"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Benar-Benar Gila


__ADS_3

Tokk .. Tokk .. Tokkk ...


Disaat permainan mereka sedang panas-panasnya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pada pintu, dan hal itu membuat mereka berdua kelabakan. Aster langsung melompat turun dari pangkuan Nathan.


"Rapikan pakaian dan penampilanmu!" Nathan meraih kemejanya yang tergeletak dilantai dan kembali memakainya.


Aster yang panik buru-buru merapikan penampilannya, jika ada yang melihat penampilannya berantakan, hubungannya dan Nathan bisa terbongkar.


Setelah memastikan Aster sudah benar-benar rapi seperti semula, Nathan pun segera berseru dan mempersilahkan orang yang ada di luar untuk masuk.


"Masuk!"


Sebelum orang itu masuk. Aster buru-buru bersembunyi dikolong meja kerja Nathan. Entah ide gila apa yang wanita itu miliki untuk suaminya.


Dan Nathan yang kebingungan apa yang dilakukan oleh Aster hanya bisa mengerutkan dahinya. Dia menatap wanita itu penuh tanya.


Sebuah ide muncul, Ia ingin sedikit mengerjai Nathan. Dalam hati wanita itu tertawa terbahak membayangkan bagaimana ekspresi wajah Nathan setelah ini.


'Aster, apa yang kau lakukan?' Kaget Nathan saat merasakan ada jari-jari yang memainkan sosis beruratnya.


Nathan melihat ke bawah, dan dibawah sana Aster tengah menyeringai penuh kemenangan. Mata Nathan melotot dan pria itu menggeleng."Jangan aneh-aneh." Ucapnya setelah berbisik.


"Aku hanya ingin memanjakan, Paman. Dan aku harap Paman bisa menikmatinya." Aster mengerlingkan matanya.


"Aster!!" geram Nathan dengan nada rendah.


Namun pandangan Nathan terarah pada sosok wanita yang tengah berjalan menghampirinya."A-Ada apa?" Nathan mencoba menahan dirinya untuk tidak mendesah.


Wanita itu yang merupakan sekretaris Nathan merasa heran dengan sikap atasannya yang terlihat tidak biasa itu, namun dia abaikan. Wanita itu menyerahkan sebuah map pada Nathan.


"Presdir, ini adalah beberapa dokumen yang harus segera Anda tandatangani."


"Hn, le-letakkan saja disitu. A-Aku akan menandatanganinya nanti." Ucapnya setelah terbata-bata.


Wanita itu mengerutkan dahinya. "Presdir, apakah Anda baik-baik saja?" Wanita itu menatap Nathan cemas ketika melihat sang atasan yang sedikit berkeringat. "Apa Anda sakit?" tanyanya sekali lagi.


Nathan menggeleng. Meyakinkan pada wanita itu jika dia baik-baik saja. "Tidak, aku baik-baik saja!" Wanita itu mengangguk.

__ADS_1


Nathan menutup matanya sejenak, nyaris saja des*han meluncur dari bibirnya. Di bawah sana, Aster tengah memanjakan dirinya.


Wanita itu semakin di buat kebingungan dengan sikap Nathan yang benar-benar tidak seperti biasanya. Dia berkeringat, padahal suhu di dalam ruangan ini normal, dan di luar juga tidak terlalu terik.


'Sial, Aster hentikan!' Jerit Nathan membatin, wajahnya semakin memerah membuat wanita itu menjadi semakin cemas.


"Presdir, wajah Anda memerah? Apa Anda demam?"


Wanita itu berdiri dan hendak memeriksa keadaan Nathan. Namun pergerakan tangan wanita itu terhenti, saat Nathan mengangkat tangannya dan meyakinkan jika Ia baik-baik saja. Ia mengangguk mengerti.


Sora yang selama ini diam-diam menyimpan rasa pada Nathan, semakin terpesona saat melihat wajah laki-laki itu yang merona dengan peluh dipelipisnya, yang membuatnya semakin terlihat menggoda.


Sementara itu, Aster masih gencar memainkan sosis berurat milik Nathan yang telah berdiri tegap.


"Kim Sora, jika kau sudah tidak memiliki kepentingan. Bisakah kau keluar sekarang!"


Nathan meminta wanita itu untuk keluar saat Ia sudah mencapai puncaknya, dan Nathan tidak bisa menahannya lebih lama lagi. 'Kau benar-benar gila, Aster Xiao!' ujarnya membatin.


Sora pun meninggalkan ruangan itu. Namun Ia tidak benar-benar pergi, Ia sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi pada Nathan hingga laki-laki itu bersikap aneh. Sora memutuskan untuk mengintip melalui cela kecil pada pintu.


Sementara itu, di dalam ruangan. Nathan tengah berperang dengan kenikmatan yang Aster ciptakan, dan untuk yang kedua kalinya laki-laki itu berorg*sme.


Sora dapat melihat dengan jelas saat Nathan mengangkat wajahnya kemudian menghela nafas panjang, seperti sedang kelelahan.


Sora mengerutkan alisnya saat melihat warna coklat terang menyembul dari kolong meja kerja Nathan.


Diluar dugaan Sora, sosok Aster muncul dari bawah kolong meja dengan keadaan jari-jarinya yang yang basah, wanita itu pun berlari melesat menuju wastafel untuk membersihkan jari-jarinya.


Sora tentu saja terkejut bukan main. Bagaimana tidak, mereka adalah ayah dan anak angkat. Tapi mereka malah melakukan kegilaan.


Dan saat Aster kembali, bibirnya telah disambut oleh Nathan yang langsung mel*matnya.


Sora sedikit tersentak ketika Aster tiba-tiba menolehkan kepalanya kearah pintu seolah-olah wanita itu mengetahui jika ada seseorang yang berdiri dibalik pintu yang tertutup tersebut.


Sora pun beranjak dari sana. Sekilas melirik ke arah rok hitamnya yang tampak basah. Ia juga merasa tidak nyaman ketika berjalan, bagian bawahnya basah dan sedikit terasa gatal.


Bukan karena Sora berpenyakitan, tapi karena... Sora bergegas mencari tempat untuk bermain solo sambil menghayalkan jika milik Nathan-lah yang ada di dalam dirinya.

__ADS_1


Namun dalam hati dia bersumpah akan memberikan pelajaran pada Aster karena berani menggoda ayah angkatnya sendiri.


Selepas kepergian Sora, Cris datang sambil menenteng cemilan. Laki-laki jangkung itu bersenandung kecil, tanpa berfikir dua kali. Leon segera membuka pintu bercat coklat itu.


Cemilan ditangan Cris jatuh dari genggamannya, dan mulutnya sedikit mengangga dengan kedua mata terbelalak, tubuh jangkungnya membeku ditempat dan tak mampu bergerak seinci pun saat melihat sesuatu yang lebih gila lagi dari yang dia lihat sebelumnya.


Glukkk!!!


Susah payah Cris menelan salivanya ketika melihat dan mendengar suara mengerikan yang keluar dari bibir sepasang suami-istri yang tengah bermain gila di dalam sana.


"Ohh ****!" Cris menggeram, tangannya memegangi miliknya yang berkedut. Antena milik Cris berdiri tegap sekarang.


Dan live Aster serta Nathan sungguh membuat Cris tersiksa, entah sadar atau tidak, Cris sudah memasukkan sebelah tangannya sendiri dan mengocok sosis beruratnya dengan tempoh yang cepat.


Cris menggeram sambil memejamkan matanya, menggigit bibirnya sendiri, membayangkan jika saat ini dia sedang di manjakan oleh 5 wanita sekaligus.


Sungguh, Cris ingin memiliki 5 istri agar Ia bisa menyaingi sahabatnya itu. Dan Cris sedikit panik ketika mendengar derap langkah kaki yang bergerak kearahnya, buru-buru dia menarik keluar tangannya dan menutup pintu yang terbuka lebar itu agar tidak ada korban lagi selain dirinya.


Dan selain itu, Cris tidak ingin jika kegiatan panas mereka berdua disaksikan oleh orang lain juga.


Cukup matanya saja yang ternoda, dan hebatnya Aster maupun Nathan tidak menyadari akan keberadaan Cris di sana karena mereka terlalu asik dengan dunianya sendiri.


-


"Aaaahhh..."


Hilman menjerit histeris ketika dia membuka sebuah kardus yang dikirimkan ke rumahnya. Di dalam kardus itu berisi mayat anak buahnya yang sudah tidak berbentuk lagi.


Hilman tidak tau bagaimana mungkin Nathan bisa sesadis dan sekejam itu. Tidak hanya membunuh, namun juga mem*tilasi tubuh mereka hingga menjadi beberapa bagian.


Bukan hanya Hilman saja yang terkejut, namun juga beberapa anak buahnya. Bahkan ada yang nyaris pingsan setelah melihat isi di dalam kardus itu.


"Tu, Tuan. Bukankah mereka adalah orang-orang yang Anda kirim untuk membebaskan Janu kemarin malam?" Ucap salah seorang anak buah Hilman.


"Di-dia benar-benar Iblis. Bagaimana bisa dia menghabisi anak buahku dengan begitu brutal dan kejam. Nathan Xiao...Kau benar-benar tidak berhati!!"


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2