Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
113. Seperti Dulu


__ADS_3

Lanjutan Flashback


Alber POV


"Alber semangat, jangan gugup." Ucapnya.


DEG


Hatiku terasa nyilu, saat Uta berkata seperti itu. Fix, dia sudah salah paham tentangku. Satu sisi aku sedih, sebab Uta benar-benar salah paham. Tapi di sisi lain, aku melihat dia bersikap biasa saja mengetahui Ayleen ada disini.


Tak ada kecemburuan sama sekali di dirinya, berbeda sekali dengan aku yang sudah hampir gila kemarin. Dengan Uta bersiksp biasa saja sekarang, itu jauh lebih menyesakkan untukku. Itu berarti Uta tak memiliki perasaan apapun terhadapku.


Terlintas kembali, ingatan saat ia bersama Felix kemarin. Mungkinkah gadis dasi masih menyukainya? Apakah dia belum bisa move on sampai saat ini? Apakah mereka sudah balikan? Kenapa dia biasa saja dengan kehadiran Ayleen. Apakah aku tak punya harapan sama sekali? Aaarrrggghhh ... Mood yang semalam sudah membaik, seketika menjadi buruk kembali.


Dengan berat hati kulakukan yang Babam perintahkan. Mengecek renovasi rumah Ayleen dan memperlihatkan apartemen keluarga, untuk Ayleen tinggali sementara jika ia merasa cocok. Aku bertekad sehari ini, 2 tugas itu harus kuselesaikan, jangan ada besok-besok lagi. Sama halnya Babam meminta perihal tersebut padaku, akupun meminta sesuatu hal dari Babam.


Aku meminjam salah satu koleksi mobil Babam di garasi. Terserah mobil apa yang dipinjamkan, yang jelas aku tak ingin memakai si hitam kesayanganku. Hanya satu alasan kenapa aku tak rela memakai si hitam hari ini, wanita pertama yang menaiki si hitam adalah Uta dan aku ingin seterusnya juga begitu. Bukan Ayleen atau perempuan yang lain. Hanya Uta.


Perasaan dilema dan sedih menggelayuti ku saat berpamitan pergi. Dilema, sebab Putri ingin mengantarku sampai depan, menarik tangan Uta agar ikut menemaninya juga. Kenapa Uta harus melihat aku dan Ayleen pergi berdua. Bagaimana kalau ia semakin salah paham.


Ditambah lagi, Ayleen bertingkah seolah-olah kami hendak pergi berkencan sebagai pasangan. Aaarrgggg..!!!! Makin runyam ini semua. Semoga saja ada kesempatan untuk aku meluruskan kesalah pahaman ini, pada gadis dasi.

__ADS_1


Tapi di sisi lain aku merasa sedih, karena tampaknya Uta biasa saja dengan kepergian kami. Meski ia tak berkomentar apapun, tapi tak ada tanda-tanda kecemburuan sama sekali. Awan yang cerah rasanya juga terasa mendung, karena menertawakanku siang ini.


_____________ Z _____________


Alber POV


Aku menyetir ke tujuan yang pertama, yaitu mengecek progress renovasi rumah Ayleen. Tak ada perbincangan yang berarti selama di perjalanan, hanya ada obrolan tipis-tipis standar.


Setibanya di depan rumah yang akan dihuni oleh Ayleen nantinya, aku langsung turun dan memantau keadaan secara teliti. Tampak beberapa pekerja, yang sedang mengerjakan tugasnya masing-masing.


Pak Fuad selaku pekerja senior, akhirnya mendampingiku berkeliling melihat keadaan rumah secara menyeluruh. Ia menyampaikan beberapa kendala yang ada, lalu aku berikan solusi, sekiranya aku tahu penyelesaiannya.


Ternyata berkali-kali Babam menyuruhku, memantau proyek milik Farabaks group, ternyata sangatlah bermanfaat. Sebagian besar problem yang ada dapat kutangani, dengan memberikan arahan yang tepat, untuk Pak Fuad dan anggotanya.


Selama aku fokus mengevaluasi rumah, Ayleen tampak selalu memperhatikanku. Beberapa kali mata kami bertemu, Ayleen selalu melemparkan senyum kepadaku, tapi anehnya aku sama sekali tak tertarik membalasnya. Mungkin jika itu dulu, aku bisa saja merasakan perasaan yang berbeda.


Merasa aku sudah selesai di tujuan pertama ini, ku putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan kedua, agar rutinitas hari ini cepat selesai. Toh aku sudah mengantongi laporan kondisi terkini pengerjaan rumah Ayleen, yang nanti akan ku sampaikan pada Babam.


Tapi diluar prediksiku, Ayleen minta untuk diantarkan ke butik, untuk membeli beberapa pakaian dengan brand khusus, yang katanya biasa ia pakai. Tak ingin ribet, aku mengikuti saja keinginannya. Rupanya tak ingin ribet itu harus kubayar, dengan menunggunya selama 3 jam lamanya.


Belum selesai sampai disitu, Ayleen mengatakan ingin mencari cemilan untuk menemaninya mengisi waktu di hotel. Maka kami ke salah satu departement store terbesar, yang kemungkinan isinya paling lengkap.

__ADS_1


Apesnya, antrian cukup panjang mengingat ini hari weekend. Sekitar 1 jam lebih, baru kami bisa keluar dari pusat perbelanjaan itu. Kuputuskan untuk mengisi perut dulu, karena kami belumlah makan siang sejak pergi tadi. Beruntung restoran yang Ayleen pilih, tak jauh dari departement store.


Selesai makan akhirnya kami pergi ke apartemen milik Babam. Kami pergi ke sana agar Ayleen bisa menentukan cocok atau tidak dirinya tinggal di sana, sambil menunggu renovasi rumahnya rampung.


Setibanya di unit yang dituju, Ayleen tampak terpukau dengan apartemen itu. Berkali-kali ia memuji bagaimana penataan berbagai sudut ruangan, terlebih ini tak menggunakan design interior, melainkan Annem langsung yang memilih dan mengatur penataannya.


Dia banyak bertanya ini itu, yang ku jawab seadanya saja. Sampai tiba-tiba dia memelukku secara sepihak. Aku yang tak menduga Ayleen memelukku, jelas tak bisa mengantisipasi hal itu.


Aku berusaha melepas pelukannya, namun Ayleen malah memelukku semakin erat. Gadis itu bilang ingin dekat denganku seperti dulu. Seharusnya dia menilai realita yang ada, sebab apa yang di lakukannya, berbeda dengan apa yang dia ucapkan.


Dia yang mengabaikan pesanku, tak membalasnya dan mengaku sibuk, sampai-sampai beralasan kehilangan handphone. Saat di Bali pun kami sangat dekat hanya saat masih SD saja, namun mulai dari pertengahan SMP entah apa alasannya, Ayleen dan aku mulai renggang. Lalu kenapa mengungkit-ungkit kedekatan kita lagi? Kedekatan apanya?


Mendengar ucapannya yang makin ke mana-mana, kudorong sedikit keras kedua bahunya, agar pelukan ini terlepas. Aku pergi meninggalkannya terlebih dahulu, terserah dia mau marah atau tidak.


Kulaksanakan tugasku yang terakhir, yaitu mengantarnya pulang, dan itu kulakukan dengan baik. Ayleen sempat menawari singgah sebentar, tapi aku menolaknya. Aku memilih langsung pulang.


Flashback ends


Bersambung .............


_____________ Z _____________

__ADS_1



ZEROIND


__ADS_2