![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Tapi gimana caranya? Aku gak ngerti pakainya." Ujar Uta yang bingung, karena memang tak pernah tau caranya. Bahkan ini kali pertama ia melihat, jenis kamera seperti itu.
"Sini aku jelasin." Ucap Alber mendekat, untuk menjelaskan cara mengoperasikan kamera itu ke Uta. Parahnya, ia sibuk memberikan penjelasan pada kameramen dadakannya, saat kepala sekolah memberikan sambutan. Memang teladan sekali dua orang ini.
Saat Uta sudah mulai paham, datang seorang panitia mendekat dan memberi tau Alber, untuk bersiap mengiringi pertunjukan dari siswa-siswi Z1 untuk para wisudawan. Terlihat Alber mengangguk, pertanda ia mengerti. Panitia tersebut pun pergi, untuk koordinir yang lain.
"Udah bisa makeknya? Aku udah dipanggil perform nih." Tanya Alber kembali duduk, di samping Uta, seusai panitia meninggalkannya.
"Udah. Buruan kesana, entar kamu ditungguin." Ucap Uta, yang sudah mencerna semua penjelasan Alber tadi.
"Okeee..." Ucap Alber, mencubit pelan pipi chubby Uta.
"Alber ih .. Resek!!!" Protes Uta dengan suara pelan, tapi matanya melotot hampir keluar. Ia tak mau sampai perhatian orang-orang mengarah padanya, makanya berusaha tak berteriak.
"He .. he .. he .." Alber terkekeh karena berhasil mencuri cubit pipi chubby Uta. Ia kemudian bangkit dari duduknya dan menuju kebelakang panggung.
Alber sudah kembali naik ke atas paanggung dan duduk dibalik grand piano, di pinggir panggung besar itu. Jemarinya mulai menekan tuts piano di hadapannya, hingga menghasilkan nada-nada yang indah. Pemusik lain pun mengiringi, dentingan piano yang Alber mainkan.
__ADS_1
Bersama alunan musik, satu persatu siswa-siswi di panggil berurutan ke atas panggung, untuk pengesahan kelulusan. Uta hanya merekam sesaat saja, sebab penampilan yang wajib dia rekam adalah, penampilan Alber yang selanjutnya dalam rangka hiburan.
Pandangan Uta yang sedari tadi lebih banyak tersita pada Alber, mendadak terhenti saat melihat sosok Devina dan Felix naik ke panggung. Riuh suit suitan orang-orang mengiringi langkah mereka.
Bagaimana tidak, rasa-rasanya siapa saja pasti terpana, dengan dua insan tersebut. Felix adalah siswa berprestasi Z1 yang sering mewakili Z1 dalam berbagai perlombaan, mulai dari basket, olimpiade sampai dengan pertukaran pelajar ke Amerika. Disisi lain Devina adalah Puteri Z1, yang kecantikannya bahkan tak ada lawan. Bahkan mereka diberi penghargaan, sebagai perwakilan siswa-siswi terbaik di angkatan mereka.
Pasca menyalami kepala sekolah dan guru-guru, Devina yang notabene memang berjalan di depan Felix sedari awal, sengaja menghentikan langkahnya, menunggu Felix agar bisa berjalan berdampingan, saat berjalan menuruni panggung.
Putri Z1 itu bahkan tak malu-malu meraih lengan Felix, untuk dijadikan tumpuan ia berjalan. Senyum manis bak malaikat, tak henti menghiasi wajah cantiknya. Di sisi lain tak nampak sedikitpun penolakan, dari sisi Felix.
Selamat Kak, Kak Felix udah dapat yang Kak Felix mau. Kalian tampak sangat serasi. *Uta.
Entah perasaannya saja atau bukan, tatapan Kak Felix seolah sama seperti saat mereka bersama dulu. Tapi secepat kilat Uta tepis rasa itu, karena ia sadar dulu hanyalah sandiwara untuk sebuah taruhan. Tak mungkin tatapan itu memiliki arti apapun. Just acting semata. Uta kemudian memutus aksi pandang itu, dengan sengaja mengobrol arah Reta, Seto dan Sandi. Baginya Felix adalah masa lalu ,yang sudah tutup buku.
"Ta, kamu baik-baik aja Kak Felix sama ..." Tanya Reta tak enak hati. Dirinya sedari tadi, jelas melihat Devina dan Felix menaiki panggung. Ia juga kebetulan menangkap saat-saat Felix melihat ke arah Uta. Sejenak mengingatkannya pada Elma dan Edgar tadi. Sakit tapi tak berdarah.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
__ADS_1
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.
Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤
ZEROIND
__ADS_1