
Nathan memijit pelipisnya yang terasa pening. Baru ditinggal satu Minggu, tapi pengeluaran perusahaannya sudah menggunung. Dia tidak tau untuk apa saja uang sebesar itu yang sudah dikeluarkan Tao dan Leon. Yang jelas bukan mereka korupsi.
"Bos, kau memanggil kami?" Tao dan Leon mendatangi ruangan Nathan. Susah payah mereka menelan saliva nya melihat tatapan Nathan yang mirip seperti seekor singa jantan yang kelaparan.
"Bos, kenapa kau menatap kami seperti itu? Kau membuatku merinding." Ucap Tao sambil memegangi tengkuknya.
Kemudian Nathan melempar sebuah map ke atas meja kerjanya. Yang kemudian segera diperiksa oleh keduanya. "Aku butuh penjelasan. Untuk apa dana sebesar itu?" Ucap Nathan dengan nada bicara yang begitu berbahaya.
"Ah, jadi ini masalahnya. Oke, oke, akan kami jelaskan. Kami menggunakan dana perusahaan untuk membangun dan menambah beberapa fasilitas yang sudah ada, kami besarkan dan lebarkan sedikit."
"Agar berbeda dan terlihat luar biasa, kami membuat kolam renang di atap gedung. Dengan dinding kaca yang akan memudahkan para penikmatnya menikmati pemandangan kota yang indah dan luar biasa. Kolam itu akan memanjakan para kolega Bos dari luar negeri agar lebih betah dan lebih nyaman di sini."
"Dan bukan hanya itu saja!!!" Tao menyela cepat.
"Apa lagi?!" Ucap Nathan setengah membentak.
"Oh, Slow Bos, Slow. Sabar, tidak perlu emosi apalagi marah-marah. Selain membangun kolam renang. Kami juga membangun Zoo mini, dan taman bunga yang luar biasa indah. Agar para karyawan bisa terhibur ketika mulai letih, ada juga Bar mini, saat malam hari setelah lembur. Para karyawan bisa mampir dan bersenang-senang di sana."
"Ada kantin, perpustakaan dan tempat spa juga ada. Semua itu kami siapkan untuk para karyawan dan semua staf agar lebih nyaman!! Bagaimana, Bos? Bukankah yang kami lakukan sangat luar biasa?" Ujar Leon membanggakan diri.
"Kalian berdua benar-benar SUDAH TIDAK WARAS!!!" Leon dan Tao yang terkejut karena bentakan Nathan langsung berpelukan. "Apa kalian pikir kantor ini wahana bermain. Aku tidak mau tau, kalian harus bertanggung jawab dan bereskan semua. Bagaimana bisa kalian melakukan semua hal itu tanpa persetujuan dariku, hah?!"
"Awalnya kami ingin memberikan kejutan padamu, Bos. Tapi ternyata yang kami lakukan malah salah di matamu, huhuhu..."
"Tentu saja salah, karena kalian berdua dana perusahaan hilang sebesar itu!! Sebaiknya sekarang kalian keluar dan bereskan semua kekacauan yang telah kalian ciptakan!!!" Perintah Nathan mutlak.
__ADS_1
"Baik Bos,"
Tak lama setelah kepergian mereka berdua. Pintu ruangan Nathan kembali di buka dari luar. Kali ini yang datang adalah Aster. Ibu dua anak itu memicingkan matanya melihat wajah murung suaminya.
Kemudian wanita itu menghampiri Nathan dan memastikan apa yang terjadi. "Paman, kenapa kau terlihat kesal? Dan mereka berdua, mukanya juga tidak enak dilihat. Apa sesuatu telah terjadi?" Tanya Aster penasaran.
Alih-alih menjawab. Nathan malah memberikan sebuah dokumen pada Aster. Dan kedua mata Aster langsung membelalak melihat jumlah nominal yang tertera dalam dokumen tersebut.
"Paman, dana perusahaan ini di pakai untuk apa saja?"
"Si bodoh itu membangun berbagai fasilitas di perusahaan ini. Seperti kolam renang, Zoo mini, taman bunga, mini bar dan masih banyak lagi. Aku benar-benar tak habis pikir dengan mereka berdua. Bisa-bisanya mereka mengambil keputusan sebesar itu tanpa merundingkannya terlebih dulu denganku!!!"
Aster mendesah berat. "Nasi telah berubah menjadi bubur. Mau bagaimana lagi, toh semua sudah terjadi. Disesali juga percuma. Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah memanfaatkannya."
"Maksudmu?"
"Bar, kita bisa membukanya saat malam hari begitu pula dengan kantin, kita bisa menyulapnya menjadi restoran mewah seperti di hotel berbintang. Taman bunga, kita bisa memanfaatkannya untuk menarik perhatian pengunjung juga."
"Jadi kita juga masih bisa mendapatkan pemasukkan, setidaknya dana yang sudah keluar tidak berkahir sia-sia." Tutur Aster panjang lebar.
"Jika menurutmu bagusnya begitu, aku setuju-setuju saja. Masalah ini sebaiknya kau yang mengurusnya."
"Serahkan saja padaku. Aku tau harus bagaimana. Oya, aku datang membawakan mu makan siang. Sebaiknya kita makan sekarang, aku sudah sangat kelaparan." Ucap Aster sambil memegangi perutnya.
Nathan mengangguk. Tanpa mengatakan apapun, pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan kearah sofa. Ia dan Aster kemudian duduk di sana. Alih-alih duduk bersebelahan dengan suaminya, Aster malah duduk dipangkuan Nathan sambil memeluk leher prianya tersebut.
__ADS_1
"Setidaknya biarkan aku mendapatkan makanan pembuka ku terlebih dulu." Ucap Aster dengan pandangan tertuju pada bibir Kiss Able suaminya.
Nathan menyeringai. Kedua tangannya memeluk pinggang Aster dengan erat. "Dan kau pasti akan mendapatkannya, Sayang." Ucapnya kemudian mengecup dan mel*mat bibir Aster.
Ciuman mereka yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman panjang yang menuntut. Bahkan gerakan bibir Nathan tak selembut sebelumnya, ciuman itu lebih dalam dan lebih panjang dari ciumannya yang tadi. Dan Aster sangat menikmatinya.
Des*han dan erangan yang keluar dari bibir Aster memancing Nathan untuk melakukan lebih, jika saja dia tidak mengingat saat ini ada di kantor. Jika itu di kamar mereka. Pasti Nathan sudah menunggangi Aster detik ini juga.
Dan ciuman mereka berakhir ketika Nathan mendengar bunyi 'Kruyuk' dari dalam perut Aster. Nathan mendengus, sementara Aster mengurai senyum tanpa dosa. Satu jitakan mendarat mulus pada kepala coklat itu. Aster terkekeh. Dan selanjutnya malam siang mereka lewatkan dengan tenang.
-
Hantu muncul di malam hari sudah biasa, tapi apa jadinya jika hantu-hantu itu malah muncul di siang hari. Tentu saja menjadi fenomena yang luar biasa. Seperti sudah kebal pada sinar matahari, tanpa ragu trio hantu somplak keluar dari tempat persembunyiannya dan bermain dengan Baby Rey.
Bukannya takut pada bentuk dan wujud mereka. Rey malah keasikan bermain dengan Suketi, Mr.Wowo dan Mr.Poci. Sementara itu, Baby Sister Rey malah tampak kebingungan karena Baby Rey yang terus saja tertawa sambil memanggil Titi, Wowo, Cici.
Disadari atau tidak, bulu kuduk baby sister itu langsung berdiri saking takutnya. "Tuan Muda, sebenarnya apa yang kau lihat dan siapa yang kau ajak bicara. Hanya ada Tuan Muda dan Suster di sini." Ucap wanita itu, bulu kuduknya berdiri.
"Itu, Wowo, Titi sama Cici. Mereka sedang bermain. Titi pakai baju putih dan mukanya jelek gak cantik, giginya maju dan pakai lipstik tebal. Si Wowo, mukanya item dan bibirnya merah, Cici mukanya putih dan matanya hitam. Seperti dakocan mereka semua." Tuturnya.
Penasaran. Baby Sister itu pun menoleh kaku pada cermin. Dan matanya membelalak melihat tiga sosok yang Rey maksud tengah bermain bersama bayi laki-laki itu. Ia pun langsung histeris dan jatuh pingsan.
"SETAN!!!!"
"Ya, Suster malah pingsan!!!"
__ADS_1
-
Bersambung.