![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Uta POV
Sesuai permintaanku, Alber menjauh dan menutup segala akses komunikasi padaku. Namun, beberapa hari paska Alber mengiyakan permintaanku itu, aku dipanggil menghadap guru BP. Permasalahan ini sampai juga ke telinga bapak ibu guru.
Aku sudah harap-harap cemas dengan panggilan ini. Aku khawatir beasiswa kurang mampu yang selama ini menopang biaya sekolahku akan dicabut. Bagaimana aku akan meluruskan fitnah ini tanpa memegang satupun bukti? Apakah kata-kata saja akan bisa diterima?
Namun diluar dugaan, bukan introgasi dengan tumpukan pertanyaan yang kudapat, melainkan dorongan motivasi agar mentalku tak drop dengan bully-an anak-anak. Jujur, sedikit aneh dengan tidak adanya pertanyaan padaku mengenai apa yang beredar.
Hingga akhirnya jawaban tentang itu kutemukan. Ternyata, Alber sudah terlebih dahulu menghadap para guru untuk meluruskan kehebohan yang terjadi. Ia bahkan menghadap guru tidak dengan tangan kosong.
Meski Alber belum berhasil menemukan identitas orang yang memata-matai kami, ataupun pelaku penyebaran foto di web Z1, tapi laki-laki jenius itu berhasil menemukan celah untuk membuktikan kasus ini.
__ADS_1
Entah bagaimana caranya, Alber berhasil mendapat rekaman CCTV hotel. Mulai dari kami memasuki area hotel, sampai dengan kami meninggalkan area itu. Padahal setauku, hotel tidaklah semudah itu memberikan salinan CCTV pada orang lain. Hotel hanya mau bekerja sama pada pihak tertentu, misalnya pihak berwajib jika ada kasus kriminal.
Keaslian CCTV itu juga dikonfirmasi ulang melalui dashcam atau blackbox khusus mobil. Dashcam atau alat perekam yang berada di dalam mobil, akan otomatis merekam situasi yang terjadi sekitar jangkauan mobil berada. Entah bagaimana terpikir, Alber juga melampirkan video hasil dashcam beberapa mobil yang berada di area si hitam terparkir. Hal itu mengkonfirmasi waktu kedatangan dan kepulangan kami, sama persis dengan timing yang tertera pada CCTV hotel.
Dari semua bukti yang Alber lampirkan, guru akhirnya menyimpulkan berita itu 100 persen adalah fitnah. Sebab melalui rekaman CCTV hotel dan video kamera mobil, kami hanya berada di dalam hotel, total waktu tak sampai 15 menit.
Bahkan video CCTV di lorong panjang area kamar hotel, menunjukkan kalau kami berdua tak masuk kedalam kamar. Kami hanya mengantar bingkisan titipan Annem di area depan pintu ke sahabat beliau. Sehabis itu pun kami langsung meninggalkan area hotel. Tak ada satupun adegan mesra seperti foto yang disebar. Maka foto mesra itu, fix hasil dari sudut pengambilan foto saja.
Alber juga meminta pada guru, untuk tidak bertanya dengan menyudutkanku karena semua itu hanya fitnah. Ia khawatir mentalku drop sekiranya guru terlalu menekan. Kenapa, kenapa dia sebaik itu? Setelah kebohongan yang kulemparkan padanya, kenapa dia tetap sebaik itu? Kenapa, kenapa Ber?
Tak sampai disitu Alber juga meluruskan fitnah itu ke teman-teman melalui web sekolah. Ia meminta izin pada guru untuk mengupload bukti yang sudah para guru terima. Guru yang sudah tau ini fitnah, memberikan izin pada Alber.
__ADS_1
Jadilah web Z1 sekali lagi kembali gempar. Tapi kali ini mereka bukan heboh menghujat, melainkan mereka berduyun-duyun meminta maaf melalui laman komentar. Mereka meminta maaf karena sudah salah paham dan berkata buruk saat isu ini tersebar. Walau tak sedikit yang masih membully tipis-tipis, khususnya ke arahku.
Tapi bukan itu yang mengganggu pikiranku. Tindakan Alber yang tetap bertanggung jawab menyelesaikan satu-persatu permasalahan, yang aku sendiri tau pasti tidak mudah. Bagai menguraikan benang kusut. Tapi laki-laki itu begitu sabar menuntaskan itu semua.
Bagaimana aku menyampaikan rasa terima kasihku yang mendalam ini? Hanya Tuhan yang tau sebesar apa rasa terima kasihku padanya. Meski aku yang meminta untuk kita saling menjauh, tapi ternyata hatiku tak sesiap yang ku kira. Satu hal yang perlahan tapi pasti mulai kurasakan, aku kehilangannya.
Bersambung .............
_____________ Z _____________
❤
__ADS_1
ZEROIND