![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Tok ... tok ... tok ...
Tak lama terdengar sebuah ketukan pintu, membuat Uta buru-buru berjalan untuk membukakan pintu.
"Iya sebentar..." Ujar Uta agar Panji tak bingung menunggu.
"A ... A ... Alber?" Ucap Uta terbata karena kaget orang yang datang bukan Panji, tapi Alber. Senyum Uta yang tadi ramah terpancar, mendadak hilang seketika saat dirinya bertatapan dengan mata dalam seorang Alber.
Waktu rasanya berhenti berputar untuk Uta. Setelah lima tahun tak bertemu, kini Alber berada tepat di depannya. Laki-laki itu kini tampak sangat berbeda. Alber di depannya jauh berkali-kali lipat lebih tampan. Wajah yang memang sudah tampan dari sananya, kini jauh lebih tampan bak laki-laki dewasa.
Tubuh Alber yang sejak SMA memang sudah tinggi atletis, kini semakin berotot. Benar-benar tubuh impian setiap laki-laki, persis seperti seorang model perawakan bule. Setelan jas bewarna abu-abu gelap begitu pas membalut tubuh atletis itu. Kesan kharismatik penuh wibawa begitu kuat pada sosoknya.
Hanya satu yang tampak begitu berbeda. Wajah mulus Alber sewaktu SMA, kini sedikit ditumbuhi bulu halus di sekitar rahang tegasnya. Brewok tipis yang menambah kesan macho pada Alber. Uta sempat terpesona sesaat dengan mantan teman sebangkunya itu. Tapi rasa itu secepat kilat ia tepis. Dirinya sadar Alber milik Ayleen. Tak pantas rasanya jika dirinya mengagumi laki-laki milik orang lain.
"Selamat pagi. Saya kontraktor yang akan meeting dengan owner bangunan ini." Ucap Alber formal pada Uta dengan suara baritonnya. Uta mendengar kembali suara yang dulu sering ia dengar. Suara yang entah kenapa, saat ini terdengar sangat sexy berwibawa di pendengaran Uta. Kenapa dalam 5 tahun, orang bisa sangat berubah menjadi sekeren ini, takjub Uta.
__ADS_1
"Bagaimana bi ... bisa?" Uta masih mencoba mencerna hal ini. Sama sekali tak masuk akal sehatnya.
Bukankah Reta bilang kak Panji dari PT Cipta Teduh. Kenapa yang datang malah Alber. Bukankah Alber dari perusahaan raksasa Farabaks Group. Kenapa bisa Alber yang datang meeting kesini? *Uta
Uta bahkan kembali mengecek kartu nama Panji di chat yang Reta kirim. Ia kembali memastikan dengan kedua bola matanya, nama dan perusahaan apa yang tertera disana. Tak ada nama Farabaks Group yang tertera sama sekali disana. Lantas bagaimana bisa Alber yang datang untuk meeting pagi ini?
"Lebih tepatnya saya kontraktor yang diutus pak Panji untuk proyek ini." Ucap Alber tenang tanpa ekspresi.
"Apa anda pemilik bangunan ini?" Tanya Alber lagi. Uta hanya mengangguk mengiyakan. Ia merasa benar-benar canggung. Alber lalu masuk ke area yang rencananya akan di renovasi, melewati Uta yang masih berdiri di samping pintu. Gadis itu kemudian berjalan mengikuti Alber yang mulai mengamati area bangunan yang akan digarap.
"Maaf, tapi bisa anda bicara profesional saja. Itu ranah privasi saya. Tidak ada hubungannya dengan proyek ini." Jawab Alber dingin. Tak ada nada ramah sama sekali dalam sanggahannya terhadap Uta.
DEG ..........
Entah mengapa hati Uta mencelos saat Alber berkata seperti Itu. Ia merasa nyilu disudut titik hatinya. Meski ia juga mengakui, tak ada yang salah dengan ucapan Alber.
"Maaf, saya tidak bermaksud menyinggung ranah privasi anda. Saya mohon maaf sekali lagi." Ucap Uta meminta maaf pada Alber. Uta merasa ia memang harus meminta maaf jika menyebabkan lawan bicaranya merasa terganggu.
__ADS_1
"Nampaknya anda sudah mengerti." Ucap Alber dengan suara rendah namun terdengar begitu tajam ditelinga Uta. Gadis itu mengangguk mengiyakan perkataan Alber.
"Kalau begitu kita langsung saja untuk memeriksa area ini, layak renov atau harus dibongkar dari awal." Ucapnya dingin.
"Ya anda benar. Silahkan tuan Alber." Ucap Uta datar sesuai yang Alber mau. Ia tak lagi menggunakan bahasa santai, melainkan bahasa formal. Uta mencoba mengesampingkan perasaan tak nyamannya. Ia sadar, saat ini mereka dipertemukan atas dasar profesionalitas semata.
Alber didepannya bukanlah Alber yang dulu. Sosok di depannya sekarang begitu dingin, jauh dari kata hangat dan ramah. Tak ada satu pun senyum yang terpancar dari laki-laki di depannya ini. Sangat berbeda dari Alber yang selama ini ia kenal.
Rasanya kamu bukan Alber yang kukenal. Kamu bukan Alber Syargan Farabaks. *Uta
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
❤
ZEROIND
__ADS_1