![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Kini mereka ada diruangan VIP sebuah restoran mewah. Alber membawa Uta untuk makan siang sesuai saran dari dokter Dery. Beragam hidangan lezat sudah tersaji di hadapan mereka. Namun gadis itu tak sama sekali menjamah hidangan yang ada. Ia hanya menatap kesal laki-laki didepannya.
"Apa kamu gak suka menunya. Kita bisa ganti yang kamu suka." Ucap Alber memberikan opsi karena Uta tampak tak selera.
"Aku mau pulang. Aku makan dirumah aja." Ucap Uta mengatakan apa yang ia mau sekarang.
"Kalau itu yang kamu mau, berarti biar aja makanan ini mubazir." Jawab Alber santai. Ia tampaknya sadar betul apa yang menjadi kelemahan Uta. Sedari dulu Uta tak suka membuang-buang makanan.
"ALBER!! Kamu tuh ngeselin banget." Ujar Uta menatap lurus Alber. Ia terlampau kesal karena Alber berlaku semaunya seharian ini.
"Apa maag mu kambuh karena aku membuat kamu stress? Apa sikapku kemarin membebani pikiranmu?" Tanya Alber kali ini dengan intonasi selembut mungkin. Ada nada sesal dalam ucapannya. Uta yang sadar akan hal itu, memilih diam. Ia juga bingung mengatakan apa pada Alber. Kejadian beberapa hari ini, membuatnya sering kali jadi over thingking.
"Maaf. Aku minta maaf. Aku gak bermaksud bikin kamu stress. Hanya saja ..." Ucap Alber sungguh-sungguh. Ditatapnya Uta lekat-lekat.
"Hanya saja aku kecewa kamu pergi menghilang tanpa pamit. 5 tahun Ta. 5 tahun aku menunggu kabar kamu. Sekalipun gak ada." Ucap Alber jujur atas isi hatinya. Ia tak bisa menepis rasa kecewa yang ada, saat Uta menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Aku juga gak mengerti ada apa dengan diriku kemarin. Aku gak pengen bersikap ketus seperti kemarin. Hanya saja aku akui, rasa kecewa mengalahkan semuanya." Ujar Alber jujur.
"Tapi sungguh, aku gak ada niat memperlakukan kamu gak baik. Apalagi sampe kamu stress kepikiran, gak ada dalam satupun tujuan aku. Maaf, aku minta maaf. Jangan sakit lagi." Ucapnya lembut pada Uta. Sedari tadi ia merasa, dirinyalah penyebab Uta sampai sakit.
Aku pamit Ber. Aku datang hari itu, hanya aja kamu dan Ayleen sedang ... *Uta
"Maaf. Aku yang minta maaf. Kamu benar, aku pergi menghilang tanpa kabar. Wajar kamu kecewa sama aku. Aku yang salah Ber. Aku yang harusnya minta maaf." Ucap Uta memilih untuk tak berterus terang tentang kejadian dulu.
"Gak usah merasa bersalah Ber, aku gak merasa kamu yang membebani pikiran aku. Hanya aja, aku seperti beradaptasi ulang di Jakarta. Itu mungkin yang jadi pemicu stress berlebih. Jadi gak perlu minta maaf dan merasa bersalah. I'm oke." Lanjut Uta lagi, menenangkan Alber. Ia merasa tak tega, Alber menyalahkan dirinya atas stress yang Uta alami.
"Kalo begitu, kamu mesti makan sekarang. Aku gak mau maag kamu sampe kambuh lagi." Bujuk Alber agar Uta mau mengisi perutnya. Gadis itu akhirnya luluh dan menurut. Ia mulai memakan perlahan bubur abalone dan beberapa lauk lezat yang tak pedas disana. Setelah memastikan Uta makan beberapa suap, barulah Alber memulai makan.
..._____________ Z _____________...
"Terima kasih kamu udah antar aku ke rumah sakit. Terima kasih juga makanannya. Berhubung sudah sore, aku pamit pulang Ber." Uta pamit pulang setelah mereka selesai besantap siang menuju sore. Ia merasa ingin segera beristirahat sepulang ini. Alber yang mengerti itupun mengangguk.
"Ayo, aku antar kamu pulang." Ucapnya kemudian.
__ADS_1
"Alber gak usah." Uta menolak niat baik Alber ingin mengantarnya kerumah.
"Kenapa, aku janji cuman antar kamu pulang aja." Ucap Alber yang khawatir karena Uta benar-benar menolak diantar. Ditatapnya Uta, menunggu alasan logis yang bisa diterima akal sehat.
"Aku ..." Uta tampak ragu-ragu mengatakan alasan sesungguhnya.
"Aku gak mau diantar pulang sama suami orang." Ucapnya lugas kemudian. Sangat lantang dan jelas pada Alber yang menatapnya tak percaya.
"Ba... barusan kamu bilang apa?"
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
❤
ZEROIND
__ADS_1