
Suara decitan pintu di buka dari luar mengalihkan perhatian Aster yang sedang menghapus make upnya. Aster menoleh dan mendapati Nathan berjalan menghampirinya. Nathan memicingkan matanya sambil celingukan seperti mencari sesuatu.
"Paman, kau mencari siapa?"
"Dari luar aku mendengar kau sedang mengobrol dengan seseorang. Apa ada orang lain yang datang kemari?" Aster menggeleng. Meyakinkan pada Nathan jika memang tidak ada yang datang. "Lantas, suara siapa itu tadi?"
"Suketi."
"Suketi?" Aster mengangguk. "Maksudmu, teman hantu mu itu?" Sekali lagi Aster mengangguk. "Kau tidak tau padanya? Bukankah dia sangat menyeramkan?" Ucap Nathan.
Aster menggeleng. "Tidak, bagiku Paman jauh lebih menyeramkan!! Nah itu contohnya, baru saja di ledek sedikit, tapi Paman langsung memberikan tatapan mematikan." Tuturnya.
Nathan memutar mata jengah. Jika diteruskan pasti akan panjang, lebih baik dia mengalah. "Paman, kau mau kemana?" Seru Aster lihat Nathan yang beranjak dari hadapannya.
"Mandi, kau mau ikut?!!"
"Ikuttt!!!"
Namun langkah Aster dihentikan oleh Nathan. Nathan meletakkan jari telunjuknya di kening Aster. "Gantian saja mandinya. Kau pasti minta yang tidak-tidak saat di dalam sana." Ucap Nathan sebelum menghilang di balik pintu kamar mandi.
Aster mempoutkan bibirnya. Bagaimana bisa Nathan mempermainkannya? Padahal dia sangat semangat ketika Nathan mengajaknya mandi bersama, tapi ujung-ujungnya malah tidak jadi.
"Paman, kau menyebalkan!!!"
-
"Aster mulai kuliah lagi hari ini. Dan dia terlihat baik-baik saja."
Jordan mendaratkan pantatnya pada sebuah sofa merah dan duduk berhadapan dengan Jung Hilman. Pria itu mengambil sebatang rokok dari kotaknya lalu menyulutnya.
"Pak Tua, apa kau memiliki rencana baru? Aku sudah bosan menunggu dan bersabar terus. Aku sudah tidak tahan untuk segera mencicipi tubuhnya. Jika aku tidak bisa mengandalkan mu, lebih baik aku melakukannya sendiri saja!!"
Hilman mengangkat tongkatnya dan memukulkan pada kepala Jordan. "Dasar anak muda tidak tau di untung. Tau begini aku tidak Sudi mengajakmu bekerja sama. Jika kau ingin melakukannya sendiri, lakukan saja, tapi kembalikan semua uangku yang sudah masuk ke dalam kantong mu!!"
Mendengar hal itu membuat Jordan melunak. Bahkan sifat arogannya sudah tidak ada lagi. Jordan mendekati Hilman lalu memijit pundaknya.
"Kakek, kau adalah orang yang paling baik sedunia, aku hanya bercanda saja, kenapa kau malah menganggap serius. Aku tidak mungkin berani kurang ajar pada Kakek, Kakek kau pasti capek, aku akan memijitmu. Begini-begini aku pandai loh, dalam hal memijit."
Jung Hilman mendecih dan menatap sinis pemuda yang berdiri belakangnya. Dia mengenal betul Jordan itu pria seperti apa. Hilman menyentak tangan Jordan dan beranjak pergi.
__ADS_1
"Pergilah dan jangan pernah kembali lagi ke rumah ini!!"
-
Nathan memicingkan matanya melihat Aster yang sedang menekuk wajahnya sambil bersila di atas tempat tidur. Wanita itu membuang muka ke arah lain dan tidak mau menatap padanya.
Dan tanpa penjelasan pun, tentu saja Nathan tau apa alasan Aster terlihat kesal. Tanpa menghiraukan Aster, Nathan berjalan keluar setelah berpakaian lengkap. Sedangkan Aster langsung melemparkan bantal ke arah pintu sambil berteriak kencang.
"Paman!! Kenapa kau sangat menyebalkan!! Dasar tidak peka, padahal aku kan ingin sekali bercocok tanam."
Aster merebahkan tubuhnya. Wajahnya menatap lurus pada langit-langit kamarnya. Nathan benar-benar membuatnya kesal setengah mati
"Awas saja kalau sampai mengajak bercocok tanam, aku akan menolaknya!!"
~
"Tuan, sepertinya Nona sedang marah-marah di kamarnya. Apa kalian berdua sedang bertengkar?" Paman Kim menatap Nathan penasaran.
Nathan tak langsung menjawab dan hanya menatap pria itu datar. "Tidak, mungkin saja dia sedang kedatangan tamu bulanan. Ngomong-ngomong berita apa yang ingin kau sampaikan padaku?" Nathan mengangkat wajahnya dan menatap langsung ke dalam manik hitam milik Paman Kim.
Hilman menyerahkan sebuah berkas pada Nathan. "Itu adalah nama-nama orang yang terlibat dalam insiden di YS beberapa tahun yang lalu. Seperti dugaan Anda, Jordan Heng adalah otak dibalik insiden tersebut."
"Paman, lakukan apa yang seharusnya kau lakukan. Dan berikan kejutan manis untuk bocah kurang ajar itu!!"
Paman Kim mengangguk. "Saya mengerti, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu." Paman Kim membungkuk dan pergi begitu saja. Dia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan.
.
.
.
Tepat pukul 10 malam Nathan kembali ke kamarnya dan mendapati Aster yang sudah tertidur pulas sambil memeluk gulingnya. Nathan mendekati Aster kemudian duduk di samping dia berbaring
Jari-jari besarnya mengusap kepala Aster dengan penuh sayang. Sungguh betapa Nathan sangat mencintai dan menyayangi wanitanya ini. Meskipun terkadang dia bersikap dingin pada Aster, namun sesungguhnya dia sangat mencintainya.
Nathan bukanlah tipe pria yang mudah menunjukkan perasaannya secara terbuka pada orang lain. Bahkan pada keluarganya sendiri, itulah kenapa dia sering kali bersikap dingin pada Aster.
"Maafkan Paman, Sayang. Bukan maksud Paman ingin menghindar ataupun menolak ajakan mu untuk bercocok tanam. Mengertilah, Aster, semua yang Paman lakukan ini demi kebaikanmu."
__ADS_1
Nathan telah berkonsultasi dengan dokter. Dan dokter menyarankan agar mereka tidak melakukan hubungan suami-istri pasca melahirkan terlebih dulu.
Memilih waktu terbaik berhubungan badan setelah keguguran memang penting dilakukan. Pasalnya keguguran saat hamil ini tidak hanya meninggalkan rasa sakit saja, tapi ada proses pemulihan yang tidak singkat.
Peristiwa keguguran memang bukan hal yang menyenangkan. Terlebih bagi calon ibu yang sangat mendambakan anak.
Selain itu, akan muncul fase-fase trauma atau gangguan emosional yang biasanya berlangsung selama beberapa waktu pasca keguguran.
Dan hal itu pula yang sempat menimpa Aster pasca keguguran, dan butuh waktu hingga satu bulan untuk Aster bisa menerima kenyataan menyakitkan tersebut.
Aster membuka matanya dan mendapati Nathan tidak lagi duduk disampingnya. Sebenarnya Aster tidak benar-benar tidur. Dia hanya sekedar menutup mata saja. Aster sedikit kesal karena Nathan menolak untuk melakukan hubungan badan.
.
.
.
Nathan sedikit tersentak saat merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Lantas dia menolah dan mendapati Aster berdiri dibelakangnya.
"Kenapa kau bangun?" Nathan menggenggam jari-jari lentik Aster dengan lembut.
"Sebenarnya aku tidak benar-benar tidur. Aku tadi hanya pura-pura saja, aku kesal pada Paman karena menolak ku tadi. Tapi aku sekarang mengerti kenapa Paman menolaknya. Karena semua itu Paman lakukan demi kebaikanku."
Nathan melepaskan pelukan Aster. Pria itu berbalik, posisinya dan Aster saling berhadapan. Nathan menangkup wajah Aster dengan kedua tangannya lalu mengecup singkat bibirnya.
"Banyak hal yang harus Paman pertimbangkan untuk saat ini, Sayang. Kau baru saja mengalami keguguran, dan dokter menyarankan agar kita tidak sering-sering melakukannya, dan kalau bisa kita berhenti dulu sampai rahimmu benar-benar siap."
Aster mengangguk. "Aku mengerti, Paman. Aku tidak akan bersikap keras kepala lagi." Aster menurunkan tangan Nathan dari wajahnya dan kemudian berhambur ke dalam pelukannya.
Dokter pasti menyarankan pada pasangan suami-istri agar tidak terburu-buru melakukan hubungan se*sual usai istri mengalami keguguran. Alasannya adalah pertimbangan fisik wanita yang belum siap.
Kondisi rahim atau serviks dalam kondisi melebar dan sisa janin tengah luruh sebagai bagian dari proses keguguran.
Lantaran serviks yang melebar, wanita akan lebih rentan terkena infeksi di rahim. Pada saat pendarahan berhenti, leher rahim harus segera ditutup kembali dan harus menunda hubungan se*sual untuk sementara waktu.
-
Bersambung
__ADS_1