"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Bab (Bag 22)


__ADS_3

Jantung Aster dan Amy berdegup kencang. Saat ini keduanya sedang berhadapan dengan para juri yang merupakan perancang busana dan perhiasaan tingkat dunia. Mereka berdua telah lolos dibabak penyisihan dan telah masuk ke dalam 10 besar.


"Baiklah, silahkan tunjukkan gaun pengantin hasil rancangan mu." Pinta salah satu juri pada Aster. Ibu dua anak itu kemudian mengangguk.


Dan saat ini adalah tahap paling mendebarkan bagi Aster dan Amy. Karena ini sudah memasuki babak final. Dimana pemenang akan ditentukan. Hanya menyisakan dua tim saja, tim Aster dan tim lawan. Sedangkan Elisa didiskualifikasi karena terbukti melakukan kecurangan.


Aster membuka tirai hitam tinggi yang menutupi hasil rancangan terbaiknya. Dan rancangan kali ini merupakan titik akhir, yang menentukan siapa yang menang dan kalah dalam kompetisi mode tingkat dunia kali ini.


Berdiri sepasang manekin tanpa kepala mengenakan sepasang baju pengantin. Warnanya perpaduan peach dan putih keemasan. Tuksedo pria lebih dominan warna putih tulang dan perak di berbagai sisinya.


Ada hiasan bunga kertas berwarna putih lembut dan merah serta kristal bening yang memantul di saku kiri. Gagah dan sederhana, manis yang elegan.


Gaun pengantin berwarna dasar peach lembut, putih keemasan nampak mencolok di lengan dan bagian pinggul. Ada ukiran menyerupai sayap lebar di area selangka yang jadi perpaduan peach dan coklat. Warna yang unik dan menarik, manis, dan lembut.


Elisa terpaku melihat keindahan sepasang baju pengantin itu. Dia tidak menduga jika Aster menyimpan sebuah aset yang begitu luar biasa, jika dia tau rancangan itu sejak awal, pasti Elisa sudah menghancurkannya.


Tapi sudah terlambat, dia tidak lagi memiliki kesempatan untuk menghancurkan Aster dan hasil rancangannya.


Para juri dan penonton saling berbisik, mereka terpukau dengan keindahan sepasang pakaian pengantin tersebut. Model gaun yang Aster rancang memang tidak semewah milik lawannya, tapi begitu cantik dan elegan. Terlihat simpel namun mewah.


Aster diminta memberikan sedikit keterangan tentang hasil rancangannya tersebut, dan apa keistimewaannya. Dan dia juga diberikan beberapa pertanyaan oleh para juri. Begitupula dengan Amy.


Tanpa rasa gugup sedikit pun, Aster memberikan keterangan mengenai model rancangannya dan juga menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh juri. Kepercayaan diri Aster bangkit karena adanya Nathan yang selalu setia menemani disisinya.


"Itu adalah sedikit keterangan yang bisa kami berikan tentang rancangan ini." Ucap Aster yang kemudian disambut tepuk tangan oleh para juri dan para penonton yang hadir.


"Karya yang sangat luar biasa, Nona Xiao. Kami sangat terkesan dengan hasil karya Anda ini."


"Terimakasih para senior atas penilaian Anda sekalian." Aster membungkukkan pada para juri didepannya.

__ADS_1


"Kita sudah tiba di tahap akhir, siapa pun yang menang. Kami harap itu tidak membuat besar kepala. Dan bagi yang kalah, semoga bisa menerimanya dengan lapang dada. Ini adalah kompetisi, menang dan kalah adalah hal yang biasa." Ujar salah satu juri memberikan nasehat pada kedua tim peserta terakhir.


"Untuk kedua tim. Silahkan menunggu, kami akan berunding dan menentukan siapa diantara kalian yang berhak memenangkan kompetisi ini."


Aster dan Amy serta tim lawan meninggalkan panggung kompetisi. Mereka menghampiri Nathan dan Miko. Nathan memberikan air mineral pada Aster, begitupula dengan Miko. Calon ayah itu mengusap peluh yang ada di kening istrinya.


"Oppa, bagaimana ini? Bagaimana jika kami kalah. Lawan sangat mendominasi dan mereka juga hebat." Aster mulai merasa cemas.


Nathan meraih tangan Aster lalu menggenggamnya. "Apa yang kau takutkan. Kau adalah bintangnya, Aster Xiao. Dan kau juga harus percaya pada dirimu sendiri, kau sudah berada di tahap ini saja itu sangat luar biasa. Seperti apa yang dikatakan oleh juri, menang dan kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal yang lumrah." Ujar Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Aster.


Tanpa ada yang menyadari. Telah muncul tamu tak diundang di sana, bukan hanya satu biji, tapi tiga. Mereka adalah Miss K, Mr.Wowo dan Mr.Poci. Mereka datang untuk memberikan dukungan pada Aster. Bahkan Miss K begitu heboh saat Aster dan Amy masuk ke babak Final.


"Ayang Titi, bagaimana kalau kita kerjai wanita itu. Dia kan sangat menyebalkan." Tunjuk Mr.Poci pada Elisa.


"Ide bagus, kalau begitu jangan buang waktu lagi. Ayo kita beraksi." Seru Miss K bersemangat.


Miss K terbang menuju Elisa. Mr.Poci yang tidak tahan terus-terusan lompat-lompat dan melelahkan. Dia melepas ikatan pada kain bagian bawahnya lalu menarik keatas kainnya yang berwarna pink. Dia berlari menuruni tangga menuju tempat Elisa berada, di susul dengan Mr.Wowo yang berlari lambat karena kebesaran perut.


Miss K cekikikan tepat di telinga Elisa dan meniup ingin disekitar lehernya. Membuat bulu kuduk wanita itu langsung berdiri, Elisa yang terkejut sontak menoleh dan tidak mendapati hal aneh selain orang-orang yang berkepentingan duduk di kursi masing-masing.


"Nona, ada apa?" Tanya pria di samping Elisa.


"Apa kau mendengar suara orang tertawa? Aku mendengar ada yang tertawa di dekat telingaku, dan tiba-tiba angin dingin bertiup disekitar leherku. Bulu kudukku langsung berdiri."


Pria itu lantas menggeleng. "Saya tidak mendengar apa-apa, ataupun merasakan keanehan di sini. Mungkin hanya perasaan Nona saja."


"Ya, mungkin saja."


"Wanita jahat, pencuri, kau sangat jelek, bahkan lebih jelek dari Suketi, hihihi."

__ADS_1


Elisa menoleh kebelakang dengan gerakan refleks. Dia mendengar orang bersuara di telinganya. Tapi anehnya saat menoleh, malah tidak ada siapa-siapa.


"Aaaahhh... HANTU!!" Elisa menjerit histeris karena Mr.Wowo yang tiba-tiba saja tersenyum di depan mukanya. Bahkan jaraknya hanya setengah jengkal tangannya.


Dan teriakan Elisa tentu saja menyita perhatian semua yang ada di sana termasuk Nathan dan Aster. Kedua mata Aster terbelalak melihat keberadaan mereka bertiga. Perasaan dia tidak mengajak mereka, tapi kenapa mereka bisa ada di tempat kompetisi ini.


"Oppa, mereka~"


"Biarkan saja, dia memang layak mendapatkan hukuman dari semua perbuatannya. Mereka bertiga hanya ingin membalaskan sakit hatimu padanya. Sebaiknya fokus saja pada pengumuman pemenang lombanya." Ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Aster.


Seperti apa yang dikatakan oleh Nathan. Aster mengabaikan Elisa yang sedang diganggu oleh ketiga sahabat uniknya tersebut. Elisa sampai dikeluarkan dari gedung karena dianggap kurang waras. Suketi, dan kedua mantan suaminya mengerjai Elisa habis-habisan.


"Maaf atas insiden tak terduga yang baru saja terjadi. Dan mari kita lanjutkan acaranya. Kita sudah sampai dipuncak acara, dan mari kita sambut pemenang mode fashion tahun ini. Nona Xiao dan Nona Amy, beri tepuk tangan pada pemenang kita."


Amy dan Aster langsung menutup mulutnya. Mereka terkejut sekaligus tak percaya saat juri mengumumkan siapa pemenangnya. Dan siapa yang menduga, diantara banyaknya peserta lomba yang berbakat, malah merekalah yang keluar sebagai juara pertama.


"Oppa, kau dengar itu. Aku menang, kami berdua menang." Aster berhambur ke dalam pelukan Nathan. Dia menangis karena terlalu bahagia.


"Selamat untukmu, Sayang. Kau telah bekerja keras, dan kau memang pantas memenangkan kompetisi ini. Dan mulai sekarang, namamu juga Amy akan dikenal dunia."


"Dan sekarang aku percaya, jika usaha dan kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil."


Nathan mengangguk. "Naiklah ke atas panggung, dan ambil kemenangan mu." Aster mengangguk. Dia beranjak dari hadapan Nathan. Bersama Amy dia berjalan menuju panggung kemenangan.


Dan kemenangannya hari ini telah membuka jalan yang sangat lebar bagi karirnya di dunia fashion. Aster akan mengembangkan dan mengasah lagi bakatnya agar dia bisa mencapai puncak tertinggi seperti impiannya selama ini.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2