"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Tidak Sabaran


__ADS_3

"Aaahhh!! Aster apa yang kau lakukan?" Kaget Nathan ketika tiba-tiba Aster masuk ke dalam selimut dan langsung menghisap ujung sosis beruratnya.


Sebuah melodi berkali-kali lolos dari bibir Nathan ketika Aster semakin menambah tempo dalam gerakannya. Tidak hanya menghisap dan mengemut saja Aster juga meremas batang dan bijinya.


"Aster, hentikan!!" Pinta Nathan di tengah des*hannya.


Nathan menarik lengan Aster ketika wanita itu menghentikan kegiatan gilanya. Lalu meraup bibirnya dalam ciuman panjang yang memabukkan.


Aster kembali menggerang ketika lidah Nathan kembali mengajak lidahnya untuk menari bersama. Seperti tarian keras dengan diiringi musik er*tis yang panas dan memikat.


Salah satu tangan Nathan menarik pinggang Aster untuk semakin menempel pada dada bidangnya. Tubuhnya memberikan respon pada segala macam sentuhan mulut indah pria itu yang sejak tadi bermain disekitar wajah dan daun telinganya.


Reaksi yang luar biasa dari tubuh Aster mengirimkan getaran menuju pita suaranya, hingga beberapa kali mulutnya meloloskan erangan yang semakin membangkitkan gairah Nathan.


Kupu-kupu dalam tubuh Aster menari-menari seolah menginginkan lebih. Ga*rah dalam tubuhnya terbangkitkan oleh sentuhan-sentuhan bibir sialan Nathan.


Sekali lagi Nathan mencium bibirnya dengan lebih bergairah. Pria itu mamagut dan menghisap bibir tipis itu dengan ganas, dan ketika Aster mengambil alih ciuman itu. Erangan liar berulang-ulang lolos dari bibir Nathan.


Sebelah tangan Nathan meremas melon Aster dengan kuat, meraupnya di dalam genggaman tangan besarnya. LMemainkan biji anggurnya dan membuat api ga*rah dalam tubuh Aster menyebar dengan cepat. Mengirimkan gelenyar panas keseluruh sel-sel di dalam tubuhnya.


Nathan melepaskan tautan bibirnya. "Aku menginginkanmu, Baby!" bisik Nathan, nafasnya yang hangat menyapu permukaan melon Aster yang sudah mengeras


"Ohhh, f*ck!" Aster mend*sah ketika salah satu biji anggurbya sudah berada di dalam mulut Nathan.


Aster menekan tengkuk Nathan di sana. Lidahnya bergerak-gerak di atas biji anggur itu. Salah satu tangannya meremas dan memilin biji anggur yang satu lagi.


Setelah puas, Nathan memindahkan bibirnya pada bibir Aster dan mel*matnya seperti tadi. Tanpa melepas tautan bibirnya, Nathan merubah posisi mereka dengan Aster berada dibawah kungkungan tubuh kekarnya.


"Kau sudah basah, eh?" Aster meninju pelan dada Nathan karena gerlingan nakanya, laki-laki itu kembali membuat pipinya merona dengan kalimat nakalnya.


"Berhenti menatapku seperti itu, Paman!" desis Aster diiringi erangan yang kembali lolos dari bibir merahnya.


"Aku sungguh-sungguh menginginkanmu, Aster Xiao. Bersiaplah, Sayang. Sebentar lagi aku akan berada di dalam tubuhmu." Nathan menggeram di dalam kalimatnya, nakal namun Aster menyukainya.


Aroma mint menyambut indera penciuman Aster sesaat setelah Nathan kembali membunuh jarak diantara mereka. Bibir merahnya kembali meraup bibir Aster dan melum*tnya seperti tadi.


Aster menggeram dan kedua matanya terpejam ketika Nathan memasukkan jarinya ke dalam Miss-nya.


"Ohhh, ini sangat nikmat, Paman. Kumohon jangan berhenti!"

__ADS_1


Aster menutup matanya merasakan sensasi panas itu. Aster menurunkan pandangannya, mata hazelnya bersirobok dengan mutiara coklat milik Nathan yang penuh kilatan nakal


"Jangan ada yang ditahan, ayo keluarkan semuanya!" kata Nathan tanpa melepas kontak matanya.


Kenikmatan yang mampu membuat sekujur tubuhnya seperti kehilangan seluruh sel-selnya. Aster menggeram untuk yang kesekian kalinya ketika kenikmatan itu kembali merasuki tubuhnya.


"Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi, Sayang!" kata Nathan menahan hasratnya.


"Sekarang Paman, jangan ditunda lagi!"


"Kau sudah tidak sabar, eh??" Nathan memposisikan ujung sosisnya di Miss milik Aster.


Memasukkan sedikit demi sedikit, secara perlahan. Sebelum akhirnya mendorong seluruh sosis beruratnya ke dalam Miss yang telah basah itu. Sepenuhnya Nathan telah berada didalam diri Aster, yang menandakan jika mereka saling memiliki.


.


.


.


Pergulatan panasnya bersama Aster telah berakhir sejak satu jam yang lalu. Saat ini Nathan tengah duduk di sofa ruang keluarga sambil di temani sebotol wine dan satu kotak rokok beraroma mint.


Pria itu mengangkat kepalanya dan mendapati Nenek Xiao datang menghampirinya. "Nenek, kapan kau kembali?" Tanya Nathan to the poin.


"Dua jam yang lalu. Saat kau dan Aster sedang bercocok tanam. Nenek sampai merinding sendiri mendengar suara mengerikan kalian." Tuturnya.


Alis Nathan terangkat. "Nenek menguping?" Nenek Xiao menggeleng. "Lalu bagaimana Nenek bisa tau?" Nathan memastikan.


"Nenek hanya tidak sengaja mendengarnya. Lalu Nenek memutuskan untuk melanjutkannya, karena sayang jika dilewatkan, kekeke..."


Jika saja Nenek Xiao adalah Cris, Leon atau Gavin dan Rio. Mungkin saja Nathan sudah menimpuk kepalanya dari tadi. Tapi masalahnya ini adalah Nenek Xiao.


Dan Nathan tidak ingin di sebut sebagai cucu durhaka karena menimpuk kepala neneknya. Tapi jujur saja, Nenek Xiao memang sangat menyebalkan. Bagaimana bisa dia menguping orang yang sedang bercocok tanam?


"Sebenarnya kemana saja nenek selama setengah bulan ini?"


"Tentu saja pergi jalan-jalan. Nenek keliling dunia, sudah dua benua yang nenek datangi, dan masih ada tiga benua lagi. Nenek akan terus pergi berlibur menikmati masa tua nenek yang berharga ini."


Nathan mendesah berat. "Ck, apa Nenek tidak memiliki kerjaan lain selain menghambur-hamburkan uang?" Nathan menatap neneknya itu dengan sedikit sinis.

__ADS_1


Nenek Xiao menggeleng, menggerakkan jari manisnya di depan muka. "Kau tidak akan mengerti, Sayangku."


"Lagipula tidak semua perjalanan harus mengeluarkan uang. Kau tau bukan, jika Nenekmu yang cantik ini sangat cerdik dan banyak akal. Dengan sedikit mengeluarkan jurus andalan, maka Nenek mendapatkan tiket perjalanan secara gratis tanpa biaya."


Nathan memijit pelipisnya yang terasa pening. Dia sudah tidak mengerti lagi dengan neneknya ini. Dia usianya yang semakin tua, bukannya melakukan banyak hal yang berguna, nenek gaul satu ini malah semakin menggila.


Nathan meletakkan gelas wine-nya lalu bangkit dari duduknya. "Sudah larut malam. Sebaiknya Nenek segera tidur, aku juga mau tidur, aku lelah." Nathan menepuk bahu nenek Xiao dan pergi begitu saja.


-


"Ahhh...! Lelahnya!!"


Cris menjatuhkan tubuhnya pada kasur king size miliknya yang super nyaman miliknya. Cris baru saja kembali dari bersenang-senang. Cris dimanjakan sedikitnya 5 wanita sekaligus, dan itu membuatnya puas sampai 7 hari 7 malam.


Baru saja Cris mau menutup matanya. Namun kehadiran sosok lain di kamarnya membuatnya terkejut bukan main. "KKYYYA!" Cris menyetir histeris seraya bangkit dari posisi berbaringnya.


"Hihihi!!! Halo tampan, mau Suketi temani juga?" Suketi tengah duduk di ambang jendela sambil memakan jagung bakar keju kesukaannya.


"Si-siapa kau? Ke-kenapa kau bisa ada di sini? Kau manusia atau setan? Ke-kenapa kau sangat aneh?"


"Hihihi. Yang jelas Suketi cantik ini bukan boneka, boneka, tapi Suketi cantik ini adalah hantu. Lihat saja kaki Suketi yang tidak napak lantai!!"


Glukkk...


Susah payah Cris menelan salivanya. Keringatnya sebesar biji jagung. Dan disadari atau tidak, Cris malah terkencing di celana saking takutnya.


"Hus~Pait, pait, pait, pergi sana. Aku ini bukan bujangan lagi. Daging ku pait dan tidak enak di makan. Hus, pergi sana. Huhuhu..." Ujar Cris dengan tangisan di akhir kalimatnya.


Entah mimpi buruk apa yang Cris alami semalam. Sampai-sampai dia harus bertemu dengan mahluk mengerikan seperti Suketi. Dan seumur-umur, ini pertama kalinya Cris bertemu dengan mahluk berbeda alam dengannya.


"Hihihi~Suketi cantik pergi dulu. Bye, bye tampan. Muaahhh~Hihihi!!!" dan sosoknya pun kemudian menghilang bersama hembusan angin malam.


Seketika Cris menjatuhkan tubuhnya pada lantai yang dingin dan keras. Kedua lututnya terasa lemas. Rasanya Cris masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya. Mau dikatakan mimpi, tapi jelas itu nyata.


-


Bersambung.


-

__ADS_1


__ADS_2