![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Ujian semester dimulai.
Minggu ujian semester dimulai. Tempat duduk diatur berdasarkan abjad, dengan formasi kursi dan meja diatur oleh pihak sekolah. Uta dan Alber otomatis duduk terpisah jauh, mengingat abjad awal nama mereka juga bagai timur dan barat.
Alber duduk di kursi bagian depan, sementara Uta duduk paling belakang. Alber duduk di samping Ayu. Ia dikepung cewek-cewek, sebab di sekitarnya kaum hawa semua. Posisi Edgar berada dibagian tengah, dekat area dinding pintu keluar kelas, lumayan jauh juga dari bangku Uta. Beruntung Reta duduk tepat di bangku depan Uta. Sementata ia duduk di samping Seto, fans beratnya.
Hari pertama ujian ada 3 mata pelajaran yang di ujikan, Agama, PKn dan Bahasa Indonesia. Khusus hari ini, ujian dilakasanakan 3 mata pelajaran langsung, sementara hari seterusnya hanya 2 mata pelajaran saja. Mungkin itu sebabnya, hari ini yang di ujikan tak ada yang butuh hitung menghitung.
Bu Stevi memasuki ruangan, 10 menit sebelum ujian dimulai. Beliau memerintahkan seisi kelas, untuk memasukkan seluruh buku dan alat tulis ke dalam tas. Beliau hanya memperbolehkan pensil 2B, penghapus dan rautan, masing masing 1 buah saja di atas meja, selebihnya masuk ke dalam tas. Selanjutnya beliau meminta masing masing siswa, membawa tas mereka untuk di simpan ke loker belakang. Semua siswa langsung bergegas bangkit dan menjalankan instruksi Bu Stevi selaku pengawas. Bukan tanpa alasan, Z1 memang terkenal ketat akan peraturan dan hal ini sudah menjadi tradisi di Z1 sejak lama. Seluruh siswanya pun sudah paham betul.
Uta membiarkan siswa lain, terlebih dahulu meletakkan tas mereka ke dalam loker. Ia sengaja tak ingin terburu-buru kesana, karena tak mau berdesakan dengan yang lain. Saat ia lihat sudah banyak yang balik ke meja masing masing, barulah Uta berjalan ke loker belakang. Ia langsung membuka loker kepunyaannya, lalu meletakkan tasnya disana. Saat akan menutup pintu loker, ia dibuat kaget oleh seseorang.
"Semangat ujiannya." Bisik Alber di telinga Uta dengan sengaja mensejajarkan tinggi badannya, membuat gadis itu salah tingkah. Ia khawatir siswa lain melihatnya kemudian salah paham. Gadis itu hanya menggeleng dengan tatapan kesal, karena merasa di isengi Alber. Ia berjalan ke bangkunya tanpa mengatakan apapun, sementara Alber tersenyum tipis hampir tak terlihat. Indra pengelihatannya dapat menangkap jelas, Uta yang sempat salah tingkah tadi.
Ujian dimulai tepat saat bel tanda ujian dibunyikan. Bu Stevi selaku pengawas tak diam di tempat. Beliau selalu saja berjalan mengitari para siswa yang sedang fokus dengan soalnya masing-masing. Tak ada tindak tanduk yang mencurigakan, semuanya tampak tenang terkendali. Mata pelajaran yang di ujikan hari ini tergolong mudah, mungkin jadi faktor terbesar ketenangan itu terjadi.
60 menit berlalu, Bu Stevi mempersilahkan bagi siswa yang sudah selesai mengerjakan soal, bisa meletakkan soal dan jawaban posisi terbalik di atas meja dan meninggalkan ruangan. Satu persatu siswa meninggalkan kelas karena sudah selesai, termasuk Alber dan Edgar. Tak sampai waktu akhir, di menit 75 semua sudah selesai. Bu Stevi mengumpulkan semua soal dan jawaban, lalu meninggalkan kelas. Kelas XI IPA-2 istirahat lebih awal hari ini.
Uta memilih untuk kembali ke kelas dan mengeluarkan tasnya dari dalam loker. Tak lama Reta masuk ke dalam kelas, juga langsung mengambil tasnya dari dalam loker.
"Loh Re, Edgar mana? Lo gak bareng Edgar?" Tanya Uta ke Reta yang memang biasanya, selalu mengekori Edgar ke manapun.
__ADS_1
"Gak usah dibahas deh!" Ucap Reta dengan raut wajah mendadak berubah bete. Uta seketika langsung paham, dua sahabatnya itu kemungkinan kembali bertikai, mengingat mereka terlibat dalam cinta segitiga yang bikin pusing tujuh keliling. Uta pun mengangguk, pertanda ia tidak akan membahas Edgar sesuai keinginan Reta.
"Iya gak usah dibahas, mending bahas Aa Seto." Ucap Seto yang juga baru mengambil tas di loker. Ia kemudian berjalan, menuju ke tempat duduknya, yang berada tepat di samping Uta.
"Uhuk ... uhuk ..." Uta sampai terbatuk mendengar kata 'Aa Seto'.
Alamat adu mulut nih. *Uta
"Bisa diem gak lo? Siapa juga yang mau bahas lo!" Ujar Reta ketus, tak sama sekali pakai ilmu basa basi. Seto yang memang terang terangan menaruh hati ke Reta, tak sungkan untuk mencandai wanita pujaannya itu. Masalahnya, Reta suka kesal atas kelakuan Seto, sebab memang hatinya sudah tertaut pada Edgar. Jadilah Reta dan Seto, selalu saja bertengkar tiap kali berinteraksi.
Nah, apa gue bilang. *Uta
"Galak amat neng!!? Hati hati loh, dari benci entar jadi cinta." Goda Seto lagi, sembari duduk di kursi samping Uta. Ia sama sekali tak menghiraukan kejutekan Reta barusan.
"Coy .. coy ..." Ujar Reta, mengetok ngetok kepalan tangannya ke permukaan meja.
Uta juga terkekeh melihat kelakuan mereka. Dirinya tak bisa menahan tawa, sebab Reta dan Seto selalu kocak berbalas kata. Susah untuk tidak tertawa, jika berada diantara keduanya.
Andai saja, Reta juga punya perasaan yang sama terhadap Seto, pasti jalan ceritanya akan berbeda. Reta tak akan merasa patah hati dan putus asa karena diabaikan Edgar. Tapi perasaan tak mungkin bisa diatur. Jika bisa, tak akan ada manusia yang merasakan luka akibat patah hati.
"Mending makan biar gak emosi. Seseorang bilang ke gue, kalau perut kosong bisa banget bikin orang jadi gampang emosi. Makan guys!" Ucap Alber yang datang membawa paper bag, berisi cemilan dan minuman yang ia beli dari mini store sultan. Diletakkannya paper bag itu ditengah-tengah meja Uta dan Seto.
Alber kemudian duduk di bangku samping Reta, namun dengan cara menghadap kebelakang. Sehingga mereka berempat saling berhadap hadapan. Seto dan Uta, berhadapan dengan Reta dan Alber. Tak lupa Alber mempersilahkan untuk makan dan jangan sungkan mengambil cemilan yang ia bawa.
__ADS_1
"Pantes aja lo Ber jadi incaran cewek cewek seantero Z1. Udah fisik bagus, muka menunjang, otak jenius, harta melimpah, dermawan pula. Cerah masa depan bini lo kelak." Ujar Seto ceplas ceplos, sambil mencomot sekaleng minuman bersoda.
Wanita beruntung itu bernama Ayleen. *Uta
Bersambung ............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.
Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
__ADS_1
❤
ZEROIND