![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Keesokan harinya, Alber memutuskan untuk mengevaluasi beberapa laporan proyek yang diteruskan ke emailnya. Proyek-proyek tersebut, memang sudah sedari awal dipercayakan Babam untuk ditangani oleh Alber.
Oleh karena hari ini libur sekolah, ditambah lagi gadis dasinya tidak datang ke rumah, maka Alber merasa, hari ini tepat rasanya mengevaluasi file proyek tersebut. Dan dikamarnya inilah, ia berkutat sudah kurang lebih 3 jam.
Duduk manis di meja belajar, menatap laptop yang menampilkan berkas-berkas proyek. Ia harus mempelajari serta menemukan celah, yang bisa menjadi problem penghambat kelangsungan proyek tersebut. Barulah proses selanjutnya, menentukan solusi mengatasi problem tersebut.
Tok ... tok ... tok ...
Fokus Alber terpecah oleh sebuah ketukan pintu.
"Yabel." teriak seseorang, yang otomatis membuat si pemilik kamar tersenyum. Siapa lagi kalau bukan Putri.
"Siapa ya yang ketok pintu?" Ucap Alber pura-pura tidak tahu, meski dirinya sudah berjalan menuju arah pintu kamar.
"Yabel, ini dengan Putli. Yabel open the dool, please." Ucap Putri dengan polosnya mengatakan identitasnya, agar pintu dibuka oleh Alber.
Mendengar itu, Alber tertawa ngakak di balik pintu. Mana mungkin ia tak tahu itu Putri. Satu-satunya orang yang memanggilnya dengan sebutan Yabel, lengkap dengan kecadelannya, ya hanya Putri. Bukan orang lain. Alber kemudian membuka pintu, setelah merasa puas tertawa.
"Yabel, may I come into youl loom?" [Yaber, may I come into your room?: Yaber, boleh aku masuk ke kamar mu?] Ucap bocah gemas itu, meminta izin kepada pemilik kamar. Sesuatu yang selalu ditanamkan oleh Bundanya, 'minta izin terlebih dahulu kepada yang punya, jika memang itu bukan milik kita'.
"Sure." Jawab Alber membolehkan anak gemas itu masuk, ke ruang privasinya.
Putri pun masuk kedalam dengan percaya diri. Langkah kecilnya terus saja berjalan, sampai ke kasur empuk Alber. Tanpa diberi aba-aba, bocah kecil itu naik dan berbaring di sana. Ia juga menggoyang-goyangkan kaki mungilnya, seperti yang biasa ia lakukan di pagi hari, sembari menonton kartun di layar TV.
"Yabel, Yabel lagi apa?" Tanyanya menoleh menatap Alber, dengan wajah ingin tahu.
"Yaber lagi cek-cek berkas." Jawab Alber jujur, menunjukkan meja belajar yang terdapat laptop dan beberapa lembar kertas. Melihat itu, Putri tampak berpikir.
"Cek belkas? Sepelti Enişte?" Tanyanya lagi. Rupanya bocah kecil itu berpikiran, Alber sedang bekerja seperti 'Enişte'. Panggilan Putri untuk Babam Alber dalam bahasa Turki.
"Binggo." Jawab Alber mengangguk.
"By the way, kenapa Putri cari Yaber? Bukannya tadi Putri nonton sama Hala?" Tanya Alber kepo. Setahunya tadi, bocah kecil itu sedang asyik nonton TV berdua dengan Ibunya.
"Putli sedang dibelikan amanah sama Hala." Jawabnya dengan muka meyakinkan, sedang menjalankan amanah yang Halanya beri.
"Amanah apa?" Tanya Alber dengan kedua alis mengkerut, pertanda ia bingung amanah apa yang Putri maksud.
__ADS_1
"Amanah buat panggil Yabel, bial tulun ke bawah." Ujarnya lagi, menyampaikan titah dari Annem.
"Memangnya ada apa?" Tanya Alber akhirnya.
"Ada pacal Yabel, aunty Ayleen datang." Katanya dengan wajah super yakin.
"Whattt..?? Pacar?? Aunty Ayleen bukan pacar Yaber. Yaber jomblo you know." Jawab Alber tak terima.
"Yabel, jomblo itu apa?" Putri lantas bertanya balik.
"Jomblo itu alone." Jawab Alber, menggambarkan jomblo dalam satu kata.
"Yabel, tapi Yabel sekalang gak sendili. Ada Putli di kamal Yabel. Yabel kita sekalang beldua you know." Ucap Putri, mencoba menyadarkan Yabernya.
"Heeemhhhh ...." Alber menarik nafas panjang sesaat.
Mulai .... *Alber
"Alone maksudnya, Yaber sendiri. Yaber gak punya pacar. Beda sama Ciba."
"Benal, Ciba punya pacal. Uncle Tibal pacalnya Ciba."
"Yabel it's okey. Yabel ada temannya, soalnya Yabel sama sepelti ..." Ujar Putri menggantung, membuat Alber penasaran.
"Seperti siapa?" Tanya Alber langsung.
"Sepelti Lele." Jawab Putri dengan wajah santainya, padahal jika ditelaah, dia sendiri jomblo terkecil di rumah ini. Alber sampai diam sejenak, tak tahu harus menjawab apa.
Aku sama dengan seekor marmut. Amazing. *Alber
"Kenapa lagi?" Tanya Alber, melihat Putri yang berekspresi bingung.
"Yabel, Putli jadi penasalan. Apa Tuta jomblo atau sudah punya pacal?" Ujar Putri sambil melihat langit-langit kamar Alber.
"Tuta gak punya pacar." Jawab Alber langsung. Sankin yakinnya, Putri sampai memutus pandangannya dari langit-langit kamar, lalu menoleh lagi ke Alber.
Gak ada. Gak boleh. Gak akan, kecuali sama aku. *Alber
"Yabel oke oke. Tapi Yabel, kata Hala Yabel halus segela tulun." Ujarnya kemudian.
__ADS_1
"Ya, Yaber bentar lagi turun." Jawab Alber dengan malas-malasan. Mendengar jawaban Yabernya, Putri kemudian bangkit dari tempat tidur Alber. Bocah kecil itu kemudian turun perlahan.
"Oke. Yabel Putli mau tulun deluan. Nanti Yabel halus tulun, oke Yabel. Yabel bye-bye." Ucapnya lucu, kemudian berjalan keluar dari kamar Alber. Alber hanya menatapnya dengan geleng-geleng kepala.
_____________ Z _____________
Putri yang turun dari kamar Alber, kembali menghampiri Hala dan Ayleen yang duduk di ruang keluarga. Ia langsung mendekat ke arah Halanya, yang sedang memangku si Lele. Lele tampak anteng di pangkuan Annem. Hal itu terjadi sebab, Annem mengelus-elus sayang bulu halus Lele sembari ngobrol santai dengan Ayleen.
"Udah panggil Yabernya?" Tanya Annem pada Putri. Terlihat Ayleen juga kepo dengan hal itu.
"Ehm ... Putli sudah panggilin Yabel. Kata Yabel, Yabel sebental lagi tulun Hala." Lapor Putri pada Halanya. Ia kemudian mengambil alih si Lele, dan berjalan menuju sofa yang ia duduki tadi, yang mana bertepatan di samping Ayleen duduk. Putri lalu meletakkan Lele di pangkuannya.
"Sayang, lucu banget sih peliharaannya. Auntie jadi gemes." Ujar Ayleen mendekat ke arah Putri. Mencoba merebut hati sepupu kesayangan Alber. Ayleen juga mengelus Lele, meskipun sebenarnya ia tak terlalu suka dengan hewan. Dengan kata lain, ia terpaksa.
"Lele, namanya Lele auntie." Ujar Putri menyebutkan panggilan Lele. Mendengar itu, Ayleen memaksakan sedikit senyuman setelah ditegur Putri.
"Iya, lucu banget Lele. AAWWWHH ...!!!" Ayleen yang sedari tadi memuji dan mengelus Lele, mendadak tangannya mendadak digigit oleh Lele.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.
Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤
__ADS_1
ZEROIND