
Kabar tentang Baby Siter Rey yang pingsan saat melihat kemunculan trio hantu koplak telah sampai ke telinga Aster dan Nathan. Aster pun tak tinggal diam. Dia langsung mencari ketiganya dan memarahi mereka bertiga habis-habisan.
Bukan tanpa alasan yang Aster lakukan. Untung Baby sister itu hanya pingsan tak sampai meninggal karena jantungan. Bisa beda ceritanya jika Baby sister itu sampai meninggal jantungan.
"Sekali lagi kalian membuat ulah dan muncul seenak jidat, aku pastikan kalian bertiga mendekam di dalam botol sampai dunia ini kiamat. Kalian pikir di Negara ini tidak ada orang hebat yang bisa menghukum mahluk seperti kalian?!"
"A..Ampun, Aster. Ka..Kami janji ti..tidak akan melakukannya lagi. Ja..janji deh, kalau tak percaya be..belah dadaku ini. Aku rela mati dua kali demi dirimu!!!"
"Mr.Poci juga mau kalau yang belah dada ini adalah Neneng Aster, sangat-sangat rela malah."
"Yakk!!! Kalian kenapa malah berebut untuk di bela dada oleh Aster, kalian sudah tidak bisa dipercaya lagi. Dasar mata dinosaurus. Tidak bisa melihat yang bening langsung kepincut, aku kesal dan marah pada kalian. Kalian keterlaluan!!!"
"Ayang, Titi. Kau salah paham pada Ayang Poci. Oh cintaku ayang Titi, tunggu ayang Poci."
"K..Kok aku ditinggal sendiri. Tu...tunggu aku juga. A...ayang Titi. Neng Aster cantik, Mr.Wowo pergi dulu ya. Bye, bye."
Aster mendengus geli. Kenapa mereka tidak berubah juga. Masih saja suka berulah. Rasanya Aster ingin mengembalikan mereka ke negara asalnya. Tapi sayangnya mereka menolak karena sudah betah di Korea. Apalagi si Miss K yang tergila-gila sama Oppa, Oppa tampan jadi sangat mustahil jika mau pulang.
Aster membuka pintu kamarnya dan mendapati Nathan sedang sibuk dengan laptopnya. Suaminya itu memang selalu sibuk akhir-akhir ini, dan Aster tak berani mengganggunya.
Wanita itu menjatuhkan tubuhnya pada kasur super nyaman miliknya dan Nathan. Lalu tangannya bergerak untuk mengambil novel yang ada di atas nakas samping tempat tidurnya.
Entah apa yang membuat Aster tergila-gila pada Novel yang sedang dibacanya itu. Novel tersebut bukan hanya tentang percintaan, namun juga kuatnya persahabatan dan persaudaraan. Semua begitu terangkai manis dalam satu novel.
"Ahh, Paman. Kenapa kau ambil novel itu dariku?!" Aster memekik saat Nathan tiba-tiba merebut novel yang sedang ia baca.
__ADS_1
"Siapa suruh kau membaca sambil tiduran. Itu tidak baik untuk matamu, Aster Xiao!!!"
Aster mendengus. "Iya, iya aku mengerti. Dan sekarang bisakah kau kembalikan novel itu padaku?!" Aster mengulurkan tangannya, alih-alih mengembalikan novel tersebut. Nathan malah melahap bibirnya dan mel*matnya dengan kesal.
Alih-alih merasa terancam. Aster malah menerima ciuman itu dengan baik. Wanita itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Nathan. Tanpa ragu Aster membalas ciuman Nathan dengan mel*mat dan memagut bibir Kiss Able itu.
Sadar Aster membalas ciumannya. Kemudian Nathan merubah posisi mereka dengan menempatkan Aster dibawah kungkungan tubuhnya. Kembali Nathan mel*mat bibir Aster dengan ganas dan penuh n*fsu.
Jari-jari mereka saling meremas. Aster merasakan aliran darah pada sekujur mengalir dengan deras. Sementara itu, sosis berurat milik Nathan telah terbangkitkan sejak dari tadi, lebih tepatnya sejak ia menc*mbu Aster untuk pertama kalinya.
"Uhhh," Geraman ken*kmatan keluar dari sela-sela bibir Aster, ketika Nathan menurunkan ciumannya menuju leher jenjangnya, yang semakin turun dan turun lagi menuju d*danya dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana.
"Kau sudah siap." Nathan menatap Aster yang sudah dikuasai kabut n*fsu sejak pertama ia menc*mbunya. "Ku pastikan kau akan menyerukan namaku sepanjang kita melakukannya."
Dan selanjutnya bukan hanya bibir mereka yang menyatu. Tapi tubuh dan jiwa mereka. Saling berbagi cinta dan kehangatan di tengah malam yang dingin ini. Malam yang terasa dingin bagi orang lain justru terasa panas bagi mereka berdua.
-
"GAVIN, RIO, MINGGAT KALIAN DARI SINI!!!"
Nathan dan Aster yang baru saja selesai bercinta terlonjak kaget karena suara teriakan Cris dan Zhoumi. Mereka tidak tau hal gila dan konyol apa yang telah mereka lakukan pada keduanya.
Setelah berpakaian lengkap dan membenahi penampilan mereka. Buru-buru Nathan dan Aster meninggalkan kamar mereka dan pergi ke kamar mereka berdua. Setibanya di luar, mereka melihat Gavin dan Rio yang sedang duduk di lantai.
Penasaran apa yang terjadi, Nathan menghampiri mereka. "Ada apa ini?" Tanya Nathan tanpa basa basi.
__ADS_1
"Tanyakan saja pada kedua bocah ini. Huhuhu, bocah-bocah ini telah menodai harga diri kami sebagai seorang pria. Masa iya aku dan Cris dikenalkan pada wanita jadi-jadian, udah gitu mereka kegatelan lagi, huhuhu."
"Kalian lihat ini, mereka meninggalkan banyak tanda merah di tubuhku dan Zhoumi Ge. Ini kan sangat memalukan. Awalnya kami kira mereka itu wanita tulen karena penampilannya yang aduhai, nah pas dibuka ternyata mereka bersosis semua, huahahaha..."
"Lalu dimana mereka berdua?" Tanya Nathan penasaran.
"Pingsan di kamar, mereka pingsan karena trio hantu geblek itu tiba-tiba muncul dengan cara yang tidak terduga, mereka jatuh dari atas plafon. Dan kemunculan mereka membuat kedua mahluk jadi-jadian itu histeris lalu pingsan."
Nathan mendengus berat. "Aku tidak mau tau, segera bereskan kekacauan yang kalian ciptakan ini. Kalian benar-benar membuatku gila!!!" Nathan meninggalkan mereka dan kembali ke kamarnya.
Sedangkan Aster hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah mereka, ada saja tingkah konyolnya yang membuat orang lain mengelus dada.
Malam yang dingin telah berlalu, sang Dewi malam telah kembali ke peraduannya. Sang Surya telah menampakkan sinarnya. Di sebuah mansion mewah, terlihat seorang bocah perempuan berusia 10 tahun yang tengah sibuk membantu ibunya di dapur.
Mereka tengah menyiapkan sarapan untuk semua orang. "Mi, bagaimana kalau akhir pekan ini kita pergi piknik? Sudah lama kita tidak pergi piknik bersama bukan?" Usul gadis kecil itu yang pastinya adalah Laurent.
"Sepertinya bukan ide buruk." Sahut seseorang dari arah belakang. Terlihat Nathan menghampiri dua perempuan terhebatnya itu lalu bergabung bersama mereka. Si kecil berada dalam gendongan Nathan.
"Daddy, Rey mau anggur." Rey merengek meminta anggur merah yang ada di atas meja.
Tak ingin putranya menangis, kemudian Nathan mengambil beberapa butir anggur lalu ia berikan pada Rey. Nathan tidak perlu mencucinya karena Aster telah mencucinya lebih dulu.
"Baiklah, karena Daddy juga setuju, maka Minggu depan kita pergi piknik. Kita ajak semua keluarga Xiao, biar lebih rame." Ujar Aster dan membuat Laurent langsung kegirangan.
"Hore, kita pergi piknik!!!"
__ADS_1
Nathan dan Aster saling bertukar pandang. Mereka sama-sama menarik sudut bibirnya, melihat senyum di bibir Laurent membuat hati mereka menghangat, bahagia mereka sangatlah sederhana, hanya dengan melihat putra-putrinya tersenyum itu sudah lebih dari cukup.
Bersambung.