"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Tidak Bisa Berjalan


__ADS_3

"AAAHHH!!!"


Jeritan keras yang berasal dari kamar Nathan dan Aster membuat langkah Marta terhenti. Wanita itu yang hendak pergi ke dapur untuk mengambil minum pun mengurungkan niatnya.


Ini sudah lewat tengah malam, wajar jika jeritan itu begitu keras dan menggema.


Marta pun segera berlari menuju lantai dua, dia ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi sampai Aster berteriak histeris. Dalam hatinya Marta berdoa semoga wanita itu disiksa sampai mati oleh Nathan.


"Aaahh... Aaahhhh... Pa..pam..an...Ahhhh... Jangan terlalu kencang. Aaahh...perih."


"Kenapa, Sayang?! Bukankah kau menikmatinya juga?"


"I..iya, tapi ini sudah yang ketujuh kalinya. Kau benar-benar ingin membuatku tidak bisa jalan atau malah ingin membunuhku? Aaahhh... Berhenti bermain-main dengan melon dan biji anggurnya."


"Aku selalu menepati apa yang aku katakan. Dan uhh.. aku hanya berusaha memberikan serfice terbaik untukmu."


"Kau memang yang terbaik, Paman. Aaahhh.. ahhhh... Lebih cepat lagi. Paman, aku mohon jangan berhenti."


Tubuh Marta membeku. Jelas itu bukan suara penyiksaan seperti yang dia bayangkan, melainkan suara dua insan manusia yang sedang bercocok tanam.


Marta menggeleng, wanita itu mundur perlahan-lahan dan kemudian berlari meninggalkan kamar Nathan.


Dia pikir masih ada kesempatan, ternyata hanya harapan kosong saja. Dia sadar, jika selamanya Nathan tidak mungkin jadi miliknya.


Tapi bukan berarti Marta akan menyerah. Karena keinginannya untuk memiliki keturunan dari Nathan belum pupus. Dia akan mendapatkannya. Meskipun harus menghalalkan segala cara.


Sementara itu...


Pergulatan panas antara Nathan dan Aster masih terus berlanjut. Sepertinya Nathan benar-benar memberikan pelajaran pada istri tercintanya ini. Buktinya dia tidak mau berhenti meskipun sudah memasuki ronde ke 7.


"Aster, milikku hampir keluar. Kita lepaskan sama-sama."


"Tidak mau, kecuali Paman kau melepaskanku setelah ini. Aku lelah."


"Baiklah."


"Aaaahhh..." Keduanya pun sama-sama mend*sah , Nathan menumpahkan semua miliknya di dalam rahim Aster.


Pria itu terlihat beranjak dari posisinya. Sekali lagi ia mengecup bibir Aster sebelum pergi meninggalkannya. "Aku harus mandi lagi, kau langsung tidur saja. Setelah ini aku akan tidur juga."


Aster mengangguk. "Baiklah, Paman."


-

__ADS_1


Pagi itu udara musim gugur masih berhembus menyapa kota Seoul. Embun pagi masih nyaman bertengger di atas dedaunan. Terdengar pula suara burung di atas pohon saling bersahut-sahuta memecah dalam keheningan.


Jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Tapi sudah banyak orang yang melakukan aktivitas di sebuah mansion mewah milik seorang CEO muda bermarga Xiao.


"Bibi, tolong buang semua mawar-mawar itu dan ganti dengan bunga Lilly saja." Tampak Marta menghampiri seorang pelayan yang hendak meletakan beberapa tangkai mawar segar yang baru saja dia petik dari taman belakang di dalam sebuah vas bunga.


"Maaf, Nona Marta. Saya tidak berani, Mawar adalah bunga kesukaan Nona Xiao, dan saya tidak berani menukarnya dengan yang lain, apalagi bunga itu Lilly."


"Tapi aku juga Nona besar di rumah ini!" Bentak Marta penuh emosi.


"Sekali lagi maaf, Nona Marta. Saya tidak bisa."


"Kau!! Cari masalah denganku ya?!" Marta merebut semua tangkai mawar dari pelukan pelayan tersebut lalu membuangnya ke lantai dan menghancurkannya. "Sekarang bunganya sudah hancur, kau tidak memiliki pilihan!!" Marta menyeringai.


"MARTA!!"


Wanita itu sontak berbalik badan setelah mendengar seseorang memanggil namanya. Terlihat Nathan menuruni tangga dengan ekspresi wajah suramnya.


"Kakak sepupu, aku~"


PLAKK...


Tubuh Marta terhempas ke lantai setelah mendapatkan tamparan keras dari Nathan. Saking kerasnya tamparan itu sampai membuat ruam merah muncul di pipinya.


Marta mengangkat wajahnya sambil memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Nathan.


"Berhenti berpura-pura munafik, Marta Xiao!! Kau pikir dengan begitu aku akan simpatik padamu? Kau malah membuatku semakin jijik!!"


"Kakak sepupu kau~"


"Buang semu Lilly itu, Nyonya tidak suka. Petik kembali mawar yang baru. Aku tidak ingin ada bunga lain di rumah ini selain Mawar dan Daisy."


Pelayan itu mengangguk paham. "Baik, Tuan." Nathan pergi begitu saja meninggalkan Marta yang terlihat menggepal-kan tangannya. Kemarahan terlihat dimatanya.


-


"Uhhhh, sakit. Iblis itu benar-benar sudah tidak waras. Bagaimana bisa dia benar-benar membuatku tidak bisa berjalan pagi ini? Huhuhu, bagaimana ini, aku kebelet pipis. Masa iya harus ngompol di sini?!"


Umpatan demi umpatan yang keluar dari bibir Aster yang ditujukan pada Nathan, menggema di dalam ruangan bernuansa putih dan gold tersebut.


Aster benar-benar kesal setengah mati. Karena kegilaan Nathan semalam, dia harus menanggung akibatnya. Aster benar-benar tidak bisa berjalan pagi ini. Dan sekarang dia benar-benar dalam masalah besar.


Dengan perlahan, Aster turun dari ranjang empuknya lalu pergi ke kamar mandi dengan cara ngesot. Dia tidak memiliki pilihan lain, Nathan benar-benar membuatnya tidak bisa berjalan.

__ADS_1


"Aster, apa yang kau lakukan?" Kaget Nathan melihat Aster ngesot di lantai.


Sontak Aster mengangkat kepalanya dan menatap kesal pada Nathan. "Masih tanya kenapa? Dasar Iblis, jelas-jelas ini karena dirimu!! Jika saja Paman tidak bermain gila semalam. Aku juga tidak akan tersiksa seperti ini!! Huhuhu, kau sangat kejam."


Nathan terkekeh geli. Kemudian dia menghampiri Aster lalu mengangkat tubuhnya bridal style dan membawanya ke kamar mandi.


"Seharusnya kau meminta bantuan ku, Sayang."


"Bagaimana aku harus meminta bantuan mu, sedangkan kau menghilang!!"


"Baiklah-baiklah, aku yang salah. Tidak perlu marah juga, Sayang." Nathan mengecup singkat bibir Aster. Dan ciuman itu sukses, dan membuat Aster tidak kesal lagi.


"Paman, aku ingin mandi, dan kau yang harus memandikanku."


"Baiklah."


-


Semua orang berkumpul di meja makan. Kecuali Aster dan Kakek Billy.


Batang hidung kakek tua itu masih belum terlihat. Sedangkan alasan Aster tidak bergabung bersama semua orang karena di tidak bisa jalan, dan Aster menolak saat Nathan menawarkan untuk menggendongnya keluar.


"Bibi, siapkan sarapan untuk Nyonya dan kemudian antar ke kamarnya."


"Baik,Tuan."


"Paman, memangnya dimana Aster Noona, kenapa tidak ikut sarapan bersama kita? Apakah dia sakit?" Tanya Rio memastikan.


Nathan menggeleng. "Aster baik-baik saja. Dia hanya kelelahan, dan malas untuk keluar." Jawabnya.


Marta menatap Nathan dengan kesal. Jelas-jelas Aster kelelahan sampai tidak bisa berjalan karena ulahnya. Dan Marta kesal kenapa orang yang Nathan buat tidak bisa berjalan bukan dirinya?!


"Anak-anak, Nenek buyutmu yang cantik dan cetar membahana ini sudah kembali...!!!" Seruan keras dari luar menyita perhatian semua orang di meja makan.


Byurrr...


Rio dan Gavin menyemburkan semua air di dalam mulutnya setelah melihat kedatangan Nenek Xiao dengan penampilan yang sangat-sangat nyentrik dan menyimpang jauh dari usianya.


"NENEK BUYUT!!"


-


Bersambung.

__ADS_1



Visual Nenek Xiao...


__ADS_2