Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
47. Mengulang Waktu


__ADS_3

Author POV


"Lo pulang aja duluan Re. Gue tungguin sahabat lo, gak lama bangun pasti." Ucap Alber memberikan solusi atas kegalauan Reta. Reta tampak berpikir sesaat, menimbang nimbang jalan tengah yang Alber tawarkan.


"Titip nih anak ya Ber, gue pulang duluan." Ucap Reta akhirnya. Menurutnya ini solusi yang paling baik. Uta yang masih tertidur akan ditunggui Alber dan tidak mungkin Alber akan bisa macam-macam pada sahabatnya, sebab di setiap sudut Z1 ada CCTV yang mengawasi. Di sisi lain, Papanya juga tidak akan terlambat menghadiri meeting penting.


Reta yang memutuskan menitipkan Uta yang sedang terlelap tidur ke Alber, berjalan keluar dari ruang kelas. Dari segala arah, anak anak Z1 berhambur ingin pulang secepatnya ke tujuan masing masing. Hanya ada beberapa siswa yang terlihat santai dan hanya mengamati anak anak lain pulang dengan segala tingkahnya. Dapat Reta kira, mereka mungkin siswa yang hari ini ada ekskul tambahan.


Terkhusus ekskul di Z1, tak semua jadwal teratur di hari yang sama. Ada beberapa ekskul yang pengajarnya guru dari luar, sehingga jadwal menyesuaikan antar guru dan murid. Bahkan pernah ada mereka ekskul di wekeend. Si guru bahkan berinisiatif mereka menjalankan ekskul outdoor, misalnya di cafe atau di taman terbuka.


Baru berjalan beberapa langkah, sebuah pemandangan yang ia lihat mampu membuat hatinya tertohok dalam. Pemandangan yang membuat langkah Reta otomatis berhenti. Di depan kelas 2 IPS-1, terlihat Edgar sedang bersama Elma disana. Ya kelas 2 IPS-1 merupakan kelas Elma, Putri Z1 sekaligus wanita yang merupakan gebetan dari Edgar.


Elma begitu cantik walau tanpa make up. Pancaran kecantikan benar benar terpatri indah di wajahnya. Rambut hitam panjang miliknya, terurai indah tanpa mesti dihiasi hal yang macam macam. Benar-benar menambah kecantikan seorang Putri Z1.


Terlihat jelas oleh Reta, bagaimana Edgar memperlakukan Putri Z1 tahun angkatannya itu dengan penuh perhatian. Persis bagaikan seorang pangeran memperlakukan seorang putri istana. Edgar bahkan membawakan box besar yang awalnya Elma bawa. Tampaknya ia tak rela seorang Elma membawa beban berat.

__ADS_1


Edgar mempersilahkan Elma untuk berjalan bagaikan seorang VIP istimewa. Edgar kemudian berjalan disampingnya dengan sebuah box agak besar di kedua tangannya. Elma tampak tersipu malu, karena perlakuan manis Edgar padanya.


Belum lagi banyak siswa Z1 yang memperhatikan mereka. Dalam sekejap mereka menjadi pusat perhatian disana. Hal itu tal bisa dihindari. Siapa yang tak tau Putri Z1, semua anak Z1 sudah pasti tau. Bahkan angkatan yang lalu lalu saja, akan selalu update siapa yang mendapat gelar itu.


Disisi lain, Edgar adalah atlet basket andalan Z1. Ia adalah pentolan dari tim basket sekolah. Karirnya terhitung mentereng, sebab Edgar sudah masuk tim basket inti Z1 sejak tahun pertama dirinya bersekolah disana. Padahal biasanya, siswa kelas 1 hanya akan masuk bangku cadangan. Nanti saat kelas 2, barulah diperbolehkan seleksi untuk masuk tim inti basket Z1. Tapi skema itu dimentalkan oleh seorang Edgar. Skill yang luar biasa yang Edgar miliki, tak bisa di kesampingkan pelatih.


Hal itu yang membuat Edgar dan Elma dalam seketika menjelma menjadi idola Z1. Dan saat ini, kedua idola Z1 itu terlihat dekat bahkan seperti lebih dari sekedar teman. Sudah bisa dibayangkan, betapa hebohnya anak anak Z1 yang lain.


Mereka berjalan bersama menuju mobil milik Edgar berada. Bodohnya Reta, meski tau hatinya akan teriris, dirinya tetap saja berjalan mengikuti sepasang idola Z1 dari jarak tertentu.


Reta melihat dengan jelas, Edgar yang terlebih dahulu memasukkan box besar milik Elma ke dalam bagasi mobilnya. Baru setelah itu, dengan sigap Edgar membukakan pintu mobil untuk Elma masuk dan menutup kembali pintu mobil tersebut, setelah memastikan gadis itu duduk dengan nyaman di bangku samping kemudi.


Senyum yang selalu mengembang di wajah sahabat yang membuatnya jatuh cinta itu, membuat Reta menelan pahitnya kenyataan. Edgar benar-benar jatuh cinta kepada Elma.


Caranya menatap Elma penuh sorot cinta. Caranya memperlakukan Elma membuat siapapun yang melihatnya pasti tahu, bahwa Edgar mencintai wanita itu.

__ADS_1


Sejujurnya ingin rasanya Reta men-support Edgar untuk mengejar kebahagiaannya, tapi apa daya ia terbelenggu dengan perasaan cinta yang terlalu dalam kepada Edgar. Cinta memang tak bisa ditebak, jatuh kepada siapa? Dan datang di saat kapan? Tak ada bisa mengatur, selain sang pemilik hati, Tuhan Yang Maha Esa.


Andai bisa memilih, Reta ingin sekali mengulang waktu. Memutar kembali waktu ke masa itu. Masa ia pertama kali bertemu dan kenal dengan Edgar. Ia akan menjaga sekuat tenaga, agar hatinya tak jatuh cinta pada laki- laki itu. Terlalu rumit cinta yang bertepuk sebelah tangan. Menyukai seseorang yang tak menyukai kita.


Ditambah lagi orang yang disuka adalah sahabat sendiri. Makin susah jika ingin move on. Interaksi yang terlampau sering, membuat hati tak bisa dengan cepat melupakan orang itu. Asa terus menerus di pupuk, meski tau kisah ini tak akan ada harapan.


Pasang surut hati berulang ulang layaknya kaset rusak. Hancur berkeping keping, lalu sengaja menata kembali puing puing itu, agar hati utuh kembali. Merasa baik baik saja, meski sebenarnya rapuh serapuh rapuhnya. Terlalu rapuh malah.


Lelah? Jangan ditanya lagi. Sangat lelah. Ingin rasanya ia jadi sekuat batu karang. Tak hancur dan tetap kokoh meski selalu dihantam ombak. Tapi apa daya, dirinya hanya perempuan biasa. Tak sekuat karang di lautan.


Dengan langkah gontai Reta berjalan menuju gerbang sekolah, tempat dimana Papanya sudah menunggu dirinya. Ia tak ingin sampai Papanya terlambat meeting karena dirinya. Dengan cepat wajah sedih tadi ia rubah seceria mungkin, agar sang Papa tak tahu kegundahan anaknya.


Bersambung ............


_____________ Z _____________

__ADS_1



ZEROIND


__ADS_2