"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Setan Didapur


__ADS_3

Satu jam telah berlalu. Namun permainan mereka masih belum berakhir. Nathan dan Aster telah menciptakan dunia yang hanya bisa mereka masuki sendiri.


"Indah." Nathan berbisik di atas salah satu puncak payuda** Aster, napasnya yang hangat menyapa permukaan pa**daranya dan itu membuat bagian pu**ngnya mengeras nyaris terasa nyeri.


"Ahhhh, Paman... " Aster mendesah dan melengkungkan punggung ketika salah satu pu**ngnya telah berada di dalam mulut Nathan.


Aster meremas tengkuk Nathan dan menariknya lebih dekat untuk ciuman yang lebih dalam, lidahnya bergerak-gerak membentuk pola melingkar di sekitar puti** nya, sedangkan sebelah tangannya meremas dan memilin p**ingnya yang lain.


Bibinya kembali pada bibir Aster, mencumbu wanita itu seperti tadi. Sebelah tangannya menelusuri tubuhnya, membelainya mulai dari pipi, tulang selang**, payuda**, berlama-lama dibagian perutku.


"Oh Tuhan Baby, kau begitu basah dan panas di bawah sini. " Nathan menggeram dalam kalimatnya. Itu terdengar liar dan Aster sangat menyukainya.


Wajah Nathan yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya membuat Aster merasakan nafas hangat beraroma mint yang selalu memabukkannya.


Aster mendongkakan kepalanya kebelakang ketika Nathan menyelipkan jarinya di organ se*snya, menggeseknya perlahan, memainkan cl*tnya dan itu membuat Aster kembali mengeluarkan cairan lebih dan lebih yang semakin menambah sensasi tersendiri di organ sek*nya.


"Eunggghh." Lengkuhan panjang terdengar disela-sela ciuman mereka.


Nathan kembali mencumbu wanita itu lebih keras ketika permainan jemarinya semakin cepat dibawah sana, membuat Aster berkali-kali mengerang liar didalam mulut Nathan yang tengah meraup bibirnya. 


Meskipun itu bukan org**me pertamanya, tapi tetap saja rasanya begitu luar biasa. Dan Aster sangat menyukai kegiatan seperti ini ketika ia dan Nathan sedang bercocok tanam.


Aster merasakan matanya terasa berkabut oleh sensasi yang baru saja aku rasakan beberapa detik yang lalu. Ketika Nathan mengakhiri ciumannya.


Sensasi yang selama ini hanya Aster peroleh dari permainan yang ia ciptakan sendiri dengan perpaduan imajinasi liarnya. Tapi sungguh demi apapun kenikmatan yang ia peroleh ketika bercocok tanam bersama Nathan, amat sangat jauh berbeda dari kenikmatan yang pernah ia ciptakan sendiri.


"Kau menikmatinya, Sayang? Sepertinya kau telah siap untuk yang selanjutnya." Nathan menyeringai.


Nathan men**lati jarinya yang nampak berkilau basah oleh cairan Aster, dia terlihat sangat nakal sekaligus menggairahkan secara bersamaan. Bahkan Nathan tak merasa jijik sedikit pun.


"Ya, aku sudah sangat siap Paman."


Nathan kembali melum** bibir istri kecilnya sesaat sehingga Aster dapat merasakan cairannya sendiri dari dalam mulutnya.


Ia memperhatikan suaminya dalam diam, ketika Nathan menurunkan cumbuannya kearah bawah tubuh Aster seperti yang tadi di lakukan oleh jari-jemari ajaibnya.


Dan tanpa dijelaskan sekalipun, tentu saja semua orang sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka akan kembali melewati malam yang dingin ini dengan penuh kehangatan.


.


.


.

__ADS_1


Aster membuka matanya dan di luar sana langit sudah gelap gulita. Kemudian pandangannya bergulir pada jam yang tergantung di dinding dan waktu sudah menunjuk angka 21.00, pantas saja dia merasa kelaparan. Aster melewatkan makan malamnya selama 2 jam.


Setelah mandi dan berpakaian lengkap. Aster memutuskan untuk keluar kamar dan pergi ke dapur untuk makan malam. Dari kejauhan Aster melihat Nathan yang sedang berbincang dengan beberapa pria yang wajahnya terlalu asing baginya.


Wanita itu mengangkat acuh bahunya. Tak ingin ambil pusing, Aster pun melanjutkan langkahnya dan pergi ke dapur.


"KYAAA!!! SETAN!!"


Dan betapa terkejutnya Aster saat melihat sosok bermula putih ada di dapur tengah menikmati satu cup ramen instan. Bukan hanya mengejutkan sosok yang Aster anggap sebagai setan, namun Nathan dan tamu-tamunya.


Aster berlari meninggalkan dapur dan langsung menubruk tubuh Nathan ketika melihat kedatangan pria itu. "Aster ada apa?" Tanya Nathan cemas.


"A-ada Setan di dapur." Jawabnya sambil menunjuk ke arah dapur. Sedangkan wajahnya masih tersembunyi di dada Nathan.


"Nunna, dimana setannya?" Seru seseorang yang kini berdiri dibelakang Aster.


"Setannya ada di... KYYYAAA!!! INI SETANNYA!!" Jerit Aster untuk yang kedua kalinya.


Nathan mendengus berat. Ia sudah menduganya, memang ada yang tidak beres. Lagipula mana ada setan yang doyan makan ramen.


Dan setan yang Aster maksud adalah Gavin yang sedang kelaparan, dia memakai masker muka jadi wajar saja Aster langsung histeris.


"Itu bukan Setan, tapi Gavin. Lagipula mana ada setan yang doyan makan ramen. Dasar kau ini," Nathan menjitak kepala Aster saking gemasnya.


Aster yang kesal setengah mati langsung memukul Gavin dengan brutal. Bukan dengan benda yang berbahaya melainkan seikat bayam yang ia ambil dari dalam kulkas.


"Dasar bocah kurang ajar, puas membuatku hampir jantungan!!"


"Nunna, ampun, hentikan. Aku salah, aku minta maaf. Stop!! Jangan memukulku lagi." Pinta Gavin memohon.


"Hampir saja aku kena serangan jantung dadakan karena ulah-mu. Dan sekarang seenaknya minta maaf!!"


"Iya, iya aku salah. Untuk itu aku minta maaf."


Nathan yang merasa tidak enak pada tamunya segera menghentikan perdebatan mereka. Dan hanya satu kalimat saja yang keluar dari mulut Nathan, mereka langsung diam dan tak berkutik.


Jangankan untuk menjawab. Untuk menatap Nathan saja mereka tidak berani. Aster kembali memelototi Gavin setelah Nathan pergi, mengomelinya dengan bahasa non verbal.


"Itu bukan salahku, Nunna. Kau saja yang terlalu parno." Ujar Gavin berbisik.


Akibatnya sebuah toyoran mendarat mulus pada kepalanya. Pemuda itu meringis dan memekik tanpa suara. Gavin tidak ingin mendapatkan masalah lagi dari Nathan jika berteriak seperti dihutan.


.

__ADS_1


.


.


Setelah kepulangan tamunya. Nathan segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Dia benar-benar lelah. Bukan hanya tubuhnya, tapi juga otak dan hatinya.


Kedua matanya memicing saat melihat tempat tidurnya kosong dan sosok Aster tidak ada di sana. Sampai dia melihat pintu penghubung balkon dan kamar terbuka lebar. Dan Nathan berani bersumpah jika istri kecilnya itu ada di sana.


Tau betul kebiasaan buruk Aster. Nathan mengambil sebuah selimut yang kemudian ia bawa ke balkon, dan persis seperti dugaannya. Aster berdiri di sana hanya dengan balutan gaun tidur tipisnya.


"Kau bisa terkena flu jika berdiri disini tanpa penghangat sama sekali." Ucap Nathan sambil menelangkup-kan selimut itu pada tubuh Aster.


Wanita itu menoleh dan tersenyum lebar. "Itu tidak akan terjadi jika Paman ada di sini untuk menghangatkan ku." Jawab Aster dengan senyum yang sama.


"Dasar kau ini." Kemudian Nathan memeluk Aster dari belakang. Membiarkan punggung dan kepala wanita kecilnya bersandar pada dada bidangnya.


Selanjutnya kebersamaan mereka hanya diwarnai keheningan. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Nathan maupun Aster. Keduanya sama-sama memilih diam dalam kebisuan.


-


"Tuan, terjadi pembobolan di gudang senjata milik kita. Ratusan senjata raib dan beberapa data penting telah di curi oleh Hacker!!"


"APA?!" Jung Hilman langsung bangkit dari duduknya setelah mendapatkan laporan dari salah seorang anak buahnya. "Bagaimana hal semacam ini bisa terjadi? Apa saja yang kalian lakukan, HAH!!"


Hilman segera pergi menuju halaman. Di sana mobil hitam kesayangannya sudah menunggu kedatangannya. Hilman harus memastikannya sendiri dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Hilman tidak hanya pergi sendiri, ia pergi bersama asisten pribadinya. Orang itu duduk di kursi depan bersama sopir.


"Tuan, saya baru saja mendapatkan kabar jika Pabrik senjata Anda yang ada di London mengalami kebakaran dan 200 anak buah Anda terpanggang hidup-hidup."


"Apa lagi ini!! Kenapa bisa datang masalah secara bertubi-tubi. Apa mungkin ini semua adalah perbuatan bajingan itu?"


Pria berkaca mata itu menggeleng ragu. "Saya tidak yakin, Tuan. Saya rasa ini semua adalah perbuatan orang dalam yang menang ingin membuat Anda hancur dan jatuh bangkrut."


"Aku tidak bodoh!! Tidak mungkin orangku menghianati-ku!! Dan aku berani bersumpah ini semua adalah perbuatan Nathan Xiao!! Bocah tengik itu. Berani-beraninya dia bermain-main denganku!!"


"Kendalikan emosi Anda, Tuan. Jantung Anda bisa bermasalah lagi jika Anda tidak bisa mengendalikan emosi Anda."


"Aku tau, tidak usah diingatkan lagi. Sebaiknya segera cari tau siapa dalang dibalik semua insiden yang terjadi malam ini. Dan jika itu adalah perbuatan Nathan Xiao, seret dia kehadapan ku dalam keadaan hidup-hidup!!"


"Baik, Tuan."


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2