"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Laurent Diremehkan.


__ADS_3

Nathan Xiao...


Memangnya siapa yang tidak mengenal nama itu. Seorang pria yang berasal dari dunia bawah yang tidak pernah diragukan lagi kekejamannya. Ya, Nathan adalah salah satu Bos kelompok mafia yang paling di takuti dan disegani.


Kelompok mafia yang diketuai olehnya memiliki jaringan yang sangat besar dan luas. Tak sedikit orang yang tunduk dan takluk dibawah kekuasaannya.


Nathan tidak pernah pandang bulu dalam menghabisi lawan-lawannya, dan siapa yang berani mencari masalah dengannya, maka kematian-lah yang harus mereka terima sebagai imbalannya.


Namun sudah lama Nathan meninggalkan kehidupan lamanya dan hidup tenang sebagai seorang CEO di sebuah perusahaan besar miliknya. Meninggalkan bukan berarti benar-benar lepas dari dunia gelap yang selama ini telah menjadi bagian dari hidupnya tersebut.


Dia tidak benar-benar keluar dari dunia kelam itu. Hanya saja Nathan tidak pernah lagi berkecimpung secara langsung seperti beberapa tahun yang lalu.


Dia hanya ingin memiliki kehidupan yang tenang bersama keluarga kecilnya. Meskipun tak jarang beberapa orang masih suka membuat masalah dan mencari keributan dengannya.


-


Seorang gadis kecil berambut panjang terlihat memasuki sebuah loby perusahaan seorang diri sambil memeluk sebuah boneka. Gadis kecil itu begitu cantik.


Bola mata bulat berwarna Hazel, berkulit seputih dan sehalus porselen, rambut panjang yang tampak ikal di bagian bawahnya,bibir mungil tipis, benar-benar seperti boneka hidup.


"Gadis kecil, apa yang kau lakukan di sini? Ini bukan tempat bermain, sebaiknya kau pulang ya." Pinta seorang Security pada gadis kecil itu yang pastinya adalah Laurent.


Laurent menggeleng. "Aku mau ketemu Presdir, jadi tolong antarkan aku padanya, oke."


"Tapi, Nak. Presdir sedang sibuk dan tidak bisa diganggu, sebaiknya kau pulang saja, tempat ini bukan tempat untuk anak-anak."


"Paman, sebaiknya jangan ceramah dan antarkan aku pada Presdir, atau kalau tidak Paman beri tau aku saja di lantai berapa ruangan Presdir?"


Laurent berdecak sebal karena Security itu tidak memberikan jawaban apa-apa dan malah memintanya untuk pergi. Dan baiklah, jika Security itu tidak mau mengantarkan dirinya untuk bertemu dengan Nathan, maka dia bisa pergi sendiri.


Gadis kecil itu ingat jika Leon pernah memberitahunya jika ruangan Nathan ada di lantai paling atas. Melihat lift terbuka, Laurent pun segera masuk ke sana bersama beberapa pegawai yang hendak menuju departemen masing-masing.

__ADS_1


-


Nathan yang sedang disibukkan dengan tumpukan dokumen di mejanya di kejutkan dengan kabar dari salah seorang Security yang memberitahunya jika seorang gadis kecil ngotot ingin diantar padanya. Tapi gadis kecil itu tiba-tiba saja menghilang.


Mendengar hal itu tentu saja Nathan menjadi sangat panik. Tanpa mengetahui seperti apa ciri-cirinya, dia tau jika itu adalah putri kecilnya.


Dan sementara itu....


Laurent yang baru saja tiba di lantai paling atas segera menghampiri beberapa wanita yang terlihat asik mengobrol. Dia pun tidak merasa heran mengingat jika ini adalah waktu untuk makan siang.


Gadis kecil itu mendekati para karyawan ayahnya dan bertanya dimana ruang Presdir."Bibi, di mana ruangan Presdir?" Tanya Laurent dan mengalihkan perhatian ketiga wanita itu.


Salah satu dari mereka mendekati Laurent."Kau anak kecil. Untuk apa mencari ruang Presdir?! Ingin meminta sumbangan? Kau salah tempat, Nak. Sebaiknya kau pergi saja dari sini!" Ujar wanita itu memberi perintah.


"Bibi, kau buta ya?! Apa kau tidak bisa melihat dengan jelas pakaian yang aku pakaian, semua yang melekat di tubuhku adalah barang-barang mewah dari para desainer terkenal. Aku kemari untuk bertemu Daddy-ku. CEO di sini adalah Daddy-ku!"


"Jika Presdir adalah ayahmu, maka aku adalah istri Presdir." Jawab wanita berlipstick merah itu sinis.


"Hus, hus, hus, pergi sana!!"


Laurent mendengus berat. "Bibi, aku bukan Anjing. Kenapa seenaknya kalian mengusirku. Tidak apa-apa jika kalian tidak percaya padaku. Tapi lihat saja nanti, kalian akan bungkam setelah aku bisa membuktikan jika aku adalah Putri Daddy Nathan."


"Ya, terserah kau saja!! Sebaiknya sekarang kau pergi saja!!"


Laurent menatap sebal mereka bertiga. Orang-orang itu malah telah meremehkannya dan tidak percaya jika dirinya adalah putri dari pimpinan mereka.


Baru saja gadis kecil itu hendak meninggalkan perusahaan milik ayahnya, tapi seruan seseorang yang memanggil namanya menghentikan langkahnya.


"Laurent?!"


Sontak saja gadis kecil itu menoleh. Senyum di bibir Laurent mengembang lebar. Laurent menubruk ketiga wanita itu dan berlari menghampiri Nathan sambil berteriak memanggilnya...

__ADS_1


"Daddy!!" Seru Laurent dan langsung menubruk pria bereyepacth itu.


"Laurent, apa yang sedang kau lakukan di sini, Nak? Kau kemari dengan siapa? Di mana, Mami?" Tanya Nathan kemudian membawa gadis kecil itu ke dalam gendongannya.


"Sendiri, Mami di rumah. Jika Mami tau pasti dia akan melarangnya lalu memukul pantatku sambil berkata 'Dasar gadis nakal. Berhentilah merenggek minta diantarkan pada Daddy-mu. Dia sedang bekerja. Sebaiknya kau tidak usah mengganggunya!!' pasti Mami berkata seperti itu." Ucap Laurent yang berhasil menirukan aksen bicara Aster.


Nathan mendengus geli. Dengan gemas dia mencubit pipi gembil Laurent lalu mencium pipinya. "Pasti Mami-mu sangat cemas, sebaiknya sekarang Laurent ikut ke ruangan Daddy." Laurent mengangguk.


Gadis kecil itu mengulurkan lidah pada tiga karyawan ayahnya yang tampak syok setelah mengetahui jika atasan mereka memang ayah dari garis kecil tersebut.


-


"Laurent?!"


Aster yang baru saja menyadari jika putri cantiknya itu tidak ada di rumah menjadi sangat panik. Dia berteriak menyerahkan nama Laurent, tapi tidak ada jawaban.


Bukan hanya Aster, tapi seluruh penghuni rumah juga ikut panik mencari keberadaan putri kecil majikannya. "Paman, Kim. Bagaimana, apa anak nakal itu sudah kau temukan?" Tanya Aster pada pria paruh baya didepannya.


Paman Kim menggeleng. "Di taman belakang juga tidak ada, Nyonya. Saya tidak bisa menemukan Nona kecil dimana pun." Jawabnya.


Aster memijit kepalanya yang terasa pening. Meskipun dia sangat panik, tapi sebisa mungkin ia mencoba untuk tenang dan berpikir jernih. Kemudian wanita itu teringat sesuatu. "Omo, jangan-jangan?!"


Pemilik mata Hazel itu berlari ke kamarnya dan segera menghubungi Nathan untuk memastikan apakah putri kecilnya itu ada di sana atau tidak.


"Jadi benar, anak nakal itu ada di sana?! Baiklah, Oppa, aku akan segera ke sana."


Setelah mengganti pakaiannya, Aster pun bergegas pergi ke kantor suaminya. Dia baru saja mendapatkan kabar jika putri kecilnya itu ada di sana.


Rasa paniknya pun seketika hilang dan tergantikan rasa lega. Dia lega karena ternyata Laurent tidak hilang, tapi pergi untuk menemui sang ayah. Dan Aster pasti akan memukul pantat putri kecilnya itu karena sudah membuatnya panik sama sekali.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2