
Ganti Judul, Yuk kepoin ceritanya. Like koment dan dukungannya Author tunggu ya 🙏🙏🙏
-
"Paman, kau mau pergi kemana hari ini? Kenapa sudah rapi, padahal ini masih pagi."
Sambil membawa Rey di gendongannya. Aster menghampiri Nathan yang sedang berdiri di depan cermin. Pria itu terlihat sibuk membenahi penampilannya. Lantas Nathan menoleh dan menatap wanita yang berdiri tiga langkah di belakangnya itu.
"Adan urusan yang harus aku selesaikan. Jika kau bosan di sini sepanjang hari, pergilah keluar dan ajak Rey jalan-jalan. Mungkin aku pulang agak sore." Tutur Nathan sambil membelai kepala coklat Aster.
"Apa tidak bisa membawaku ikut? Paman, aku memiliki firasat buruk. Bagaimana jika sesuatu malah terjadi padamu?"
"Kau tenang saja, semua akan baik-baik saja. Aku akan menjaga diri dengan baik. Kau tidak perlu cemas, lagipula ada Leon yang pergi bersamaku. Juga beberapa anak buah ku bisa mengantisipasi jika ada bahaya yang terjadi. Jadi kau tidak perlu mencemaskan apapun, oke!!!"
Aster tak menjawab apapun yang Nathan katakan. Sebagai seorang istri tentu saja dia bisa merasakan jika suaminya berada dalam bahaya, dulu dia juga pernah merasakan perasaan seperti ini, dan benar saja Nathan dalam bahaya.
"### Aku pergi dulu." Nathan beranjak dari hadapan Aster dan meninggalnya nya begitu saja. Bahkan dia tidak menghiraukan tatapan wanitanya itu yang seolah memohon supaya ia tidak pergi.
Leon menghentikan mobilnya di sebuah bangunan berlantai dua yang terlihat kokoh dan megah. Tempat itu tidak di jaga sama sekali dan tak tampak satu orang pun berkeliaran di luar. Dan tentu saja hal itu menguntungkan mereka berdua.
Dari arah pintu. Mereka mendengar suara orang berbincang di dalam sana, dari suara yang terdengar, jumlahnya lebih dari 3 orang. Nathan memberi kode pada Leon untuk berhenti. Dia ingin tau apa yang sedang mereka bicarakan di dalam sana.
"Hahaha!!! Kita lihat saja, bagaimana si cacat itu akan bereaksi setelah tau jika proyek besarnya ternyata disabotase."
"Tapi apa yang kita lakukan ini bukankah terlalu beresiko. Bagaimana jika dia sampai mengetahui apa yang telah kita lakukan, aku tidak ingin pergi ke neraka dalam waktu dekat ini. Masih terlalu banyak dosa yang sudah kulakukan dan belum sempat aku tebus!!"
"Bodoh!! Kenapa kau harus mencemaskan hal itu. Idiot seperti dia tidak akan menyadari apapun, bahkan jika kita menghancurkannya sampai lebur. Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh orang cacat seperti dia?!"
"Kau terlalu meremehkannya. Dia adalah Nathan Xiao, Iblis paling mengerikan yang pernah membunuh 100 orang di usianya yang masih 17 tahun."
"Itukan hanya masa lalu. Lagipula dia sudah terlalu tua untuk bertindak lebih jauh, bukan?!"
__ADS_1
"Jangan meremehkannya. Dia tidaklah setua yang kau kira, bahkan kau belum pernah bertemu dengannya bagaimana bisa kau mengatakan dia sudah tua?! Bahkan usianya masih belum genap 40 tahun!!"
"Dan dia tetaplah orang yang harus kita waspadai, karena dia terlalu berbahaya!!!"
"Memangnya sebahaya apa dia, sampai-sampai kalian berdua terlihat begitu ketakutan!!"
"Lebih bahaya dari Raja Iblis neraka!!!" Sahut seseorang dari arah pintu. Dan kedatangan orang itu tentu saja mengejutkan dua pria yang tampak pucat itu.
"Tu...Tuan Xiao, A...Anda ada di sini? Ke..Kenapa tidak memberitahu dulu jika ingin datang?" Ucap pria berkaca mata itu tergagap.
Alih-alih menimpali ucapan pria itu. Nathan malah menodongkan senjata di tangannya pada pria berkacamata tersebut. Seringai dingin tampak tercetak di bibir Kiss able nya. Sedangkan pria itu langsung berkeringat dingin.
"Tu...Tuan Xiao. Se..Sebaiknya turunkan senjata di tangan Anda. I...Itu terlalu berbahaya."
"Jika kau memang tau ini adalah benda yang sangat berbahaya, lalu kenapa kau malah main-main dan mencari masalah denganku?! Apa kau tau konsekuensi jika berani mengkhianati ku?!" Ujar Nathan masih dengan seringai yang sama.
"Yakk!! Pria cacat, singkirkan senjata di tanganmu darinya. Apa kau sudah gila, menggertak orang dengan senjata? Apa kau tidak lihat jika dia sangat ketakutan Hah?!!"
Dorrr...
"AAAAHHHH!!!"
Tubuh itu ambruk setelah timah panas yang Nathan lepaskan menerjang kepalanya. Dan apa yang Nathan lakukan membuat dua wanita yang baru saja tiba di sana langsung menjerit histeris.
"PETER!!!" wanita itu membuang tasnya dan semua belanjaan di tangannya lalu menghampiri pria yang terkapar tak bernyawa itu. "Brengsek!!! Apa yang kau lakukan pada kekasihku?!" Teriak wanita itu penuh emosi.
"Hanya menyingkirkan benalu!!" Jawabnya dingin.
Wanita itu bangkit dari posisinya, dengan emosi dia menyambar vas bunga yang ada di atas meja lalu mengarahkannya pada Nathan. Tapi sayangnya gerakan tangan wanita itu dihentikan oleh Leon.
Leon merebut vas dari tangannya lalu membantingnya ke lantai. Wanita itu kini dalam cengkraman Leon. "Bos, wanita ini terlalu cantik. Apa boleh jika aku menikmatinya dengan gratis?" Leon menatap Nathan penuh harap.
Pria bereyepacht itu mendengus berat. Bagaimana bisa Leon masih memikirkan hal memalukan disaat seperti ini. "Pergilah!!!"
__ADS_1
"Oke, Bos!!!"
"Aku benci pada penghianatan, dan satu-satunya hukuman yang lapak untuk para penghianat adalah kematian!! Sudah cukup niat buruk kalian semua, sampai di sini saja!! Bereskan mereka semua!!!" Perintah Nathan pada anak buahnya.
"Baik, Bos."
"Nathan Xiao, kau pikir bisa pergi dari sini dalam keadaan hidup-hidup?!"
Tap...
Nathan menghentikan langkahnya. Lantas dia menoleh, mata kirinya sedikit membelalak melihat sebuah alat kontrol di tangan pria berambut hitam klimis itu. Pria itu menyeringai tajam.
"Aku sudah menduga hal semacam ini pasti akan terjadi. Aku tau siapa dirimu dan orang seperti apa kau ini!!! Untuk itu aku sudah mengambil antisipasi, kami tidak akan mati sendirian, tapi... Kau akan ikut mati bersama kami!!!"
"Sial!! Aku terlambat menyadari sesuatu!!" Ujar Nathan geram. "Cepat, tinggalkan tempat ini. Di sini sudah dipasangi peledak!!" Teriak Nathan memperingatkan anak buahnya.
"Terlambat!!! Ayo sama-sama kita pergi ke neraka!!!"
Mata kiri Nathan sontak membelalak saat melihat kobaran api besar setelah pria itu menakan tombol merah pada alat kontrol di tangannya. Dengan sekuat tenaga dia berlari keluar dan...
Duaaarrrr...
Tubuh Nathan terhempas bersamaan dengan meledaknya bangunan kokoh tersebut. Tubuh Nathan terkulai di halaman dengan keadaan berlumur darah yang berasal dari beberapa luka di tubuhnya akibat terhantam material bangunan yang hancur.
Sedikitnya tiga anak buah Nathan turut menjadi korban. Keempat pria itu tentu saja meninggal di tempat, sedangkan Leon selamat karena sudah pergi dari sana beberapa saat yang lalu. Saat ini Leon sedang bercinta di dalam mobil Nathan yang dia bawah keluar.
Namun ledakan yang berasal dari bangunan bertingkat dua itu membuat Leon terkejut. Dia menurunkan wanita yang bersamanya di jalanan. Bahkan tak peduli dengan teriakan dan makian wanita yang tubuhnya dalam keadaan setengah tel@njang itu. Yang ada dipikiran Leon saat ini hanya Nathan dan Nathan.
Kedua mata Leon membelalak setibanya dia di sana, dan mendapati laki-laki itu terkulai di tanah dalam keadaan berlumur darah.
"### BOS!!!"
Bersambung.
__ADS_1