![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Seusai kepindahan Putri kemarin, memang hati Uta terasa begitu gundah. Namun life must go on. Hidup terus berjalan. Hari ini sekolah seperti biasa untuk Uta, tapi berbeda untuk seorang Alber. Alber dan Reta tak masuk sekolah karena mewakili Z1 bertanding dalam lomba SMA senusantara, yang diadakan di salah satu kampus elit di Jakarta.
Sementara Edgar, ia sibuk lantihan untuk persiapan turnamen final basket tahun ini. Edgar begitu fokus dan tak main-main sebab ini tahun terakhirnya mewakili Z1. Jadilah hari ini Uta tak ada teman istirahat selain Seto. Seto seperti biasa, sudah ngacir entah kemana. Sejauh ini Uta merasa nyaman-nyaman saja sebangku dengannya, meski ritme hidup Seto tak tertebak.
Uta yang sudah menyelesaikan makan bekalnya, beranjak dari kursinya. Ia mendadak mesti ke toilet di karenakan ada panggilan alam. Toilet pastilah tak antri karena anak-anak masih bejubel di kantin, pikir Uta. Gadis itu memasuki toilet yang benar saja sedang kosong.
Disaat dirinya hendak keluar bilik, terdengar suara beberapa siswi masuk dan langsung menyalakan keran di area wastafel. Mereka bertiga hendak memperbaiki make up paska dari kantin. Uta yang masih mengeringkan tangan memilih diam.
"Gila ya tuh orang. Segala cara di halalin, sampe jual diri segala. Bikin malu Z1 aja." Ucap seorang siswi yang entah siapa. Nampaknya mereka tak menyadari ada orang lain di toilet tersebut, dikarenakan Uta diam tak bersuara.
"Gue inget, tuh cewek gedut namanya Uta. Mantan pacar kakak kelas kita, Felix. Emang dasarnya kegatelan tuh cewek. Bisa-bisanya sekarang ngincer si idola Z1." Ucap temannya lagi.
DEG .......
Apa yang mereka maksud? *Uta
"Yo i. Gue yakin dia pake dukun. Yang dulu aja, gak masuk akal banget Kak Felix pacaran sama tuh cewek. Trus sekarang idola Z1 kita juga sampe ngelirik dia. Fix dukun, yakin gue!!" Ucap seorang lagi.
DEG ......
Sedikit rasa nyilu menerpa perasaan Uta. Gadis itu tercenung di balik pintu. Segitu buruknya ia dimata orang-orang.
"Dasar murahan banget jadi cewek. Udah muka pas-pasan, badan segede gaban, miskin pula. Masih aja gak tau diri ngincer cowok terganteng di Z1. Gak pernah ngaca apa tuh cewek." Ucap mereka lagi.
DEG .......
__ADS_1
"Gak punya kaca kali sangking miskinnya. Kayak gitu mau ngarepin dilirik sama idola Z1." Ucap mereka dengan suara geram mengejek.
"Tapi yah, ngapain juga sih dia mau-mauan sama cewek gembrot begitu. Percuma punya otak jenius, kalo seleranya serendah itu. Tolol ...!!" Ucap mereka saling mengkompori.
DEG ......
Dia siapa? Siapa yang mereka maksud? *Uta
"Intinya kalo si Alber beneran mau sama tuh karung beras. Fix si Alber manusia tolol. Sekeluarganya juga jangan-jangan tolol. Jijik gue jadinya." Ucap mereka sambil tertawa-tawa.
DEG ......
Mendengar mereka menjelekkan Alber dan keluarganya, membuat Uta tak tahan dan keluar dari persembunyiannya.
"Maaf, apa maksud omongan kalian tadi? Kenapa kalian membicarakan gue dan Alber. Maksudnya apa?" Ucap Uta memberanikan diri bertanya pada mereka yang bergosip. Tiga siswi yang sedang bergosip itu tampak sedikit kaget, saat Uta keluar menghampiri. Namun sedetik kemudian mereka kembali memasang wajah angkuh.
"Dih malas banget ngomong sama cewek murahan." Jawab salah satu dari mereka yang wajahnya paling nyolot.
..._____________ Z _____________...
Uta berjalan lemas ke kelasnya. Mendapati orang-orang membicarakannya seperti tadi, mengingatkannya akan bully-an ketika dulu ia masih bersama Felix. Dulu juga ia habis-habisan di bully karena mereka berpandangan, fisik gendut begini tak pantas bersanding dengan cowok setampan Felix. Apalagi saat mereka putus, orang membulinya semakin menjadi-jadi. Hanya Reta dan Edgar yang selalu ada di sampingnya.
Saat memasuki kelas, ada beberapa teman sekelasnya duduk dan berbisik-bisik saat melihatnya. Uta yang belum terlalu akrab dengan mereka, hanya tau nama saja tanpa kenal lebih dalam. Hal itu dikarenakan mereka dari kelas yang berbeda di tahun lalu.
"Hehh si jual diri. Najis banget." Ucap Eva, salah satu dari mereka. Sayangnya ucapan berbisik-bisik itu masih bisa ditangkap oleh telinga Uta yang sedang berjalan menuju kursinya.
"Ta, ikut gue bentar." Seto yang masuk ke kelas, lantas menarik Uta ke luar, tanpa Uta bisa menolak. Sepanjang jalan Uta dapat menangkap samar-samar tatap kebencian bercampur jijik dari beberapa orang yang berpapasan dengan mereka.
__ADS_1
Seto bersama Sandi membawa Uta ke belakang sekolah, dimana tempat itu sering menjadi basecamp Uta, Reta dan Edgar ngumpul.
"Kenapa Set, San?" Tanya gadis itu merasa ada yang janggal. Tak biasanya Seto, Sandi berlaku seperti itu.
"Ada sesuatu yang gue mau konfirmasi sama lo, tapi janji lo jangan kaget!" Ucap Seto dengan wajah tak main-main. Ia kemudian mengeluarkan handphone hari dalam saku celana. Entah apa yang ia cari dilayar, namun sesaat setelah itu ia menunjukkan layar handphone kepada Uta.
"Fo ... foto ini, kenapa bisa ...?" Ucap Uta terbata melihat apa yang Seto tunjukkan.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Palm Cheese Cookies dan Lidah Kucing Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.
Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari kisah sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode dibawah ini.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
__ADS_1
❤
ZEROIND