
Tao sontak menoleh setelah mendengar suara derit pintu di buka dari luar. Nathan datang bersama Leon, keduanya berjalan beriringan menghampiri Twmao.
"Bagaimana Bos, dia kita habisi sekarang?" Kata laki-laki bermata panda itu yang pastinya adalah Wang Tao.
"Hn."
"Ja-ja-jangan, aku mohon aku masih perjaka dan aku belum pernah merasakan nikmatnya lubang wanita." Sang korban memohon pada pria bereyepacth itu.
Dia berlutut di kaki Nathan sambil terus memohon supaya nyawanya diampuni. Sedangkan Nathan, ia hanya melihat korbannya dengan wajah datar tak nampak sebuah emosi yang terpancar di mata kirinya yang tajam.
Pria itu merupakan dalang di balik insiden yang terjadi di wahana bermain tadi. Dia merupakan saingan bisnis Nathan. Orang itu sengaja menyewa pembunuh bayaran untuk menculik putri pria bernarga Xiao tersebut. Tujuannya satu, mendapatkan tanda tangan kerja sama darinya.
"Bunuh dia," mendengar perintah dari bos-nya membuat Tao menarik tubuh korbannya dari kaki Nathan dan menendangnya ke arah tembok.
DOR..DOR..
Suara letupan senjata terdengar, pistol ditangan Tao telah melakukan tugasnya dengan baik untuk membunuh pria itu. Dan dia meregang nyawa setelah tertembak dua peluru.
"Kita keluar," Suara Nathan memecah keneningan yang terjadi setelah bunyi letusan senjata.
Ketiga laki-laki berbeda warna rambut itu pun keluar dari ruangan menuju kumpulan anak buah mereka yang sedang menunggu di depan.
"Bakar kantor ini," Perintah Nathan telah tercetus.
Seluruh anak buahnya mulai melaksanakan perintah Bos-nya. Dan dalam hitungan detik saja bangunan yang memiliki puluhan lantai itupun telah terbakar oleh kobaran api yang sangat besar.
Tao masuk di kursi pengemudi di ikuti Leon yang duduk di samping kursi sopir dan terakhir Nathan masuk di kursi penumpang.
"Kita kembali ke mansion." Ucapnya dingin.
Tanpa menunda lagi, Tao pun segera menjalankan mobilnya kembali ke mansion milik Nathan.
Inilah akibatnya jika berani berurusan dengan Nathan dan membuat dia marah. Ia adalah bos mafia yang paling di takuti dan diwaspadai seluruh Korea bahkan dunia.
Kekejamannya untuk menyingkirkan musuh yang menghalanginya sudah terkenal. Bahkan polisi angkat tangan dan menutup mata jika terjadi korban yang di sebabkan oleh pria bermarga Xiao tersebut.
Dan ketika dia berusia 18 tahun. Nathan pernah membunuh satu keluarga dari petinggi kepolisian yang berusaha dan menjebloskannya ke dalam penjara. Itulah kenapa sekarang mereka memilih angkat tangan dan tutup mata pada semua tindakan yang dia lakukan.
Dan hingga detik ini, belum ada satu pun polisi berani menindak kelakuan Nathan. Jika ada polisi yang berani menjebloskannya ke penjara maka, dia bisa memerintahkan Leon dan Tqo agar membunuh keluarga polisi itu.
__ADS_1
Sebenarnya Leon, Nathan dan Tao adalah teman dari kecil, mereka bertiga sama-sama mempunyai masa lalu yang suram. Mereka kehilangan masa kecil yang seharusnya di nikmati anak kecil pada umumnya.
Itulah kenapa ketika dia sudah memiliki kehidupan yang lebih baik. Nathan mencari Tao dan Leon lalu memperkerjakan mereka berdua. Bukan seperti anak buah, tapi layaknya keluarga. Dan hanya mereka yang sanggup bertahan dengan sikap Nathan.
-
"Oppa?!"
Aster terbangun dan tidak mendapati Nathan berbaring di samping putri kecil mereka. Lalu pandangan wanita itu bergulir pada jam yang menggantung didinding, dan waktu menunjukkan pukul 01.30 dini hari.
Menyibak selimutnya. Aster berjalan meninggalkan kamar. Dia tidak menemukan Nathan dimana pun, mobilnya juga tidak ada di tempat pria itu selalu memarkirkannya.
Dan satu kesimpulan yang bisa Aster ambil, Nathan sedang pergi. Yang menjadi pertanyaannya, kemana suaminya itu pergi?
"OMO!!" Aster terlonjak kaget ketika berbalik dan mendapati Suketi berdiri di depannya dengan senyum andalannya. "Yakk!! Hantu gila, bisa tidak, saat muncul tidak usah bikin kaget. Hampir saja aku terkena serangan jantung dadakan karena ulahmu!!" Amuk Aster pada hantu Suketi.
"Cantik, Suketi merindukanmu!!"
"Aku tidak!!"
"Jahat!! Kenapa sih, tidak ada seorang pun yang rindu pada Suketi yang cantik dan bahenol ini?" Ucap Suketi memelas.
Deru suara mobil yang baru saja memasuki halaman menyita perhatian Aster. Wanita itu menoleh dan mendapati mobil suaminya menasuki halaman. Sosok Nathan terlihat keluar dari jok belakang, di ikuti Tao dan Leon.
"Kyyyaa!! Hantu!!"
Leon langsung melompat ke ke gendongan Tao setibanya mereka di dalam dan mendapati Suketi tengah memasang kode centil melihat kedatangan dua pria tampan itu.
"Calon suami, Suketi kangen. Kemarilah, Sayang. Suketi ingin memeluk kalian.." serunya lalu berlari menghampiri mereka berdua.
"Kkyyyaa!!! Pait, pait, pait, pergi kau!! Huaaa...." Jerit keduanya. Sedangkan Nathan dan Aster hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka.
Dari semua orang. Hanya Nathan yang tidak ketakutan apalagi histeris ketika melihat Suketi untuk pertama kalinya.
"Oppa, kau dari mana saja?" Tanya Aster pada pria didepannya tersebut.
"Mengurus serangga kecil. Ayo Kembali ke kamar. Aku lelah." Ucap Nathan yang kemudian di balas anggukan oleh Aster. Keduanya berjalan beriringan menuju kamar mereka yang berada di lantai dua.
-
__ADS_1
Kebakaran pada salah satu perusahaan terbesar di Korea yang secara mendadak tentu saja menggemparkan seluruh dunia. Perusahaan yang memiliki puluhan lantai itu telah rata menjadi tanah hanya dalam waktu satu malam saja.
Sejauh ini tidak ditemukan banyak korban meninggal kecuali satu orang, yakni sipemilik perusahaan itu sendiri. Mengingat jika kejadian itu terjadi pada malam hari, disaat semua karyawan telah pulang ke rumah masing-masing.
"Apa itu perbuatanmu?" Nathan yang sedang santai di ruang keluarga terlihat mengangkat wajahnya setelah mendengar sebuah pertanyaan dari orang yang duduk berseberangan dengannya.
"Menurutmu?" Nathan menjawab singkat.
"Lalu apa lagi masalahnya kali ini? Setahuku dia adalah saingan bisnismu yang akhir-akhir ini sering datang ke perusahaan karena ingin mengajukan kerja sama?" Ucap Zhoumi.
"Dia yang telah menyulut api terlebih dulu dan membuatku marah. Lagipula mana mungkin aku diam saja ketika ada orang lain memanfaatkan putriku yang masih kecil untuk tujuannya?! Dan tentu saja tidak ada maaf bagi orang seperti itu." Tuturnya.
"Kau benar-benar gila. Dan sepertinya orang itu tidak memiliki otak karena Bernai membuat masalah dengan Iblis gila sepertimu."
Nathan mengangkat bahunya acuh. Dia malas membahas hal yang tidak penting semacam itu. Mengabaikan Zhoumi yang terus mengoceh. Pria itu terlihat bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.
Dan tentu saja sudah bisa ditebak seperti apa endingnya, Zhoumi yang kesal langsung menghujani Nathan dengan berbagai sumpah serapahnya. Tapi tak diindahkan oleh pria bermarga Xiao tersebut, Nathan acuh.
.
.
.
Nathan tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum saat melihat sang wanita yang sedang sibuk merangkai bunga-bunga segar yang dia petik di halaman belakang mansion mewahnya.
"Bunga itu seharum tubuhmu." Bisik Nathan sambil memeluk Aster dari belakang.
"Sejak kapan pria dingin sepertimu bisa menggombal, Paman?"
"Aku sangat merindukan panggilan itu, Sayang." Ucap Nathan sambil terus mengecupi leher jenjang Aster mulai dari sekitar telinga sampai bahu kanannya. "Aku juga merindukan kehangatan tubuhmu, Aster." Bisik Nathan lagi.
Aster melepaskan pelukan Nathan kemudian berbalik, posisi mereka saling berhadapan."Tapi kita tidak bisa melakukannya karena usia kandunganku masih terlalu muda." Ucap Aster penuh sesal.
Nathan mengecup singkat bibir Aster. "Aku mengerti, Sayang. Kita bisa melakukannya setelah kandunganmu kuat. Aku ingin supaya anak kita bisa berkenalan langsung dengan Daddy-nya." Aster mengangguk.
Kemudian wanita itu berhambur ke dalam pelukan suaminya. Nathan melekatkan dagunya di atas kepala coklat wanitanya, kedua tangannya memeluk tubuh Aster dengan sangat erat dan hangat.
-
__ADS_1
Bersambung.