
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Nathan dari tumpukan dokumen di depannya. Pria ber Eyepatch itu lantas mengangkat wajahnya dan menatap datar pada sosok wanita yang tengah mengayunkan kedua kaki jenjangnya, menuju arahnya.
"Untuk apa kau datang kemari?" Nada dingin terlewat datar langsung menyapu indera pendengaran wanita itu. Fokus Nathan kembali terpusat pada tumpukan dokumen berisi miliyar won tersebut.
"Beginilah caramu menyambut ku, Nathan Xiao?! Tidak berubah sama sekali, tetap sedingin dulu."
"Jika kedatangan mu hanya untuk basa basi saja, sebaiknya kau pergi, aku sibuk!!"
"Apa kau tidak ingin mengobrol denganku, hm? Dulu saat kau masih remaja kita sangat dekat loh, bahkan terlalu dekat. Kita seperti kancing dan baju."
Brakk!!
Wanita itu sedikit terlonjak karena gebrakan Nathan pada meja di depannya. Bulu kuduknya langsung berdiri saat melihat sorot tajam Nathan yang begitu berbahaya.
Tau jika hidupnya berada dalam bahaya. Wanita itu pun buru-buru meninggalkan ruangan Nathan. Niat awalnya untuk menggoda mantan rekan satu kelasnya itu dia urungkan karena tidak ingin mendapatkan masalah besar.
Nathan mendecih sebal. "Wanita mur*han seperti itu kenapa harus hidup di dunia ini!!" Gerutunya tidak senang. Dia benar-benar kesal setengah mati oleh tingkahnya. Dia terlalu murahan sebagai seorang wanita, dan Nathan benci wanita seperti itu.
"Nah, jagoan Mami sudah tampan sekarang." Bayi berusia 10 bulan itu terlihat cekikikan dan ngoceh tidak jelas karena pujian sang ibu.
Aster menoleh setelah mendengar derit suara pintu di buka, sosok Laurent yang tampak begitu cantik dalam balutan dress bermotif bunga sepanjang lutut, dengan hiasan bunga di kepala berjalan menghampirinya.
Sekolah Laurent libur selama satu Minggu, itulah kenapa gadis kecil itu masih bersantai di rumahnya. "Sayang, bisa jaga adikmu sebentar? Mami mau mandi dulu." Ucap Aster yang kemudian di balas anggukan oleh Laurent.
"Tentu Mi."
Meskipun belum genap 10 tahun. Tapi Laurent sudah sangat pandai dalam mengasuh adik kecilnya. Dan Baby Rey selalu nyaman ketika bersama sang kakak.
Rey adalah bayi yang sangat aktif, sehat dan bertubuh gembul. Tak jarang tingkahnya membuat orang lain gemas. Apalagi Tiffany, saat Cris mengajaknya untuk berkunjung ke kediaman Nathan. Dia akan sangat betah karena ada baby Rey yang bisa diajaknya bermain.
__ADS_1
"Dedek, kau sangat manis dan menggenas kan. Noona sayang padamu." Laurent mencium pipi Rey dan membuat Bayi mungil itu tertawa kegirangan.
Laurent terus mengajak Baby Rey bicara. Tak jarang dia mengajak bermain cilukba, dan terkadang Laurent juga menggelitik kecil kakinya. Karena hanya dengan begitu, dia akan tenang dan tidak rewel mencari Aster.
.
.
15 menit kemudian Aster keluar dari kamar mandi dan mendapati kedua buah hatinya yang sama-sama tertidur pulas. Padahal ini masih jam 8 pagi, tapi Laurent malah ikut tidur juga. Mungkin karena dia bangun terlalu pagi.
Aster mendekati kedua buah hatinya lalu menyelimuti tubuh mereka dengan selimut. Satu kecupan dia darat kan pada kening keduanya. Tak lupa Aster memasang tralis yang kemudian melingkari tempat tidurnya, hal itu dia lakukan supaya Baby Rey tidak terjatuh dari tempat tidur.
Ibu dua anak itu melenggang meninggalkan kamarnya. Aster harus pergi ke taman belakang untuk memeriksa bunga-bunganya. Beberapa mawar sudah harus di petik, dan ada pohon yang mati dan perlu di ganti.
"Noona, dimana Baby Rey?" Rio menghentikan langkah Aster ketika wanita itu berjalan menuju taman.
"Ada di kamar, dia sedang tidur bersama Laurent. Bisakah kau temani mereka, Nonna harus memeriksa bunga-bunga dulu."
"Oke."
"Bibi, tolong bunga-bunga yang mati itu di cabut dan ganti dengan bunga yang baru ya." Pinta Aster pada salah seorang pelayan.
"Baik Nyonya."
Setelah memetik beberapa tangkai. Aster membawa bunga-bunga itu masuk ke dalam. Dia harus mengganti bunga di kamar dan ruang tamu serta ruang keluarga.
Bunga mawar dan keharumannya akan semakin mempercantik pemandangan serta bisa menyegarkan mata.
"Eh, dia tidur juga?!" Aster terkejut setibanya di kamar dan mendapati Rio malah ikut tertidur bersama Rey dan Laurent.
Wanita itu menggelengkan kepala, mengabaikan mereka yang sedang tertidur pulas. Aster melanjutkan pekerjaannya, yakni mengganti bunga-bunga lama dengan bunga yang baru saja dia dipetik.
__ADS_1
Aster tersenyum puas. Kini ruangannya terlihat lebih segar dan indah dengan bunga-bunga itu. Tidak salah jika Mawar dinobatkan sebagai bunga paling cantik.
Nathan menutup laptopnya. Waktu sudah menunjuk angka 16.00. Setelah membereskan semua berkas-berkasnya. Nathan bersiap untuk pulang, dan membawa serta beberapa pekerjaan yang belum sempat dia selesaikan.
Dari pada harus lembur di kantor. Nathan memilih untuk menyelesaikannya di rumah. Karena dengan begitu dia akan memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga kecilnya.
"Bos, mobil sudah siap. Kita pulang sekarang?" Seru Leon yang entah sejak kapan sudah ada di ruangan Nathan.
"Tidak!! Tapi tahun depan, kalau tidak sekarang lalu kapan lagi?!" Leon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seraya tersenyum tiga jari. Sedangkan Nathan hanya mendengus melihat sikap asisten pribadinya tersebut.
Nathan dan Leon meninggalkan ruangan itu. Dalam perjalanan pulang, tak lupa Nathan membeli pesanan Aster. Wanita itu ingin makan cheese cake, kebetulan Laurent juga sangat menyukai kue tersebut.
Ckittt...
Leon tiba-tiba melakukan rem mendadak karena kemunculan pohon tumbang di tengah jalan.
Leon hendak keluar untuk memindahkan pohon tersebut, tapi Nathan melarangnya. Dia tau jika itu adalah trik lama yang digunakan oleh pembegal. Nathan meminta Leon supaya putar arah dan dia menurutinya.
Setelah mobil Nathan menjauh. Beberapa pria keluar dari tempat persembunyiannya dengan wajah kesal penuh emosi. Mereka baru saja kehilangan mangsanya. Sedangkan Nathan menyeringai lebar. Dia bukanlah orang bodoh yang mudah untuk dikelabui.
.
"Daddy..."
Tubuh Nathan terhuyung kebelakang karena pelukan Laurent yang tiba-tiba. Gadis kecil itu langsung berlari ke teras setelah mendengar deru suara mobil yang memasuki halaman. Dan benar dugaannya, itu adalah ayahnya.
"Hari ini, Daddy pulang lebih awal? Wow, apakah itu cheese cake?" Laurent menunjuk bingkisan di tangan sang ayah.
"Bawa masuk dan berikan pada Mami mu, kalian bisa memakannya sama-sama.", Ucap Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Laurent.
Gadis kecil itu meninggalkan sang ayah lalu membawa cheese cake tersebut masuk ke dalam. Sedangkan Nathan hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah putri kecilnya. Laurent memang selalu menggemaskan di matanya.
__ADS_1
-
Bersambung.