"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Pengakuan Nathan


__ADS_3

"Nathan?!"


Langkah Nathan terhenti karena kemunculan seorang wanita yang datang dari masa lalunya. Wanita yang telah meninggalkan dan mencampakkan dirinya 10 tahun yang lalu guna mencapai impiannya menjadi artis dan model dunia.


Nathan berbalik dan mengabaikan wanita itu. Namun Elinda tidak tinggal diam. Elinda segera mengejar Nathan dan memeluknya dari belakang.


"Lepaskan aku!!" Dua kata dingin dan penuh penekanan.


Elinda menggeleng. "Tidak mau!! Tidakkah kau merindukanku?! Aku sudah menunggu momen ini lebih dari 10 tahun. Tidaklah kau merindukanku juga?" Bisik Elinda sambil mengeratkan pelukannya.


"Aaahhh!!"


Tubuh Elinda tertarik kebelakang karena jambakan pada rambutnya. Tubuhnya tersungkur di lantai setelah orang yang menjambaknya itu melepaskan tarikannya. Sosok wanita berdiri menjung tepat dihadapannya sambil membawa sebuah gunting.


"Yakk!! Perempuan sialan, apa yang kau lakukan padaku, eo?!" Bentak Elinda penuh emosi.


"Memberikan sedikit pelajaran pada pelakor." Jawab Aster dengan santainya. Wanita itu memainkan gunting ditangannya.


Elinda berdiri. Dengan emosi dia menghampiri Aster, Elinda menyambar vas bunga yang ada disampingnya lalu melemparkan pada Aster.


Prakkk!!


Namun di hadang oleh lengan Nathan. Nathan melindungi Aster dengan menarik wanita itu ke dalam pelukannya. "Jika kedatanganku kemari hanya untuk membuat masalah. Sebaiknya kau pergi!!"


"Nathan, kenapa sikapmu begitu dingin padaku? Memangnya siapa wanita ini? Kenapa kau harus membela dan melindungi wanita bar-bar ini?!"


"Ah, aku belum memperkenalkan diri pada Bibi secara resmi ya? Oke, perkenalkan aku adalah Aster Xiao, istri sah dari Nathan Xiao!!" Pandangannya berubah serius dan tajam.


"A..Apa? Bagaimana mungkin? Bukankah kau adalah gadis kecil yang Nathan pungut 10 tahun yang lalu? Kau..adalah putri angkatnya, lalu bagaimana kau bisa menjadi istri Nathan? Ini sungguh tidak masuk akal!!"


Kini mereka bertiga menjadi pusat perhatian. Semua orang saling berbisik-bisik membicarakan Nathan dan Aster.

__ADS_1


Karyawan Nathan yang memang tidak suka pada Aster langsung mencibirnya dengan saling berbisik, namun tak sedikit pula yang mendukung hubungan mereka dengan memberikan kesan positif.


Diam-diam Elinda menyeringai dan menatap Aster penuh kemenangan. Elinda menarik Aster ke dalam pelukannya dan berbisik lirih ditelinganya.


"Nona kecil, kau pikir kau siapa mau mengibarkan bendera perang denganku? Kau hanya gadis kecil yang kurang pengalaman. Dan dilihat dari segi mana pun, tentu saja aku lebih unggul darimu!!"


Elinda hendak melepaskan pelukannya, namun tarikan Aster pada lengannya membuat tubuhnya tertarik ke depan. Aster berbisik di telinga Elinda.


"Kau tidak sadar dengan siapa kau berhadapan, Bibi. Kau pikir aku hanya gadis kecil yang lemah dan mudah untuk kau tindas? Sayangnya kau mencari lawan yang salah. Dan sebaiknya kau berpikir dua kali jika ingin bersaing denganku!!" Aster mendorong tubuh Elinda hingga wanita itu terhuyung kebelakang.


"Kau!!"


Nathan menahan pergelangan tangan Elinda ketika wanita itu hendak menampar Aster."Nathan, kau membelanya lagi?!" Elinda menatap Nathan tak percaya.


Nathan mengabaikan Elinda. Dia menarik Aster untuk berdiri disampingnya, sebelah tangan Nathan merangkul bahu Aster. Nathan sudah membulatkan tekadnya jika dia akan mengumumkan mengenai pernikahannya dengan Aster.


Nathan memberi kode pada Leon dengan menganggukkan kepala. Dan tak berselang lama beberapa wartawan memasuki perusahaan Nathan. Elinda tersenyum, dia memiliki sebuah ide untuk memojokkan Aster.


Nathan memang terkenal karena dia adalah pengusaha muda yang sukses, namun tidak dengan Aster. Aster hanyalah perempuan biasa yang tidak pernah di sorot keberadaannya.


Sementara itu. Leon, Cris, Zhouni dan Dio menikmati pertunjukan mereka sambil menikmati popcorn dan minuman bersoda. Jarang-jarang mereka mendapatkan hiburan gratis seperti ini.


Kedua mata Elinda membelalak. "What?! Mereka mengabaikan-ku?!" Elinda terkejut dan tidak percaya ketika para wartawan itu malah melewatinya begitu saja.


Para wartawan itu terlihat mengerubungi Nathan dan Aster. Mereka ingin mengkonfirmasi mengenai hubungan Nathan dan Aster.


Jika mereka benar-benar menikah, maka akan menjadi trending topik paling panas di tahun ini. Bagaimana tidak, Nathan dan Aster adalah ayah dan putri angkat.


"Tuan Xiao!! Bisakah Anda memberikan klarifikasi mengenai hubungan Anda dan Nona Xiao? Apakah benar Anda dan Nona Xiao sudah menikah?"


"Ya!!" Nathan menjawab dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi, Tuan. Bukankah Nona Xiao adalah putri angkat Anda? Bagaimana mungkin Anda malah menikahinya? Lalu bagaimana hubungan Anda dengan Nona Elinda? Bukankah kalian berdua pernah berhubungan di masa lalu?"


"Aster dan aku tidak memiliki hubungan darah, dan itu adalah fakta. Aku tidak menampik jika dia memang putri angkat-ku, tapi aku juga tidak bisa membohobgi diriku sendiri jika aku sangat mencintainya. Aster adalah masa depanku, sedangkan Elinda adalah masa laluku, kesalahan terbesar dalam hidupku!!"


Elinda tercengang mendengar pengakuan Nathan. Sedangkan Aster menatap Elinda dengan senyum penuh kemenangan.


"Tapi Tuan, apakah ada bukti yang membuktikan jika kalian berdua sudah menikah?"


Elinda tersenyum penuh kemenangan setelah mendengar pertanyaan dari salah satu wartawan itu. Elinda yakin jika Nathan dan Aster tidak berkutik kali ini.


Namun dugaan Elinda salah, Nathan menunjukkan sebuah akta nikah dan cincin pernikahan. Para wartawan pun segera mengambil foto akta nikah dan cincin yang Nathan tunjukkan itu sebanyak-banyaknya.


Elinda pun semakin terpojok dan semakin dibuat tak percaya. Elinda mengambil akta nikah itu dari tangan Nathan untuk memastikan apakah akta nikah itu asli atau palsu.


"Ini tidak mungkin!! Kalian menikah sudah sejak satu tahun yang lalu?!"


Nathan mengambil kembali Akta nikah tersebut lalu memasukkan ke dalam saku jasnya. Nathan menarik tengkuk Aster dan mencium bibirnya.


Semua bersorak terkejut termasuk Elinda. Para wartawan kembali mengambil foto mereka yang sedang berciuman sebanyak mungkin. Mereka tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan langkah yang mereka miliki itu.


Bukan sekedar menempelkan bibir saja. Nathan juga mel*mat dan memagut bibir Aster. Sebelah tangan Nathan memeluk pinggang ramping wanitanya dengan sangat erat, hingga tidak ada jarak lagi diantara mereka kecuali kain yang membalut tubuh masing-masing.


Sayangnya ciuman itu tidak berlangsung lama. Kurang dari satu menit. Namun ciuman tersebut dan tanda merah yang Nathan tinggalkan di leher Aster membuktikan jika mereka benar-benar memiliki hubungan yang int*m.


"Apa semua itu sudah cukup untuk meyakinkan jika aku dan dia benar-benar sudah menikah? Dan aku tidak akan segan-segan memberikan pelajaran pada siapa pun yang berani membuat masalah atau menyulitkannya, tanpa terkecuali!!" Tegas Nathan.


Pandangan Nathan terarah pada Elinda. Tatapan tajam penuh kebencian. Sedangkan Elinda mati-matian menahan air matanya. Kedua tangannya terkepal kuat. Elinda tentu tidak akan melupakan hari ini, dia akan membalas penghinaan yang dia dapatkan.


"Ayo," Nathan merangkul bahu Aster dan keduanya berjalan beriringan meninggalkan perusahaan dan semua orang yang ada di sana, termasuk Elinda.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2