengungkapkan maksud dan tujuan Alber."
"Bismillahirohmanirohim. Uta Arabella Lavanya, aku ingin melamarmu menjadi pasangan hidupku selamanya. Menjadi teman hidup Alber Syargan Farabaks. Maukah kamu menerima lamaranku?" Tanya Alber dengan segenap jiwanya.
Syiba yang jadi MC dadakan, lalu mempersilahkan Uta menjawab. Semua mata tertuju padanya sekarang. Termasuk Alber, yang sedari tadi jantungnya sudah dag dig dug tak karuan.
"Bismillahirohmanirohim. Pertama-tama Uta ingin mengucapkan terima kasih atas kedatangan Alber, Babam, Annem dan keluarga besar Farabaks. Terima kasih sudah datang jauh-jauh kemari, ke Padang Panjang. Buat teman-teman juga Uta ucapkan terima kasih." Ucap Uta menatap semua yang hadir. Ia kemudian kembali menatap Alber.
"Untuk Alber, aku ucapkan terima kasih untuk ungkapan perasaan kamu barusan."
"Sudah aku dengar baik-baik kata demi kata yang kamu sampaikan. Dan di kesempatan kali ini, aku akan menjawab lamaran dari kamu. Aku sudah berpikir matang-matang untuk memutuskan."
"Alber maaf, tapi aku gak bisa."
Bersambung .............
__ADS_1
..._____________ Z _____________...
❤ ZEROIND