Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
56. Nabung Dosa


__ADS_3

Author POV


Alber baru saja sampai di rumah sesudah mengantar Uta pulang. Dirinya pun sudah mandi dan membaringkan diri di tempat tidur, sambil mengecek inbox email melalui telepon genggam miliknya. Dirasa email yang masuk tak ada yang begitu penting, Alber memilih meletakkan handphonenya. Saat menatap ke arah langit-langit kamar, terlintas kembali ucapan Uta saat mereka di mobil tadi.


Apa yang Uta bilang memang benar adanya. dunia ini terkadang sangatlah lucu. Orang mudah menilai orang lain lewat casing, tanpa menelaah isi. Tapi satu hal yang Alber kurang sependapat dengan Uta. Bahwa faktanya setiap orang mengalami yang namanya dibanding bandingkan, tanpa terkecuali. Orang yang berpenampilan biasa saja, bisa jadi akan diremehkan orang lain. Tapi andai gadis itu tahu, bahwa orang dengan penampilan di atas rata-rata, kerap kali dibebankan ekspektasi terlalu tinggi. Orang di sekeliling akan menuntut, orang dengan privilege tersebut untuk selalu sempurna. Apapun bidangnya, kesempurnaan adalah hal yang akan selalu dijadikan patokan. Meski memang harus diakui bahwa, memiliki wajah atau fisik diatas rata-rata merupakan privilege dan memberikan manfaat yang luar biasa besar. Tapi tetap saja, bandingkan dan dituntut dengan ekspektasi setinggi langit itu tetap tidak enak.


Intinya, apapun itu tak ada orang yang benar-benar hidup dengan bahagia saja. Setiap orang pasti punya plus-minus dalam hidupnya. Alber ingin Uta pelan-pelan membangun kepercayaan dirinya. Menurutnya, yang paling terpenting dari menjadi manusia adalah baik dulu, urusan skill dan lainnya itu nomor kesekian. Karena percuma punya wajah dan fisik yang puja-puja, ataupun punya skill setingkat dewa kalau pribadinya tidak baik. Useless. Dan menurut Alber, Uta sangat punya kualitas itu. Tinggal bagaimana gadis itu pelan-pelan membangun kepercayaan dirinya, sehingga inner beauty itu semakin memancar dari dalam keluar.


..._____________ Z _____________...


Author POV


Keesokan harinya Uta datang pagi sekali, sangat-sangat tepat waktu. Melihat Uta datang dari jauh, bocil sangat girang dan memanggil Uta meskipun masih jauh dari jangkauannya. Uta berjalan mendekat ke arah di mana bocah kecilnya itu berada. Putri yang memakai pakaian renang lengkap dengan pelampung di kedua lengannya sedang mengambang bebas di pinggir kolam renang.


Sementara Alber, orang yang berenang bersama Putri di pagi buta ini, sedang wara-wiri dengan lincahnya di kolam renang layaknya ikan di lautan. Alber yang melihat Uta sudah di area kolam renang langsung menyapanya.


"Hai Ta, barusan nyampe?" Sapa Alber yang berhenti sejenak dari kegiatannya di dalam air.


"Iya baru banget nyampe." Jawab Uta yang arah pandangannya tidak ke Alber, melainkan ke arah Putri berada.


"Tuta .. Tuta .. Tuta .. Putli mau udahan belenang. Dingin Putli dingin." Ucap gadis kecil itu melambaikan satu tangannya ke Uta. Uta mendekat melihat Putri sudah sedikit menggigil dan agak pucat.


"Ya ampun sayang, ayo buruan naik. Alber boleh tolong bantu naikin Putri ke atas gak?" Jawab Uta memegang telapak tangan bocah kecil itu. Ia meminta Alber untuk menggendong Putri keluar dari kolam renang.

__ADS_1


"Sure." Jawab Alber mengiyakan permintaan Uta. Uta pun berbalik mengambil handuk yang berada di bangku pinggir kolam renang, untuk dibalutkan di tubuh Putri yang sudah mulai agak menggigil. Sementara itu dengan sigap Alber merengkuh Putri dalam gendongannya, kemudian menaiki tangga kolam renang untuk naik ke atas.


"Astagfirullah Alber!! Kamu tuh bener-bener ya, aku baru dua hari kerja di sini, tapi dua hari juga aku udah nabung dosa. Kamu tuh menodai mata aku tahu gak!!" Ucap Uta yang kaget karena saat berbalik, ia melihat Alber yang keluar kolam renang sambil menggendong Putri, namun hanya memakai sebuah celana renang pendek yang ketat. Hampir persis kejadian kemarin di depan kulkas, di mana laki-laki itu hanya memakai celana boxer saja.


"Loh barusan kamu sendiri yang nyuruh aku naikin Putri ke atas, ya aku naik lah. Namanya juga sesuai request." Ucap Alber meng-counter protes dari Uta, sembari menurunkan si bocah kecil dari gendongannya.


"Ya ampun Uta, sabar Uta, sabar Uta, sabar Uta." Ucap Uta yang mengalihkan pandangan dari Alber menuju Putri. Tak lupa ia segera menutupi seluruh tubuh Putri yang basah kuyup karena berenang.


"Tuta dingin Tuta dingin." Ucap gadis kecil itu memeluk erat balutan handuk di tubuhnya.


Hacim ... Hacim ..


"Iya yuk yuk sayang. Buruan kita mandi air hangat ya, biar Putri gak masuk angin." Uta buru-buru membawa Putri bergegas masuk, terlebih setelah barusan mendengar anak itu bersin-bersin. Ia sudah tak peduli dengan Alber yang hanya memakai celana renang pendek. Baginya Putri jangan sampai masuk angin itu jauh lebih penting. Sementara Alber jangan ditanya lagi, ia sudah tertawa seiring Uta pergi bersama Putri.


Putri sendiri menikmati sarapannya setelah tadi mandi dengan air hangat. Dirinya juga sudah memakai pakaian rumah, semua kaos lengan panjang dan plus celana panjang berwarna cream yang senada. Gadis kecil itu ingin kembar dengan Uta yang memang hari ini memakai celana kain berwarna coklat dan sweater berwarna cream seperti warna baju yang dikenakan Putri. Mereka terlihat seperti adik kakak.


"Aduh lahap banget anak cantik ini, lapar banget yah?" Ucap Uta menyuapkan sesendok nasi dengan ayam goreng, tumis sayur dan sosis goreng.


"Putli lapaaaalllll banget Tuta." Anak itu benar-benar makan dengan lahap, pertanda ia benar-benar kelaparan.


"Memangnya tadi gak makan dulu sebelum berenang?" tanya Uta iseng-iseng karena heran melihat Putri yang kelaparan.


"Kata Yabel belenang sebelum makan lebih asik Tuta." Adu Putri pada Uta tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mendengar itu Uta otomatis melihat tajam ke arah Alber si pelaku.

__ADS_1


"Wait ... Listen." Ucap Alber menenangkan pawangnya Putri yang menatapnya tajam, macam tersangka sebuah kasus besar.


Bersambung ............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.






Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.


...Novel + Cookies \=...


...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...


__ADS_1


ZEROIND


__ADS_2