"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Rio Ngompol


__ADS_3

"SEORANG MODEL DAN AKTRIS TERNAMA DUNIA BERINISIAL 'E', MEMBUAT KEHEBOHAN DENGAN MENGGODA KEMBALI MANTAN KEKASIHNYA YANG TELAH BERISTRI!!"


"Apa-apaan ini?!" Elinda memekik sencang-kencangnya setelah membaca artikel pagi ini.


Sebuah berita yang sangat menggemparkan menghebohkan jagad dunia hiburan dengan beredarnya foto-foto serta video dirinya yang sedang memeluk Nathan dari belakang.


Selain foto, ada juga Video pendek berdurasi kurang dari 20 detik. Foto dan Video yang beredar itu adalah foto dan video sebelum wartawan datang.


Dan yang menjadi pertanyaan Elinda, siapa yang telah menyebarkan foto-foto dan video tersebut. Parahnya lagi wajahnya tidak disensor. Sehingga semua orang melihat wajahnya. Kini nama Elinda menjadi trending topik di seluruh situs pencarian internet.


Brakk...


Elinda terkejut karena dobrakan keras pada pintu. Seorang wanita yang usianya 3 tahun lebih tua darinya melemparkan beberapa lembar kertas padanya.


"Scandal apa lagi yang kau ciptakan kali ini? Apa kau tau seberapa besar masalah yang kau timbulkan karena kebodohanmu itu?!" Bentak wanita itu penuh emosi.


"Kak Yura, kenapa kau malah menyalahkan ku? Aku hanya korban di sini, aku difitnah, seharusnya kau bisa memahami ku, kau mengenalku dengan baik bukan?"


"Fitnah kau bilang? Jelas-jelas kau yang berada dalam video itu, masih ingin mengelak? Kau adalah aktris dan model tingkat dunia. Tapi kenapa kau begitu bodoh dan tidak tau etika?! Aku tidak mau tau, segera selesaikan masalah ini jika kau tidak ingin karirmu sampai berakhir!!"


Blamm..


"Aarrrkkhhh!!" Elinda mengeram marah.


Elina berdiri dan menghancurkan apapun yang ada di atas mejanya. Dia tidak tau siapa yang melakukannya, tapi cepat atau Lambar Elinda pasti akan menemukannya.


"Brengsek, brengsek, brengsek, siapapun dirimu, aku pasti akan menemukanmu!!"


-


"Jadi ini yang kau kau lakukan hampir semalaman diruang kerjaku?"


Nathan menghampiri Aster yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil memangku laptopnya. Wanita itu mengangkat wajahnya dan mengangguk membenarkan. Aster tersenyum lebar.


"Bagaimana, Oppa? Bukankah aku sangat hebat," ucapnya membanggakan diri.


Nathan menyentil gemas kening Aster lalu menarik ujung hidung mancungnya. "Kau memang sangat hebat dan selalu menjadi yang terbaik. Aku sangat bangga padamu, Nyonya Xiao!!" Aster terkekeh. Kemudian dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Nathan.


"Jika aku memang sehebat itu. Lalu mana penghargaan untukku?" Aster menyentuh bibir Kissable Nathan dengan jari-jari lentiknya.


Nathan pun mengabulkannya. Menangkup kedua pipi Aster lalu mencium bibirnya. Aster mengalungkan kedua tangannya pada leher Nathan ketika pria itu semakin memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Ciuman mereka berubah menjadi ciuman panas yang menuntut. Sebelah tangan Nathan meremas salah satu bukit kembar milik Aster. Wanita itu terus mend*sah, dan des*han itu Nathan manfaatkan untuk mendapatkan akses lebih.


Lidahnya menelusup masuk ke dalam mulut Aster. Menyapu dinding-dinding rongga mulutnya, mengabsen satu persatu deretan gigi putihnya dan sesekali mengajak lidah Aster menari bersama.


"Oh my God!!"


Buru-buru Zhoumi menutup kembali pintu kamar Nathan dan segera berbalik badan. Baru saja dia menyaksikan pertunjukkan langsung dari pasangan yang sedang bercumbu di dalam sana.


Lagi-lagi Zhoumi harus melihat kegilaan mereka. Dan dia heran kenapa Nathan tidak menutup pintu kamarnya dengan rapat jika mau melakukan adegan semacam itu.


"Mereka semakin gila saja. Sangat keterlaluan."


Zhoumi pun beranjak dan segera pergi dari sana. Ia harus mengurungkan niatnya untuk menemui Nathan sampai mereka selesai dengan kegiatan gilanya.


-


Nathan memicingkan matanya melihat kedatangan dua orang asing di rumahnya. Nathan tidak tau dan tidak mengenal siapa kedua orang itu. Mereka sedang berbincang dengan Zhoumi.


"Sebaiknya kalian bicara langsung saja dengan orangnya. Aku tidak paham dengan permasalahan yang tengah kalian hadapi itu."


Zhoumi menepuk bahu Nathan dan melenggang pergi. Zhoumi masih memiliki pekerjaan yang harus dia selesaikan. Ia masih belum selesai dengan penelitiannya.


"Kami dari JK Entertainment, Agensi yang menaungi Elinda. Tuan Xiao, tujuan kami datang kemari karena kami membutuhkan bantuan dari Anda. Perusahaan kami mengalami penurunan saham akibat scandal yang menimpa Elinda. Dan kami ingin Anda segera menyelesaikannya."


Nathan menyulut rokoknya lalu menatap keduanya dengan tajam dan mengintimidasi."Kenapa aku harus ikut campur. Itu bukan urusanku!!" Jawabnya acuh.


"Tapi, Tuan Xiao. Masalah itu tidak akan menjadi sebesar sekarang jika Anda mau mengakui jika Elinda menang kekasih Anda. Lagipula apa susahnya mengakui didepan umum jika kalian memang memiliki hubungan special?!"


Brakkk...!!!


Kedua orang itu terlonjak kaget karena gebrakan pada meja. Nathan menatap keduanya dengan tatapan menusuk.


"Jika kedatangan kalian hanya untuk membuatku geram. Sebaiknya kalian segera pergi dari rumah ini, atau kalian memang ingin mengalami kerugian lebih besar lagi dari ini?!" Nathan mulai kehilangan kesabarannya. Mereka benar-benar membuatnya emosi.


"Ba-baik Tuan, kami akan segera pergi dari sini." Keduanya segera berdiri dan bergegas meninggalkan kediaman Xiao. Sepertinya bernegosiasi dengan Nathan memang bukan pilihan tepat.


"PAMAN!! RIO NGOMPOL LAGI!!"


Perhatian Nathan terlaihkan oleh teriakan histeris Gavin. Nathan tidak tau masalah apa lagi yang mereka ciptakan kali ini. Gavin menurun berlari menuruni tangga dan menghampiri Nathan.


"Paman, Huwaa...Rio kampret itu ngompol lagi di kasurku, padahal aku baru saja mengganti spreiku sebulan yang lalu. Dan sekarang, hiks...sepreiku bau ompol-nya."

__ADS_1


Nathan mendengus berat. Dia pikir karena apa Gavin menangis, ternyata karena Rio nengompol di kasurnya. "Kapan kalian bedua bisa bersikap dewasa? Ada saja hal tidak masuk akal yang kalian ributkan." Nathan beranjak dari sana dan pergi begitu saja.


Tingkah mereka berdua terkadang membuat Nathan sakit kepala. Mereka sudah lebih dari 17 tahun. Tapi sikap dan kelakuannya tetap saja seperti bocah.


.


.


.


Nathan tiba di kamarnya dan mendapati Aster tengah berputar-putar di depan cermin sambil memperhatikan perutnya yang masih sangat-sangat rata.


Penasaran apa yang dilakukan oleh wanitanya. Nathan segera menghampiri wanita itu."Sayang, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Nathan penasaran.


"Oppa, ini sudah bulan ke tujuh sejak si Utun pergi. Tapi kenapa dia belum kembali juga? Apa dia tidak ingin kembali pada Mamanya?" Kedua matanya tampak berkaca-kaca.


Nathan mendesah berat. Dia pikir Aster sedang apa. Pria itu menghampiri Aster kemudian membawa sang wanita untuk duduk bersama.


"Dengarkan aku, Sayang. Belum bukan berarti tidak bisa. Tuhan pasti mengembalikan Baby Xiao pada kita jika waktunya sudah tiba. Tuhan tidak ingin jika Baby Xiao sampai terlahir di tengah semua kemelut yang sedang terjadi. Jadi yakinlah, jika cepat atau lambat, dia akan kembali pada kita."


Nathan tidak sampai hati untuk memberitahu Aster jika dia sudah sempat hamil lagi namun keguguran lagi. Nathan tidak ingin membuat Aster terguncang dan merasa sedih. Jadi lebih baik jika dia tetap menyembunyikan kebenaran itu darinya.


"Jangan sedih dan berkecil hati lagi. Tuhan pasti akan menyempurnakan kebahagiaan kita." Nathan menarik bahu Aster dan membawa wanita itu kedalam pelukannya. Dia sungguh memahami apa yang sedang Aster rasakan saat ini.


"****!!"


Aster segera melepaskan pelukan Nathan setelah mendengar umpatan yang keluar dari bibir Nathan. Mimik wajahnya menunjukkan jika Nathan sedang kesakitan. Sebelah tangannya terus memegangi mata kanannya.


"Oppa, ada apa?" Tanya Aster setengah panik.


"Mata sialan ini kembali berkedut nyeri."


Melihat ada cairan yang keluar dari sela-sela jari Nathan membuat Aster terkejut. Segera dia menarik tangan Nathan dari mata kanannya.


Kedua mata Aster membelalak kaget melihat cairan merah segar memenuhi tangan kanan Nathan. Dan dengan kencang Aster pun memekik...


"Darah!!"


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2