Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
53. Magenta


__ADS_3

Author POV


Annem memulai lebih dulu menceritakan bagaimana masa kecil hingga remaja seorang Alber. Ada beberapa kali momen Uta tertawa mendengar kelakuan lucu Alber dari cerita yang Annem ungkapkan.


Kemudian karena Annem bertanya, gantian Uta yang menceritakan bagaimana awal mula ia bertemu Alber, hingga ia dan Alber menjadi teman sebangku. Lalu soal Alber yang catering bekal makanan pada Mamahnya. Tak lupa Uta menceritakan dunia tipu-tipu Alber saat menjebaknya les rodi yang tiada akhir.


"Alber .. Alber. Memang tuh anak sebenarnya jarang iseng. Tapi sekalinya iseng, isengnya gak ketolongan. Annem juga sering masuk dunia tipu-tipu dia." Curhat Annem seolah mengadu ke Uta, kalau Alber juga sering mengisengi beliau.


"Uta sampe kebawa mimpi rumus rumus yang dia sebutkan An. Pokoknya pusing banget An." Ucap Uta tak kalah menanggapi cerita iseng mengenai Alber. Nampaknya aksi saling ngadu mengadu terjadi. Untung saja Putri tetap fokus dengan kartun-kartun kesukaannya. Acara curhat-curhat itu berakhir, sebab Annem ada pertemuan dengan kolega bisnisnya yang datang ke rumah. Tinggalah Uta yang menemani Putri.


Waktu berlalu dari jam ke jam, anaknya gemas itu benar-benar tidak rewel sama sekali. Selesai menonton kartun, anak itu menurut saja saat Uta mengajaknya tidur siang. Dan tak susah untuk membuatnya terlelap, cukup ditepuk-tepuk pant*tnya dan dibacakan sebuah dongeng dari buku cerita yang sudah disiapkan di kamar gadis kecil itu. Cukup lima menit bocah gemas itu sudah berpindah ke alam mimpi.


Saat bangun dari tidur siang pun, bocah kecil itu tidak rewel dan menurut saat Uta menyuapinya makan siang. Setelah makan, Putri request untuk mewarnai buku bergambar yang minggu lalu Uta pilihkan, saat bertemu di toko buku.


"Tuta fol this one, yellow light?"


[Tuta for this one, yellow right? : Tuta untuk yang ini, warna kuning kan?]


Tanya Putri lucu, dengan pelafalan cadelnya yang masih belum jelas ke Uta. Gadis itu mau mewarnai matahari di langit.


"Yes yes. He ... he ... he ..." Jawab Uta mencium pipi geyal geyol gadis kecil di depannya. Meskipun berbahasa Inggris, gadis kecil itu tetap cadel. Dan Uta tak bisa menahan tawa untuk itu. Uta mendengar dari Annem, bahwa anak-anak selalu dibiasakan sedini mungkin untuk berbicara beberapa bahasa. Jadi meskipun masih cadel dan belum terlalu lancar, anak-anak akan selalu disupport pelan-pelan, hingga tiba saatnya nanti mereka lancar bicara bahasa asing tersebut.


"Tuta okey okey." Jawab Putri kemudian meraih crayon warna kuning. Bocah kecil itu langsung otomatis konsentrasi penuh mewarnai gambar mataharinya.


"Wkwkwk. Go .. go.." Ucap Uta menyemangati dengan kedua tangannya. Tanpa mereka berdua sadari, Alber sudah memperhatikan mereka beberapa menit yang lalu. Laki-laki itu terkekeh tanpa suara, khawatir dua orang yang sedang asik mewarnai tahu dirinya di sana.


"Tuta, what colol al the clouds? Blue?"


[Tuta, what color are the clouds? Blue? : Tuta, apa warna awannya? Biru?] Tanya Putri kembali ke Uta, setelah ia menyelesaikan mewarnai matahari.

__ADS_1


"Blue? The sky is of course blue. But the clouds are white." [Biru? Langit tentu aja warna biru. Tapi awannya putih] Jawab Uta meluruskan kebingungan Putri.


"BINGGO!!! Can I join you guys?"


[BINGGO!!! Boleh aku gabung dengan kalian?]


Ucap Alber tiba-tiba mengagetkan mereka berdua. Ia berjalan dengan gagahnya ke arah mereka. Putri tentu senang Alber pulang.


Berbeda Sedikit dengan Uta, jelas sekali ia sedikit kaget. Penampilan Alber sangat berbeda dari yang biasa ia lihat. Maklum saja tadi pagi saat Alber berangkat, Uta sedang di kamar mandi sehingga tak melihat Alber dengan tampilan jas keren.


"Yabel!!" Gadis kecil itu langsung berlari ke arah Alber dan memeluk laki-laki ber jas itu.


"Do you miss me?" [Apa kamu merindukanku?] Ucap Alber menggendong gadis kecil yang masih memeluknya erat. Alber sekilas melirik ke arah Uta, sembari masih memeluk Putri dalam gendongannya.


"So much." [Sangat] Ucap Putri jujur dengan suara gemas membuat Alber mencium pipi sepupu kecilnya itu.


"He ... he ... he ... what are you doing now?"


"We al doing something fun now."


[We are doing something fun now. : Kami melakukan sesuatu yang menyenangkan sekarang.] Jawab Putri menunjukkan buku-buku bergambarnya dan crayon set miliknya. Alber pun bergabung bersama duo mewarnai. Uta hanya geleng-geleng melihat kelucuan tingkah dua sepupu didepannya.


"Are you okay? Apa Putri nakal hari ini?" Tanya Alber kepada Uta sambil menatapnya, membuat gadis itu berhenti sejenak dari mewarnai buku bergambar. Kemudian menatap balik sang penanya.


"No .. Enggak sama sekali. Justru sebaliknya, dia nurut dan gak rewel sama sekali." Jawab Uta jujur. Mendengar itu Alber lega, sebab Putri beberapa kali rewel karena perubahan drastis ditinggal oleh Ayahnya dan saat ini Bundanya juga harus bekerja ke luar kota setiap kali weekend.


"Yabel, you al wlong."


[Yabel, you are wrong : Yabel, dirimu salah.] Percakapan Uta dan Alber terpotong oleh ucapan Putri, yang menegur hasil mewarnai Alber.

__ADS_1


"Really? Tell me."


[Sungguh? Kasih tau aku.] Tanya Alber balik, meminta bocah itu menjelaskan dimana letak kesalahannya.


"Dlagon fluit should be magenta, not pink."


[Dragon fruit should be magenta, not pink. : Buah naga seharusnya bewarna magenta, bukan bewarna pink.] Ucap Putri sambil menunjuk sebuah gambar di buku yaitu buah naga. Menurut bocah kecil itu, Alber telah keliru memilih warna dalam mewarnai buah naga di buku tersebut.


"Same right?" [Sama aja kan?] Ujar Alber yang berfikir warna magenta dan pink tak ada beda.


"Yabel No .. No.. This one is pink and that one is magenta, okey? Light Tuta?"


[Yabel No .. No.. This one is pink and that one is magenta, okey? Right Tuta? : Yabel bukan .. bukan .. Yang ini warna pink dan yang itu magenta, oke? Benarkan Tuta?] Jelas Putri sambil menunjuk dua buah krayon dengan berbeda warna, yang tergeletak di tengah-tengah mereka bertiga.


"That's right. Smart girl."


[Betul sekali. Gadis cerdas.] Ujar Uta mengacungkan dua jempolnya kepada Putri, lengkap dengan cengir lebarnya.


"He .. he .. he .." Alber tertawa geli melihat tingkah dua manusia gemas di hadapannya. Mau tidak mau ia menerima penjelasan tentang pink dan magenta.


"Aduh asik banget sih ini. He .. he .. he .. Tapi udah sore nih sayang. Tutanya mesti pulang dulu, besok dilanjut lagi ya sayang." Ucap Annem kepada keponakan mungilnya ini. Tentu saja Putri yang tadi tertawa ceria mendadak diam.


Bersambung ............


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Z \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_



__ADS_1


ZEROIND


__ADS_2