Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
110. Aku Yakin


__ADS_3

Lanjutan Flashback


Alber POV


"Please izinin aku, peluk kamu sebentar aja." Terdengar suara Felix dengan intonasi lembut.


Hatiku rasanya dihantam palu gada, saat aku melihat Felix memeluk gadis dasi. Gejolak amarah yang meledak, membuatku seketika ingin menerjang Felix agar pelukan itu terlepas. Tapi aku sadar, Uta bukan milikku. Aku tak punya hak apapun untuk memisahkan mereka.


Rahangku mengeras, kepalan tanganku bahkan sampai membuat buku-buku jariku memutih. Hatiku bagai terbakar, melihat pemandangan di depan mataku. Felix bukan hanya meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu, tapi juga mengatakan perasaan dan isi hatinya pada Uta. Sementara Uta masih terdiam di pelukan Felix.


Ingin rasanya aku berjalan masuk ke sana, menghajar Felix karena memeluk Uta tiba-tiba, dan berganti menarik Uta ke pelukanku. Tapi apa daya, aku sadar tak punya hak untuk itu. Aku bukanlah kekasih atau pasangan Uta, melainkan hanya teman. Merasa hatiku benar-benar hampir kehilangan kendali, aku memilih pergi menjauh.


Aku memilih pergi dari sana, karena tak mampu menerima kenyataan, andai kata kemungkinan terburuk terjadi. Yaitu, mereka memutuskan balikan.

__ADS_1


Aku turun ke lantai 1 dan berjalan menuju ke parkiran, tempat si hitam berada. Masa bodohlah acara belum selesai. Aku tak ingin berlama-lama di sini lagi, terlalu sesak rasanya. Untungnya, tugasku sebagai pianis dadakan sudah kuselesaikan dengan baik.


Ditengah jalan Bu Melati memanggilku. Beliau memuji penampilanku tadi, sekaligus memperkenalkan 2 orang guru kontrak kesenian Z1, yang biasa menangani pentas drama dan pagelaran musik khususnya yang Z1 ikut berpartisipasi.


Ku respon perkenalan itu dengan sopan. Beliau-beliau kompak memberikan pujian atas penampilanku tadi. Bahkan beliau menyarankan aku, untuk ikut saat Z1 mengikuti perlombaan piano. Aku hanya menjawabnya bahwa, aku belum terpikir untuk itu.


Saat guru masih bicara, kulihat Uta berdiri tak jauh dari kami. Ia sepertinya menungguku selesai bicara dengan para guru, untuk mengembalikan kamera padaku. Tak seperti biasanya, kali ini aku memutus pandangan deluan darinya.


Entah mengapa, hatiku merasa gusar mengingat apa yang terjadi. Saat Bu Melati dan 2 guru lainnya pergi, Uta berjalan mendekat kepadaku. Aku melihatnya tersenyum padaku, namun entah kenapa hatiku malah terasa pedih.


Ia lanjut mengembalikan mini kamera padaku, karena aku tak merespon pertanyaannya. Ku ambil kamera itu dengan ucapan terima kasih singkat. Uta bahkan menawari 2 botol minuman berbeda, karena mengira kediamanku karena faktor lelah. Kutolak singkat tawaran tersebut dan langsung pamit meninggalkannya. Kudengar dari jauh ia masih mengingatkan ku, untuk hati-hati saat pulang.


Perasaan bersalah seketika merayapi hatiku. Aku merasa jahat bersikap seperti itu ke Uta. Sama sekali tak ada niat untuk mendiamkan atau menyakitinya, hanya saja aku tak tau harus merespon bagaimana sekarang. Moodku benar-benar buruk saat ini, dan diam adalah pilihan terbaik yang kupilih.

__ADS_1


Sesampainya di rumahpun, moodku masih tetap buruk. Berenang rupanya tak mampu membuat pikiranku lebih baik. Ingatanku kembali saat Felix memeluknya, Uta memang sempat tak menerima perlakuan itu, tapi Felix membujuknya dan akhirnya ia luluh.


Apa kamu masih mencintainya Ta? *Alber.


Aku pikir, hanya rasa yang masih ada di hati Uta, yang bisa membuat ia luluh saat Felix memeluknya. Mengingat bagaimana Felix menyakitinya di masa lalu, mustahil rasanya pelukan itu bisa terjadi.


Lebih parah lagi, membayangkan mereka kembali bersama, membuat moodku semakin buruk. Jujur aku bingung akan perasaanku saat ini. Selama ini aku memang suka menjahilinya, karena bagiku reaksinya selalu saja lucu dan menyenangkan.


Berinteraksi dengannya membuat perasaanku juga selalu nyaman. Tapi jujur, aku tak pernah berpikir aku punya perasaan lebih padanya. Terlebih selama ini, aku pikir aku menyukai Ayleen. Sampai peristiwa tadi nyatanya membakar hatiku. Kini aku yakin, aku sudah jatuh hati pada gadis dasiku.


Bersambung .............


_____________ Z _____________

__ADS_1



ZEROIND


__ADS_2