Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
51. Hari Pertama


__ADS_3

Author POV


"Uta??" Seorang wanita memakai masker yang sedang menuruni tangga, tiba-tiba memanggil Uta. Uta tentu bingung, bagaimana bisa orang tersebut mengetahui namanya? Saat sampai di lantai bawah wanita bermasker itu melepas maskernya. Dan seketika Uta terpelongo melihat siapa orang dibalik masker tersebut.


"Kak Syiba??" Gadis itu benar benar shock. Kenapa bisa ada Kak Syiba di rumah ini? Sebenarnya ia ke rumah Kak Syiba atau ke rumah Tante Rose?


"Kalian udah saling kenal? Ini Uta yang bakal jagain Putri di wekeend Syib." Jelas Tante Rose yang keluar dari sebuah ruangan dan berjalan mendekati Uta dan Syiba. Aura serta kecantikan Tante Rose terpancar walau memakai baju rumahan. Beliau yang memang ramah, tersenyum pada Uta yang sudah tiba di rumahnya. Uta yang terpesona balik tersenyum pada beliau.


"Uta ini yang kemarin bantuin Syiba An. Dompet Syiba ditemuin sama Uta, makanya gak jadi hilang." Jelas kak Syiba pada Tante Rose tentang bagaimana mereka saling mengenal. Sekarang balik Uta yang bingung melihat interaksi Tante Rose dan Kak Syiba.


"He .. he .. he. Kamu pasti lagi bingung ya. Ibu Rose ini adalah Annemnya Kak Syiba, alias my mom." Syiba tertawa melihat ekspresi Uta yang blank seketika. Ekspresi Uta yang tak menyangka kejadian pagi ini, begitu lucu di matanya.


"Oh my God. Berarti Putri keponakan kakak dong?" Ujar Uta menyuarakan hasil kerja keras otaknya.


"Yaps. Binggo. Syukur deh, kalo kamu yang jagain Putri, Kak Syiba gak perlu cemas." Jawab Syiba membenarkan tebakan Uta tersebut. Ya, secara garis keturunan keluarga besarnya, Putri memang keponakannya.


"Dunia sempit banget ternyata." Ucap Uta benar-benar takjub. Bagaimana tidak, dirinya bertemu Putri, Tante Rose maupun Kak Syiba tanpa disangka-sangka. Dan hari ini pertemuan yang tidak disangka-sangka itu, menyatukan mereka dalam satu tempat.


"TUTAAAAAA." Teriak seorang anak kecil yang Uta sudah tunggu-tunggu. Bocah kecil itu keluar dari ruangan di mana Tante Rose tadi keluar. Wajahnya tampak segar, yang Uta bisa tebak sepertinya bocah ini baru saja selesai mandi pagi.

__ADS_1


"Hai sayang." Sapa Uta dengan senyum riang nya. Ia sengaja merendahkan tinggi badannya, agar sejajar dengan Putri. Dan benar saja bocah kecil itu langsung memeluk Uta. Menguar bau sabun bayi dari tubuh bocah kecil itu. Sepertinya tebakan Uta tepat, Putri baru saja mandi pagi.


"He .. he .. he. Tuh anaknya datang. Udah ah, kak Syiba buru-buru. Ada kelas pagi. Annem Syiba berangkat dulu." Syiba yang memang buru-buru, pamit dengan semuanya.


"Hati hati, jangan ngebut." Ucap tante Rose mengingatkan Syiba yang sedang mencium tangan ibundanya itu.


"Okey okey. Bye An, bye Ta, bye Putri" Syiba memberikan kode 'oke' dengan tangannya. Kemudian berlalu pergi berangkat secepat kilat untuk mengejar waktu.


"Bye bye." Putri melambai dengan gaya gemasnya khas anak anak. Uta yang gemas tak bisa menahan dirinya untuk tidak mencoel pipi chubby Putri. Tante Rose membawa Uta dan memperkenalkan Uta ke seluruh pegawai rumah.


Beliau berpesan agar pegawainya membantu Uta untuk beradaptasi, atau membantu kalau ada kesulitan. Uta memperkenalkan diri dengan sopan pada setiap pegawai disana.


Uta lantas memulai tugasnya menemani Putri makan. Tante Rose bilang bahwa Putri paling susah disuruh makan. Dia hanya suka ngemil snack ataupun kue saja. Dan benar saja, dari sekian banyak menu di atas meja makan, Putri hanya mau ayam goreng tepung dan nasi. Uta sampai geleng-geleng.


Sepanjang acara sarapan pagi itu, Putri menceritakan tentang Ayahnya yang sudah pergi ke syurga. Bocah kecil itu nampaknya belum mengerti betul apa yang menimpa Ayahnya. Ia hanya tau Ayahnya pergi ke tempat jauh, yang ia sebut 'syurga'. Uta jadi sedih mendengarnya.


Putri juga bercerita tentang Bundanya, yang jika wekeend akan bekerja ke luar kota. Sedikit miris memang, tapi Uta berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Putri melihat dari sudut pandang lain. Bahwa sang Bunda bekerja, semata-mata untuk masa depan Putri sendiri. Bocah cerdas itu langsung mengerti penjelasan yang Uta beri.


Putri yang sudah selesai sarapan, mengatakan dirinya ingin menonton kartun kesayangannya sebentar, sebelum ia memakan buah. Uta yang mengerti kemudian lantas berdiri untuk mengantarkan piring kotor bekas sarapan Putri ke dapur.

__ADS_1


Meskipun Tante Rose sudah mengatakan kepada para pelayan untuk membantu Uta, tapi Uta tetap tak mau merepotkan pegawai lainnya. Ia merasa tak enak, sebab dirinya dan yang lain sama-sama bekerja disini.


Uta berjalan membawa piring kotor memasuki dapur yang sangat amat luas itu. Bahkan dapur mereka saja, jauh lebih besar dari rumah mungilnya. Bisa-bisa ia tersesat di dapur super luas itu. Untung saja tadi sudah dibawa oleh Tante Rose melihat-lihat ruangan sekeliling.


Belum sampai Uta ke area dapur kotor, Bi Ida salah satu pegawai dapur mengambil alih piring kotor tersebut. Beliau tidak memperbolehkan Uta mencuci piring itu, sebab di rumah ini pegawai sudah ada jobdesk masing-masing. Akhirnya Uta memilih untuk kembali ke Putri. Ia berjalan perlahan keluar dari dapur.


Saat berjalan keluar dari dapur, tampak seseorang berdiri di depan kulkas yang terbuka. Wajah orang tersebut terhalang pintu atas kulkas yang terbuka. Tapi terdengar suara orang sedang menegak air minum. Uta memperlambat langkahnya, sebab ia sedikit risih dengan orang di depan kulkas tersebut.


Bagaimana tidak, orang tersebut hanya memakai celana boxer saja, dengan kata lain laki laki itu bertelanjang dada. Saat laki-laki itu sudah selesai dengan minumnya. Di letakkannya botol air minum kembali ke rak kulkas dan menutup kembali pintu kulkas yang tadi terbuka. Uta memilih mengalihkan pandangannya, agar tidak bertatap mata dengan laki-laki tersebut.


"Uta??" Suara yang tak asing memanggil Uta, membuat gadis yang menunduk itu menoleh ke arah suara.


"A ... ALBER??!!" Ucapnya tergagap. Matanya membulat melihat sosok Alber ada di depan matanya. Ya, laki-laki yang sedang minum di depan kulkas itu, tak lain dan tak bukan adalah teman satu bangkunya. Alber Syargan Farabaks.


Bersambung ............


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Z \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_1



ZEROIND


__ADS_2