Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
129. Mengalihkan Duniaku


__ADS_3

Author POV


"Mas bule ganteng, saya boleh izin cium mas bule gak? Saya lagi hamil, terus ngidam pengen cium mas bule ganteng. Boleh ya ..." Tanpa mereka duga, seorang ibu hamil mendatangi mereka bertiga.


Putri yang juga kaget dengan si bumil, lantas bersembunyi di balik Tutanya. Uta yang peka bocah kecilnya takut, langsung memegang tangan bocil agar anak itu lebih tenang. Dan benar saja, bocah kecil itu jadi tenang dan tak menangis. Ia merasa aman bersembunyi di samping Uta.


Ibu hamil dengan perut lumayan besar, datang bersama anak laki-lakinya, yang kira-kira usianya tak jauh berbeda dari Putri. Tanpa di komando, beberapa pengunjung lain kompak memperhatikan ke arah Uta, Alber, Putri dan Ibu hamil serta anaknya.


Selain telinga mereka tak sengaja mendengar perkataan bumil tadi, mata mereka juga teralihkan oleh pakaian gonjreng dan make up menor bumil itu. Entah apa yang mereka pikir, tapi yang jelas nonton saja dulu biar gak ketinggalan berita. Kebiasaan orang pada umumnya.

__ADS_1


Perut memblendung bumil itu, tertutup oleh dress panjang warna merah menyala. Bukan merah muda ataupun merah tua alias merah maroon, melainkan merah menyala cabe membara. Benar-benar warna yang jarang dipilih kebanyakan orang. Butuh keberanian dan keteguhan hati untuk memakainya di depan umum.


Tak sampai di situ, bumil tersebut memakai hijab warna kuning stabilo, yang kilaunya melebihi sinar mentari. Warna itu pun senada dengan alas kaki dan tas yang beliau pakai. Nampaknya bumil satu ini memiliki kadar pede di atas rata-rata. Inilah definisi dari, bumil mengalihkan duniaku.


Selesai urusan fashion, mata setiap orang juga langsung tertuju pada wajah paripurna beliau. Bagaimana tidak, alas bedak beliau begitu tebal, sampai-sampai tangan dan wajah beliau warnanya bagaikan bumi dan langit. Untung saja beliau berhijab, sehingga warna leher beliau tidak lagi di pertanyakan.


Itu baru urusan alas bedak kawan. Eye shadow dan blush on beliau pun, tak kalah mentereng. Bewarna Pink, se-pink hatimu. Alis beliau pun fenomenal karena sangatlah tebal, namun bukan bulu asli yang tumbuh disana, melainkan goresan sang pensil alis. Dan percayalah kawan, warnanya sangat kontras dengan kulit wajahnya.


"Mas bule ganteng, boleh ya. Saya ngidam banget ini. Kalo gak keturutan, pamali." Ujar beliau lagi, bahkan sudah memegang tangan Alber agar keinginannya dituruti laki-laki berwajah bule itu. Lebih ekstranya lagi, Bumil pede itu mengerlingkan mata pada Alber.

__ADS_1


"Maaf bu, bukannya apa-apa, ini ada pacar saya. Pacar saya orangnya cemburuan bu. Saya gak bisa deket-deket cewek lain. Apalagi sampe dicium cewek lain. Takut entar pacar saya ngambek Bu. Iya kan sayang?" Ujar Alber tiba-tiba sembari merengkuh pinggang Uta agar merapat kepadanya. Ia juga menoleh dan memandang Uta mesra penuh cinta.


Uta yang juga kaget dengan perkataan Alber, bukan balik menatap mesra Alber, melainkan melotot menatap mantan teman sebangkunya itu. Biji matanya hampir saja keluar dari tempatnya, karena Alber menyatakan ia adalah kekasih pria berwajah bule itu.


Bersambung ..............


_____________ Z _____________


__ADS_1


ZEROIND


__ADS_2