![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Keluarga besar Uta dan Alber sedang sarapan bersama pengantin baru, di pagi menjelang siang ini. Aneka menu terhampar sepanjang meja.
Tak ada yang aneh dengan group laki-laki. Namun, suasana itu berbeda di group perempuan. Syiba dan Reta saling sikut menyikut memberi kode. Mereka cekikikan berbisik-bisik menatap Uta. Untung Annem dan Mamah Celine duduk agak jauh dari mereka.
Uta yang sudah parno sejak dikamar, menjadi semakin salah tingkah karena malu.
"Kak Syiba sama Reta bahas apaan sih? Dari tadi bisik-bisik terus." Ucap Uta, tak tahan lagi dengan rasa keponya.
"Ini loh Ta, bolu lukis. Coraknya cantik banget. Ya kan Re?" Jawab Syiba menunjuk sebuah piring, berisi bolu lukis lembut dengan banyak corak diatasnya.
"Parah, best. Semacam signature lah. Iya kan bestie?" Jawab Reta senyam-senyum melihat Uta.
Blush ... Pipi Uta rasanya panas seketika. Mungkin ia biasa saja saat Syiba bicara, tapi tidak saat Reta yang berucap. Ia sudah hapal betul gelagat sahabatnya itu.
Tuh kan, bener. Apa aku bilang!! *Uta
"I ... Iya." Jawab Uta dengan pipi merona, membuat Reta dan Syiba menahan tawa.
Selesai sarapan Uta dan Alber berpamitan ke keluarga besar, karena rencananya dari hotel akan langsung ke bandara. Keluarga mereka juga akan meninggalkan hotel hari ini.
"Selamat happy-happy." Ucap Syiba saat Uta memeluk kakak iparnya untuk berpamitan. Uta hanya mengangguk mengiyakan.
"Happy honeymoon, ditunggu road to ponakan baru aku. Eh lupa, udah on the road deh. Wkwkwkwkw." Ucap Reta asal meluncur tanpa di saring dulu.
Blush .... Pipi merah hati jedag-jedug. Uta kehabisan kata menjawab godaan mereka. Pasti karena baju turtle neck dan cardigan ini yang membuat mereka menerka-nerka.
..._____________ Z _____________...
Mereka berdua honeymoon dikawal oleh Baris. Asisten Alber yang akan memenuhi segala keperluan bosnya selama honeymoon. Mereka pergi ke Bali dengan privat jet keluarga Farabaks.
__ADS_1
Alber benar-benar menjaga Uta, sebab ini pertama kalinya wanita itu menaiki privat jet. Anehnya, Uta bilang ke suaminya kalau ia sangat gugup, membuat Alber jadi tertawa.
Laki-laki yang sudah biasa bepergian dengan privat jet untuk perjalanan bisnis, tentu merasa perkataan istrinya sangat lucu. Menurutnya, pesawat komersil maupun privat jet tak jauh berbeda. Tetap ada plus minusnya. Yang paling penting kan sampai dengan selamat.
"Sayang kenapa? Masih takut?" Tanya Alber, karena tadi Uta sempat takut saat pesawat take off. Ditanya sang suami, Uta lantas menggeleng.
"Terus?" Tanya Alber lagi. Laki-laki itu kemudian memeluk Uta, lalu mencium bibir candu istrinya.
"Sayang, ada Baris." Bisik Uta di telinga Alber, karena Baris duduk tak jauh dari mereka. Uta tentu malu dan tak enak dengan asisten Alber.
"Baris gak melihat dan mendengar apa-apa? Bukan begitu Baris?" Ucap Alber dengan santainya. Ia tak sama sekali melonggarkan pelukannya.
"Benar tuan, nona." Jawab Baris sepaham dengan perkataan Alber. Uta sampe bingung dengan dua laki-laki ini. Baris bahkan tak bergeming dari layar tabnya.
"Kenapa sih?" Tanya Alber lagi, karena tadi belum mendapat jawaban Uta.
"Aku lagi malu." Jawab Uta singkat. Alber masih menunggu gadis chubby itu menyelesaikan kalimatnya.
"Tenang aja, Abla tuh pelupa. Lusa juga udah ga inget." Ucapnya mengingat salah satu kebiasaan Syiba.
"Iya juga ya. Reta juga gak ember sih orangnya." Pikir Uta lagi.
"Ya udah, gak usah dipikirin lagi. Lagian, mau aku melukis atau enggak, tetep bakal diledekin. Namanya juga kita pengantin baru, udah pasti di ospek begitu." Jawab Alber menghibur istrinya. Uta berpikir sejenak.
"Masya Allah. Jenius banget suami aku." Ucap Uta setuju dengan pemikiran suaminya. Dielusnya rahang tegas pria tampan itu.
"Makin sayang gak?" Goda Alber pada istrinya.
"He em." Ucap Uta mengangguk imut.
"He ... he ... he ..." Alber terkekeh gemas mencium pipi kesayangannya. Dia senang Uta bukan tipe perempuan yang ribet dan senang memperpanjang masalah. Malahan istrinya itu tergolong simple.
__ADS_1
Sekitar 2 jam di udara, barulah privat jet mereka landing di Bali. Alber senang karena istrinya itu terlihat happy. Uta bahkan sangat antusias dengan pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Bali.
Suasana Bali yang kental dengan budaya begitu terasa, bahkan sejak dari bandara di pijak. Rasanya mata dan telinga dimanjakan dengan segala hal khas yang Bali punya.
"Bali keren banget. Berasa banget punya warnanya sendiri." Ucap Uta dengan mata berbinar-binar, membuat Alber ikut happy.
"Seneng?" Tanya Alber.
"Banget. Gak sabar explore Bali." Jawabnya langsung suka dengan tanah kelahiran suaminya itu. Selama ini ia hanya bisa melihat Bali lewat televisi dan media sosial.
"Aku juga gak sabar ekplore kamu." Ucap Alber.
"Sayang..!!! š”" Protes Utaš¤.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cheese Palm Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.
Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode diatas.
Novel+Cookies \= Experience Yang Luar Biasa
__ADS_1
⤠ZEROIND