Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
123. Terima Kasih


__ADS_3

Lanjutan Flashback


Author POV


"Oleh karena itu, Kak Tifah udah mikirin matang-matang segala sesuatunya. Kak Tifah mutusin untuk pindah ke Surabaya bersama Putri. Kak Tifah ngerasa ini solusi paling efisien, untuk kondisi kami berdua saat ini." Tercetus lah kabar yang membuat Uta sangat kaget.


DEG .....


"Jadi dengan berat hati Kak Tifah mau bilang, mungkin hari ini hari terakhir Uta jagain Putri. Besok rencananya, Kak Tifah sama Putri udah pergi ke Surabaya. Maaf ya Ta. Kak Tifah minta maaf banget." Ucap beliau merasa bersalah. Dipeluknya Tuta kesayangan anak semata wayangnya itu.


Uta yang sudah terlanjur sayang dengan bocah kecilnya, tak bisa membendung air matanya. Tak butuh waktu lama, bulir bening itu sudah menganak sungai di pipinya. Weekend yang selalu menyenangkan dengan patner chubbynya, besok akan menghilang. Membayangkan bagaimana hari esok, membuat perasaannya disergap hampa.

__ADS_1


"Kak Tifah gak perlu minta maaf. Justru Uta berterima kasih ke Kakak. Uta udah di bolehin, jagain anaknya Kakak yang super lucu itu. Gak mungkin Uta bisa sedekat ini sama Putri, kalau Kak Tifah gak percaya Uta jagain Putri. Makasih Kakak udah kasih kepercayaan ke Uta." Ucap Uta tulus sembari menepuk-nepuk lembut punggung Bunda Putri. Pelukan dua orang yang tulus menyayangi Putri. Hingga akhirnya pelukan itu usai. Tampak kedua mata masing- masing, basah karena air mata. Tanda ketulusan rasa sayang pada si anak gemas.


"Makasih banyak ya Ta. Dari awal Kakak ketemu kamu, waktu kamu nganterin Putri yang tersesat, Kakak udah feeling kamu anak yang baik. Itu makanya Kakak percaya, waktu kamu yang jadi penjaganya Putri. Dan bener aja, Putri sayang banget sama kamu. Putri sayang banget sama Tutanya. Dia jadi periang tiap kali ceritain Tuta. Sekali lagi makasih ya Ta. Terima kasih banyak." Ucap Bunda Putri menatap Uta tulus. Terkenang kembali pertemuan awal mereka, di depan gerbang Pusda. Dimana Uta berhasil menjalankan misi intel FBI-nya, yaitu mengantarkan Putri kembali kepada Bundanya.


"Sama-sama Kak. Kakak jangan merasa bersalah. Justru Uta seneng, Putri bakal banyak ngabisin waktu sama Bundanya. Itu yang paling dibutuhin seorang anak. Seorang Ibu bisa menggantikan siapa saja, tapi siapapun tidak akan bisa menggantikan sosok Ibu. Dan Uta percaya itu." Ucap Uta tak kalah tulus.


Ia merasakan sebagai anak, Mamah Celine adalah segalanya. Seseorang yang sangat penting di hidupnya. Itu sebabnya, ia sering merasa iba dengan Putri. Bocah sekecil ini harus kehilangan Ayahnya. Belum lagi bocah kecil itu juga harus merelakan banyak waktu bersama Bundanya, disebabkan karena situasi dan kondisi.


"Annem jadi ikut sedih. Rasanya sedih kehilangan kalian bertiga. Biasanya tiap weekend pasti ketemu Uta. Udah biasa denger kamu sama Putri main terus bercanda. Kadang kalian juga saling usil sama Alber atau Syiba. Sekarang tiba-tiba gini, Annem berasa rumah bakal sepi banget nanti." Ucap Annem yang sedari tadi diam, hanya menyimak Uta dan Bunda Putri bicara.


"Gimana Uta jadi asisten Annem aja. Uta gak usah ngapa-ngapain. Cukup temenin Annem aja. Mau?" Tawar Annem pada Uta, yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.

__ADS_1


"Itu namanya Uta nongkrong An, bukan kerja. He ... he ... he ... Lagian Uta merasa, Uta belum punya kompetensi, meskipun untuk sekedar asisten Annem. Dan Uta gak mau kerja setengah-setengah An. Ditambah lagi, sekarang Uta sudah kelas 3. Kemungkinan, kedepannya akan jadi lebih sibuk. Jadi sepertinya, ini sudah takdir paling baik." Tolak Uta sehalus mungkin, agar tak menyinggung perasaan dari Annem. Hingga akhirnya Ibunda dari Alber menyerah dan menerima keputusan Uta.


"Hemh ... Kak Tifah, apa Putri udah tahu, kalau besok bakal pindah ke Surabaya?" Tanya Uta khawatir dengan bocah kecilnya. Bunda Putri mengangguk.


"Putri udah tau. Dia bahkan kemarin udah nangis terus. Sedih katanya, bentar lagi gak ketemu Tuta. Sekarang juga anak itu, masih galau berat." Mendengar itu, perasaan sedih merayapi relung hati Uta.


Flashback ends


Bersambung ............


_____________ Z _____________

__ADS_1



ZEROIND


__ADS_2