
Suara des*han yang berasal dari kamar Rio dan Gavin membuat Aster menjadi ambigu. Wanita itu menghentikan langkahnya di depan pintu bercat coklat tersebut.
"Aaahhh, ini sangat nikmat Hyung. Uhhh, lebih cepat lagi, lebih cepat lagi. Iya, iya, di sebelah situ. Uhhh, mantap."
Aster menjauhkan telinganya dari pintu, seketika bulu kuduknya langsung berdiri. Aster kembali memasang baik-baik indera pendengarannya ketika sebuah suara kembali dalam sana.
"Sepertinya kau sangat menikmatinya."
"Tentu saja, Hyung. Ini adalah surga dunia, jadi mana mungkin aku tidak menikmatinya."
"Kekeke, dasar kau ini."
"Hyung, jangan hanya bawahnya saja, keatas sedikit Hyung. Iya, iya, di situ. Lebih cepat lagi Hyung, lebih kuat lagi. Ahhh, sangat nikmat dan sungguh membuat nagih."
"Kali ini kau tidak boleh curang. Setelah kau puas, kau juga harus gantian memuaskan ku."
"Bukan masalah besar, dan aku akan memberikan service terbaikku."
Buru-buru Aster membekap bibirnya sendiri ketika suara des*han itu semakin membuatnya merinding, di tambah lagi dengan kalimat-kalimat ambigu yang keluar dari bibir Rio dan Gavin.
Aster menoleh setelah mendengar suara derap langkah kaki seseorang yang datang. Ia melihat Nathan tengah menuruni tangga. Baru saja Nathan hendak bertanya, tapi bibir Nathan lebih dulu dibekap dengan tangannya.
"Sstt, Paman jangan berisik. Sebaiknya Paman dengarkan sendiri saja."
"Apa?"
"Jangan bersuara dan dengarkan saja."
Nathan memandang Aster dengan penuh tanya. Sebelah alisnya terangkat naik.embuat Nathan menjadi sangat penasaran.
Mata kiri Nathan lantas membelalak ketika mendengar suara-suara aneh yang keluar dari kamar Rio dan Gavin. Suara des*han terdengar jelas di telinga Nathan.
"Apa yang sedang mereka lakukan?" Aster menggeleng. Meyakinkan pada Nathan jika dia juga tidak tau. "Mereka semakin tidak beres saja. Mundur lah, biar aku dobrak pintunya." Aster mengangguk.
Nathan mengambil ancang-ancang untuk menendang pintu itu dan.. "JADI KALIAN TIDAK MELAKUKAN APA-APA DAN HANYA MEMIJIT SAJA?" Aster memekik kencang setelah melihat apa yang Rio dan Gavin lakukan.
Nathan mendengus berat. Tanpa berkata apa-apa, pria dalam balutan kemeja hitam itu pergi begitu saja. Sementara Aster masih menatap mereka berdua dengan tatapan tak percayanya.
"Memangnya Nunna pikir kami sedang apa?"
"Kalian benar-benar ya!! Bikin orang salah paham saja, dasar sinting!!" Aster membanting pintu kamar kedua pemuda itu dan pergi begitu saja.
Rio dan Gavin saling bertukar pandang. Keduanya sama-sama mengangkat bahunya acuh. Dan melanjutkan kembali aktifitas mereka yang sempat tertunda.
Siapa pun pasti akan salah paham saat mendengar suara-suara aneh dan kalimat ambigu seperti itu.
Dan rasanya Aster ingin sekali menggantung mereka berdua hidup-hidup, karena sudah membuat dirinya salah paham dan berpikir yang tidak-tidak seperti itu.
.
__ADS_1
.
.
"Jadi benar dia!!"
Nathan memeriksa rekaman CCTV yang di tunjukkan oleh Leon padanya. Memang terlihat sosok perempuan yang sedang nangkring di atas genting sambil memakan jagung bakar. Dan siapa lagi sosok itu jika bukan Suketi.
Nathan tidak merasa heran kenapa para penyusup itu sampai lari terbirit-birit, dan mengurungkan niatnya untuk membuat keributan di kediamannya. Alasannya karena Suketi. Dan Nathan harus berterimakasih pada hantu narsis tersebut.
"Paman, video apa itu? Apa itu adalah hasil rekaman CCTV ketika kau masih terbaring koma di rumah sakit?" tanya Aster yang kemudian di balas anggukan oleh Nathan.
"Lihatlah, teman hantu mu nangkring di atas genteng." Tunjuk Nathan pada sosok Suketi yang sedang asik menikmati jagung bakarnya.
Aster terkekeh geli. Ternyata ada gunanya juga berteman dengan mahluk seperti Suketi.
Lumayan, keberadaannya bisa membuat orang jahat akan berpikir dua kali sebelum melancarkan aksinya dan menyusup ke rumah Nathan. Apalagi Suketi bisa di panggil kapanpun dan dimana pun.
"Paman, kenapa kau berkeringat?" Aster menatap Leon penasaran.
"Itu adalah mahluk gila yang kemarin muncul di kantor tiba-tiba dan membuatku nyaris jantungan!!"
"Bwahahaha...!!" Dan tawa Aster pun akhirnya pecah setelah mendengar pengakuan Leon. Dia tidak menduga jika Suketi akan menampakkan diri lebih cepat pada Leon.
Aster memegangi perutnya yang terasa kaku karena terlalu lama tertawa. Sedangkan Leon langsung menekuk wajahnya. "Terus saja tertawa, kau pikir itu lucu. Dasar menyebalkan!!"
"Cantik apanya. Jelas-jelas si Suketi itu jelek seperti pantat panci!!"
"Tampan, kau memanggilku?!"
"HUAAA!!! NENEKNYA SETAN!!" Leon langsung berteriak histeris dan memukul kepala si Miss K dengan buku tebal ditangannya. "Yakk!! Hantu jelek, kau sudah bosan hidup ya!!"
"Hihihi!! Suketi justru sudah bosan mati."
Nathan memberi kode pada Aster dan mengajaknya meninggalkan ruangan itu. Membuat Leon langsung histeris karena dia ditinggalkan berdua saja bersama si Miss K.
"Yakk!! Jangan tinggalkan aku sendirian. Boss, tunggu aku. Huaaa..." Teriak Leon.
"Hihihi!! Si tampan tersepona sama Suketi. Makanya langsung kabur karena malu. Sudah ah, Suketi mau jalan-jalan dulu. Siapa tau bisa bertemu Siwon Super Junior." Dan sosoknya pun menghilang begitu saja.
.
.
.
Aster naik ke atas pangkuan Nathan dan mengalungkan kedua tangannya pada leher pria itu. Matanya mengunci manik kiri milik Nathan.
"Paman, aku ingin mangga muda. Bisakah kau memetiknya untukku?" Ucap Aster sambil menatap Nathan penuh harap.
__ADS_1
Nathan memicingkan mata kirinya."Sekarang?" Aster mengangguk. "Tapi ini sudah malam. Bagaimana kalau besok pagi saja?"
Aster menggeleng. "Aku maunya sekarang!" Kedua matanya tampak berkaca-kaca. Nathan mendengus berat. Dengan enggan dia bangkit dari duduknya setelah menurunkan Aster dari pangkuannya dan pergi begitu saja.
"Paman, kau mau kemana?"
"Bukankah kau ingin makan mangga muda?" Aster mengangguk.
"Paman, tunggu!!" Dengan segera dia menyusul Nathan yang sudah berjalan meninggalkan kamar.
Dan di sini mereka sekarang. Mereka ada di taman belakang. Beruntung pohon mangga itu tidak terlalu tinggi dan buahnya bergelantungan, sehingga tidak sulit bagi Nathan untuk memetiknya.
Nathan membersihkan mangga muda itu lalu memberikannya pada Aster. "Yang ini?" Aster mengangguk antusias. Wanita itu memeluk lengan Nathan, dan keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam.
-
"KYYYAAA!!"
Wanita itu menjerit histeris saat sosok Suketi yang sedang tertawa, menunjukkan deretan giginya yang besar-besar tiba-tiba muncul di kamarnya.
Adel menyembunyikan tubuhnya di dalam selimut. Dia tidak sanggup melihat wajah si Miss K yang dimatanya sangat menyeramkan itu.
"Cantik, kenapa harus sembunyi? Padahal Suketi cuma ingin menyapamu saja, Hihihi."
"A-aku mohon. Jangan menggangguku. Pergilah, aku tidak pernah membuat masalah denganmu. Hiks, aku mohon pergilah."
Kedua mata Adel membelalak saat merasakan seseorang naik ke atas tempat tidurnya. Kasur super nyaman miliknya sampai bergerak karena orang itu melemparkan tubuhnya.
Ragu-ragu Adel mengintip keluar dan mendapati Suketi tengah berbaring di sampingnya, sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang tidak rapi.
"Kkyaaa!!" Adel menyambar vas bunga yang ada di atas meja lalu melemparkannya pada wajah Suketi.
Membuat Suketi meringis sambil memegangi dahinya yang baru saja menjadi pendaratan vas bunga tersebut. Suketi menekuk bibirnya dan meratapi nasibnya yang selalu menjadi hantu teraniaya.
Dimana pun dan kapanpun. Mukanya selalu saja menjadi landasan keterkejutan orang-orang.
"Hiks, akulah hantu yang selalu tersakiti!! Suketi pergi saja." Dan sosoknya kemudian menghilang begitu saja. Dan Adel pun bisa menghela napas lega.
Seketika Adel teringat kata-kata Aster. Tangannya terkepal kuat. Dia bersumpah akan membalas wanita itu, dan membuatnya menyesal karena sudah membuatnya seperti ini.
"Aster Xiao, tunggu pembalasanku!!"
-
Bersambung.
Bonus Paman Nathan... 😍😍🤤🤤🤤
__ADS_1