"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Kesal


__ADS_3

"Ahhh, Paman sakit!!"


Nathan menatap Aster horor. Dia mulai kehilangan kesabaran karena istrinya itu. Bagaimana tidak, Aster terus saja berteriak sakit, sakit dan sakit, padahal kapas berkumur alkohol di tangannya belum menyentuh luka di lehernya.


"Ehhh." Wanita itu tampak kebingungan. Aster membuka matanya dan mendapati Nathan yang tengah menatapnya garang. "Kenapa Paman menatapku seperti itu?" Ucapnya heran.


Pletakk..


Endingnya sebuah jitakkan mendarat mulus pada kepala coklat Aster. "Aw, Paman sakit!!" Jerit Aster sambil mengusap kepalanya yang baru saja di jitak oleh Nathan.


"Siapa suruh kau terus saja berisik dan membuat gendang telingaku nyaris pecah!!" Jawab Nathan menyampaikan kekesalannya.


Aster mendengus berat. "Aku kan Parno, begini saja lukanya sudah perih, bagaimana jika sampai alkohol itu menyentuh lukanya? Bisa-bisa semakin menyakitkan."


"Makanya jangan sembarang melukai diri sendiri jika tidak ingin kesakitan!!" Tegas Nathan sambil membersihkan luka itu dengan kapas di tangannya.


Sesekali Aster meringis karena rasa perih ketika kapas itu bersentuhan dengan lukanya."Dari mana Paman tau jika luka ini aku sendiri yang membuatnya? Bukankah Paman tidak melihatnya secara langsung?" Aster menatap Nathan penasaran.


"Karena Paman mengenalmu lebih dari siapa pun. Seharusnya bukan hanya mereka yang dihukum, tapi kau juga!!"


"Kenapa jadi aku juga yang dihukum? Jelas-jelas aku hanya korban di sini. Tidak adil jika aku sampai dihukum juga. Aku tau jika Paman tidak akan sekejam itu padaku."


Nathan mendesah berat. Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap sebal pada wanita didepannya. Aster sering kali membuatnya terkena mental, dan menghadapi seorang Aster Xiao memang membutuhkan kesabaran yang tinggi.


Aster menangkupkan kedua tangannya pada wajahnya sendiri dengan kedua siku bertumpu pada pahanya. Sepasang binnernya menatap Nathan dengan penuh kekaguman.


"Paman, kenapa kau semakin tampan saja dari hari ke hari. Apalagi setelah kau mengganti warna dan model rambutmu, kau semakin tampan dan mempesona, tidak salah jika aku semakin tergila-gila padamu." Tuturnya.


Nathan mendengus geli. Ada saja tingkah Aster yang membuatnya geleng-geleng kepala. Sentilan pelan Nathan daratkan pada kening wanita itu.


"Berhentilah mengatakan kalimat menggelikan semacam itu, Aster Xiao!! Itu sangat menggelikan!!"


Aster terkekeh. Dia paling suka ketika melihat wajah sebal Nathan. Aster beranjak dari duduknya dan kemudian berpindah ke pangkuan Nathan.


Kedua tangannya mengapung pada leher pria itu. Aster memiringkan kepalanya, bibirnya bergerak menuju bibir Nathan lalu mengecup singkat bibir kissable itu.

__ADS_1


Kedua mata Aster tertutup rapat. Dia tidak hanya sekedar menempelkan saja bibirnya, namun juga memberikan lum*tan pada bibir Kissable Nathan. Memagutnya atas dan bawah bergantian.


Tak ada penolak~kan, Nathan menerima ciuman tersebut dengan baik. Tak ingin di dominasi lagi. Nathan mengambil alih ciuman tersebut, dan ciuman itu kini sepenuhnya di kuasai oleh Nathan.


Sebelah tangan Nathan menekan bagian tengkuk Aster, sedangkan tangan satu lagi memeluk pinggangnya dengan erat. Nathan semakin memperdalam ciumannya dengan memberikan lum*tan dan pagutan pada bibir atas dan bawah Aster secara bergantian.


"Eeenggghhh~" lengkungan panjang yang keluar dari sela-sela bibir Aster, Nathan manfaatkan untuk mendapatkan akses lebih.


Lidah Nathan menerobos masuk ke dalam mulut Aster dan mulai mengobrak-abrik isi mulutnya. Lidahnya menyapu dinding rongga mulut Aster, mengabsen satu persatu deretan gigi putihnya dan mengajak lidahnya menari bersama.


Lidah mereka saling membelit. Sesekali mereka bertukar Saliva di dalam mulut hangat Aster. Dan ciuman mereka baru berakhir ketika sebuah ketukan pada pintu menggema di dalam ruangan itu. Aster mengeram kecewa. Dia ingin mengutuk tamu tak diundang yang datang di saat yang tidak tepat.


"Nanti kita lanjutkan lagi. Rapikan penampilanmu." Pinta Nathan pada Aster.


Wanita itu mendecih sebal. "Dasar manusia menyebalkan!! Kenapa harus datang diwaktu yang tidak tepat!! Mengganggu saja," Aster terus saja menggerutu. Dia benar-benar kesal setengah mati.


Nathan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan istrinya. Aster berjalan meninggalkan Nathan dan langsung mendaratkan pantatnya pada sofa.


Sementara Nathan sedang berbincang dengan seorang wanita yang dia ketahui sebagai kepala departemen pemasaran. Melihat sikap yang ditunjukkan wanita itu pada suaminya membuat Aster mendecih sebal.


Sontak Nathan dan wanita itu menoleh pada Aster. Aster mengangkat ponselnya dan menunjukkan sebuah drama yang sedang dia saksikan di ponselnya. Jelas sekali sindiran itu Aster tunjukkan pada wanita yang sedang berbincang dengan suaminya.


"Benar-benar wanita ganjen, rasanya pengen garuk muka jeleknya dengan garpu biar tambah jelek!!"


Wanita itu yang merasa terganggu dengan ocehan Aster tak lantas tinggal diam. Dengan terang-terangan dia menegur Aster tepat di depan Nathan.


"Nona kecil, tidak bisakah kau diam sebentar saja? Apakah tidak melihat jika aku dan Presdir Xiao sedang berdiskusi hal yang penting?!"


Aster mendecih dan menatap wanita itu dengan sebal. "Kalau sedang berdiskusi yang diskusi saja. Tidak perlu ngomel-ngomel segala. Dasar wanita tua menyebalkan!!"


Ucapan Aster sukses membuatnya emosi. Hanya saja dia mencoba meredam emosinya agar tidak meledak. Dia tidak ingin nama baiknya sampai buruk di depan Nathan.


"Nona kecil, sebaiknya kau lebih sopan sedikit ketika berbicara dengan orang yang lebih dewasa. Kalimat seperti itu tidak pantas di ucapkan oleh gadis dari keluarga terhormat sepertimu. Dan ucapanmu juga bisa membuat nama baik Presdir tercoreng."


"Bibi, jika kau ingin berceramah, sebaiknya jangan di sini. Kau salah tempat. Lagipula aku bukan wanita bodoh yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk."

__ADS_1


"Dan yang menjadi pertanyaannya, apakah orang seperti Bibi layak atau tidak untuk diperlakukan dengan sopan?!"


"NONA MUDA!!"


"CUKUP KALIAN BERDUA!!" Bentak Nathan menghentikan perdebatan mereka. "Ini kantor, bukan tempat adu mulut. Jika kalian ingin bertengkar, lanjutkan di luar!!"


"Presdir, saya~"


"Keluar!!" Wanita itu menatap Aster dengan penuh kemarahan. Dendam terlihat jelas dari sorot matanya. Dan Aster hanya menyikapinya dengan tatapan mengejek. "Kenapa kau masih di sini? Sebaiknya kau pulang saja!!"


-


Paman Kim terus bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi pada nona mudanya. Pasalnya Aster terlihat kesal ketika pulang dari kantor Nathan.


Dia masuk sambil ngomel-ngomel tidak jelas, sambil berkali-kali mengucapkan sumpah serapahnya pada Nathan.


"Nona muda, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nona sampai sekesal ini?" Tanya Paman Kim penasaran.


"Paman, aku sangat kesal setengah mati!! Bagaimana bisa Paman Nathan mengusirku dan mengomeli~ku, jelas-jelas yang salah adalah karyawannya bukan aku!!"


Paman Kim hanya menggelengkan kepala. Dia sudah menduganya jika kekesalan Aster memang ada hubungannya dengan Nathan.


"Saya tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ada baiknya jika Nona muda meminta maaf pada, Tuan, ketika beliau pulang nanti."


"Aku tidak mau!!" Aster berkata cepat. "Paman Nathan yang bersalah, kenapa harus aku yang minta maaf?!"


Dan akhirnya Paman Kim pun menyerah. Dia tidak ingin berdebat lagi dengan Aster. Karena berdebat dengannya hanya membuatnya terkena tekanan darah tinggi. Sering kali dia terkena mental jika bicara dengan Aster.


"Terserah Nona saja, kalau begitu Paman keluar dulu."


Dan di dalam kamar bernuansa putih dan warna gold itu hanya menyusahkan Aster yang masih diselimuti kekesalan. Aster bersumpah akan mengabaikan Nathan dan tidak mau peduli padanya ketika dia pulang nanti.


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2