
"Aktris dan Model dunia ditemukan meninggal di kamarnya karena overdosis."
PIP...
Aster matikan saluran televisinya laku beranjak dari duduknya dan berjalan menuju balkon kamarnya. Udara malam yang dingin ditambah dengan semilir angin membuat bulu-bulu halus di tubuhnya semakin berdiri.
Kematian Elinda yang begitu tiba-tiba memang sedang menjadi perbincangan hangat saat ini.
Wanita itu ditemukan meninggal di dalam kamarnya dalam keadaan Overdosis setelah mengkonsumi minuman keras dan obat-obatan terlarang.
Aster menang memiliki dendam pribadi dengan wanita itu. Tapi dia tidak menyangka jika mantan kekasih dari suaminya tersebut harus mati dengan cara yang sangat tragis, dengan cara overdosis.
Kabar mengenai Elinda sebagai seorang pecandu memang sudah lama beredar. Namun berita tersebut kemudian menghilang karena tidak ada bukti yang bisa ditemukan untuk membuktikan kebenaran tersebut.
Namun kematian Elinda tentu saja membuktikan segalanya, jika berita itu memang benar. Dan Elinda adalah pecandu berat.
"Oppa?!"
Aster berseru sedikit terkejut saat merasakan sepasang tangan kekar yang memeluknya dari belakang. Kehangatan dan sentuhan familiar ini tentu saja membuat Aster paham siapa yang sedang memeluknya ini.
"Kenapa belum tidur dan malah berdiri disini?" Tanya Nathan lalu mengecup leher jenjang Aster.
"Aku sulit tidur. Mungkin karena seharian ini tidak bertemu dengan, Oppa." Jawabnya. Aster melepaskan pelukan Nathan kemudian berbalik dan posisi mereka saling berhadapan.
Aster tersenyum lebar. Wanita itu mengalungkan kedua lengannya pada leher Nathan. "Aku sangat merindukan, Oppa. Dan aku merasa bosan karena Oppa tidak ada. Apalagi dengan adanya wanita menyebalkan itu serta kakeknya. Oppa, usir saja mereka berdua. Aku benar-benar muak melihatnya."
Nathan mengangkat tubuh Aster lalu membawanya masuk ke dalam. Nathan tidak ingin jika Aster sampai sakit karena udara di balkon sangat dingin.
"Mereka akan pergi akhir Minggu ini. Jadi kau tidak perlu repot-repot untuk mengusirnya."
"Itu artinya masih 4 hari lagi. Itu terlalu lama, Oppa. Lama-lama aku bisa terkena tekanan darah tinggi karena mereka berdua!!"
Nathan menangkup sisi wajah Aster lalu mencium bibirnya. "Kau adalah Aster-ku, tentu saja kau akan mampu menghadapi masalah semacam ini. Lagipula bukankah masalah ini hanya masalah kecil saja bagimu?"
Aster mengangguk. Namun detik berikutnya dia menghela napas panjang. "Tapi tetap saja, Oppa. Kedatangan mereka sangatlah menggangguku. Apalagi Marta. Dan apa kau tau hal gila apa yang wanita itu lakukan hari ini?"
Nathan menggeleng. "Memangnya apa yang dia lakukan?"
"Dia memasukkan sebuah mentimun ke dalam Miss-nya sambil membayangkan jika kaulah yang sedang memanjakannya. Dan aku benci karena wanita gila itu menjadikanmu sebagai imaginasi liarnya!!" Ujarnya menegaskan.
Nathan mengangkat dagu Aster dan mengunci manik hazel-nya. "Dengarkan aku, Sayang. Aku tidak peduli dengan jutaan wanita yang datang menggodaku, karena bagiku hanya cukup dirimu satu-satunya wanita yang ada dalam hidupku, dan anak-anak kita nanti!!"
"Op...Emmpphh~" kalimat Aster di potong oleh bibir Nathan yang langsung meraup bibir ranum tipis itu. Memagutnya dan mel*matnya dengan penuh kelembutan.
Lama kelamaan lum*tan Nathan malah berubah menjadi sedikit lebih kasar.
__ADS_1
Dan coba tebak, lum*tan Nathan saat itu sukses membuat Adter menggerakan kecil bibirnya. Aster membalas lum*tan bibir Nathan dengan sangat lihat.
"Enghhhh" Nathan sedikit tersenyum saat merasakan bibir Aster balas mel*mat bibirnya. Nathan begitu menikmati aktifitas bibirnya dengan bibir Aster, dengan sedikit gemas.
Wanita itu terus berusaha mendominasi ciuman mereka dan selalu menghalangi Nathan untuk mengambil alih ciuman tersebut. Nathan pun menggigit kecil bibir bawah Aster, untuk memberikan sedikit pelajaran pada wanitanya ini.
"Emphhh O..Oppa!!"
Erangan dan ******* berkali-kali lolos dari tenggorokan Aster. Membuat ciuman mereka semakin dalam dan menuntut.
Lama kelamaan kebutuhan oksigen mulai mengambil alih. Aster memukul dada Nathan, berharap pria itu segera mengakhiri ciuman gilanya. Namun sayangnya Aster belum ada niatan untuk melepaskan tautan bibir mereka.
"O..Oppa.. sudhahh hhepas" Aster mencoba mendorong kecil dada Nathan, berharap kalau dengan itu ciuman mereka akan berakhir.
Tapi sepertinya itu tak berhasil, buktinya Nathan malah tak mau dan malah terus mencoba mel*mat bibir Aster lagi dan lagi.
Aster kesal dengan kelakuan Natha , dengan semangat Aster pun menggigit keras bibir bawah Nathan. Dan berhasil, Nathan pun langsung melepaskan ciuman mereka yang sangat panjang itu.
Sementara itu Aster tersenyum senang karena melihat wajah Nathan yang kini sangat tidak enak di lihat. "Tumben hari ini kau tidak begitu bersemangat, Nyonya Xiao?" Ucap Nathan sambil menyeka darah di sudut bibirnya karena gigitan Aster.
"Aku sedang kesal. Ditambah lagi aku belum siap. Tapi Oppa malah memaksa untuk menciumku dengan gila!!"
Nathan terkekeh geli. "Siapa suruh kau begitu menggemaskan dan menggoda, itulah kenapa aku selalu tidak tahan untuk tidak menciumu!!"
"Paman Bucin!!"
"Paman, lebih nyaman. Toh hanya kita berdua di sini. Ketika di depan orang lain aku akan memanggilmu Oppa, tapi ketika berdua aku akan memanggilmu Paman. Bukankah ini keren?" Aster berbinar-binar.
"Dasar labil." Aster terkekeh. Wanita itu naik keatas pangkuan Nathan dan mengalungkan kedua lengannya pada leher pria itu.
"Jika dilihat lebih dekat Paman sangat keren dengan eyepacth ini. Paman tau, Paman adalah bajak laut tertampan yang pernah aku tau."
"Dan penampilan Paman sekarang semakin memperkuat identitas Paman sebagai mafia. Dingin, kejam, tak berhati. Kau adalah psikopat tertampan yang pernah ada." Tutur Aster sambil memainkan jari-jari lentiknya pada benda hitam bertali yang menutup mata kanan Nathan.
"Itukah yang kau pikirkan?" Aster mengangguk. "Dan bisakah sekarang kau turun dari pangkuan psikopat ini? Aku harus mandi, Sayang."
"Tentu."
Aster pun segera turun dari pangkuan Nathan. Dia berjalan menuju ruangan berdinding kaca di mana semua barang mewah miliknya dan Nathan tersimpan. Mulai dari pakaian sampai aksesoris tersimpan di sana.
Setelah dua menit berkeliling. Akhirnya pilihan Aster jatuh pada sebuah Vest V-Neck berwarna coklat susu, jeans panjang hitam serta singlet hitam yang nantinya akan Nathan pakai sebagai luaran Vest-nya.
"Hehehe!! Setelah ini pasti ada yang akan tersiksa dengan penampilan Paman Nathan!!" Aster menyeringai tajam.
.
__ADS_1
.
.
"Kakek Buyut."
Seruan dari arah tangga mengalihkan perhatian semua orang yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga. Terlihat Aster dan Nathan yang sedang berjalan menuruni tangga dengan wanita itu yang memeluk mesra lengan terbuka suaminya.
Byurrr...
Marta menyemburkan teh yang berada di dalam mulutnya. Nyaris saja dia mimisan melihat bagaimana tampan dan panasnya Nathan dalam balutan Vest itu.
Melihat kedua lengan Nathan yang berotot membuat Marta begitu ingin menyentuhnya. Sedangkan Aster menatap wanita itu penuh kemenangan.
"Sayang, kemarilah." Seru Kakek Billy sambil mengurai senyum lebar.
"Kakek Buyut." Aster langsung memeluk manja lengan sang kakek tua. Dan Billy tidak merasa keberatan.
Sepuluh tahun lebih Aster menjadi bagian dari keluarga Xiao. Tapi baru sekarang dia bertemu langsung dengan wanita cantik ini. Dan setelah melihat kepribadian dan sikap Aster, Kakek Billy tau kenapa Nathan bisa sampai jatuh cinta pada putri angkatbnya sendiri.
"Kakek Buyut, bagaimana dengan hari ini? Kakek Buyut bersenang-senang bukan? Aku harap dua bocah itu tidak menyusahkan Kakek Buyut."
"Hahaha. Tentu saja tidak, mereka justru membawa Kakek Buyut menikmati bagaimana hidup yang sesungguhnya. Mereka mengajarkan banyak hal pada Kakek Buyut, termasuk saat mengintip para gadis ditoilet umum."
Sontak saja kedua mata Aster membelalak saking kagetnya. Dan dengan keras dia memekik. "APA?! MENGINTIP PARA GADIS DI TOILET UMUM!!" pekik Aster sekencang-kencangnya.
Sedangkan Nathan langsung emosi mengetahui apa yang sudah di lakukan oleh kedua pemuda itu. Dan keduanya yang tau kini dalam masalah besar segera berancang-ancang untuk melarikan diri sebelum mendapatkan masalah dari Nathan dan Aster.
"Semuanya, kami ke kamar dulu, ya!!"
"RIO, GAVIN, JANGAN KABUR KALIAN!!"
-
Bersambung.
Paman Nathanππ
Dedek Aster πππ
__ADS_1
Miss K... π€§π€§