"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Part (Rey menghilang)


__ADS_3

Setiap orang pasti menginginkan hidup yang tenang, aman dan tentram. Tak terkecuali Nathan dan Aster.


Sejak Nathan meninggalkan dunia lamanya dan fokus pada bisnis serta keluarga kecilnya. Kini dia menemukan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup. Dia tidak perlu lagi merasa cemas akan keselamatan dan keamanan keluarganya.


Nathan meninggalkan ruang rapat dan kembali ke ruangannya. Beberapa karyawan yang tak sengaja berpapasan dengannya langsung membungkuk.


"Presdir, ada yang menunggu Anda di dalam. Dia bilang ingin bertemu dengan Anda."


Nathan memicingkan mata kirinya. "Siapa?"


"Pria itu tidak mau memberitahu namanya, tapi dia bilang Anda pasti mengenalnya."


Penasaran siapa yang mencarinya. Nathan pun segera pergi ke ruangannya. Dan setibanya di sana, dia melihat seorang pria yang sedang duduk membelakanginya. Dan tanpa bertanya pun, tentu dia tau siapa orang itu.


Derap langkah kaki seseorang yang datang sedikit menyita perhatiannya. Pria itu menoleh, seringai tipis tercetak jelas di bibirnya. Kemudian dia bangkit dan menghampiri Nathan.


"Lama tidak bertemu, mantan sahabatku!!!"


"Oh, ternyata kau masih hidup, aku pikir kau sudah mati ditelan ikan paus!!"


"Jadi kau berharap aku mati? Sayangnya Tuhan terlalu menyayangiku, Sobat!!"


"Menyayangimu?! Aku rasa kau hanya sekedar beruntung saja. Sekarang katakan, apa mau mu dan untuk apa kau datang kemari?" Nathan menatap pria itu dingin dan penuh intimidasi.


"Wow, santai bung, tidak perlu menatapku seperti itu juga!! Uh, kau membuatku takut? Hahaha!!"


Ctrek...


Mata pria itu membelalak, refleks dia mengangkat kedua tangannya karena ujung pistol menempel pada keningnya. Jika dia salah bergerak sedikit saja, bisa-bisa kepalanya hancur terkena senjata Nathan.


Dia tau Nathan orang seperti apa. Dia tidak suka bermain-main apalagi dipermainkan, Nathan tidak akan segan-segan menghabisi siapa pun yang berani mencari masalah dengannya.


"Kau sudah datang ketempat yang salah. Jika kau masih ingin kepala dan tubuhmu menyatu, sebaiknya pergi dan jangan membuat masalah disini!!"


"Kau-" pria itu menunjuk Nathan tepat di depan wajahnya. Kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan ruangan Nathan.

__ADS_1


Nathan mendesah berat, kenapa ada saja masalah yang tidak pantas. Nathan menyimpan kembali senjatanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Cemas pria itu akan melakukan tindakan kriminal yang bisa membahayakan hidup keluarganya. Nathan mengirim Leon untuk mengawasinya. Dia tau pria itu orang seperti apa.


Drett.. Drett.. Drett..


Ponsel milik Nathan bergetar dan menandakan ada panggilan masuk. Nama Aster tertera dan menghiasi layar ponselnya yang menyala terang.


Penasaran kenapa Aster menghubunginya. Nathan pun menerima panggilan tersebut."Ada apa, Sayang?"


"Oppa, cepat kemari. Rey menghilang!!"


"APA!! Bagaimana bisa?! Tunggu di sana. Aku akan tiba di sana dalam 15 menit."


Nathan menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja. Dia mendapatkan kabar dari Aster jika Rey menghilang. Pikiran dan perasaan Nathan benar-benar tidak tenang, dia cemas ada orang jahat yang menculik putrinya.


Ditengah kesibukannya mengemudi, Nathan mencoba menghubungi seseorang, tapi tak sedikit pun dia melepaskan fokusnya dari jalanan karena Nathan tidak ingin membuat kesalahan yang fatal.


"Kerahkan semua anak buah mu, putraku menghilang dan bantu aku mencarinya." Kemudian Nathan mengakhiri panggilan itu begitu saja dan melemparkan benda tipis itu ke jok kosong disamping dia duduk.


Nathan melirik ke belakang melalui spion. Dan saat dirasa aman, Nathan menambah kecepatan pada mobilnya. Dia harus tiba di tempat Aster dengan segera.


"Apa yang terjadi? Kenapa Rey bisa menghilang?!"


Perhatian Aster teralihkan. Wanita itu mengangkat wajahnya dan mendapati Nathan berjalan memasuki boutique nya. "Aku hanya meninggalkannya sebentar, saat aku kembali dari toilet dia sudah tidak ada."


"Kenapa kau bisa begitu ceroboh?! Seharusnya kau bisa lebih menjaganya!! Tau akan begini aku tidak membiarkanmu membuka Boutique ini. Dan jika Rey tidak bisa ditemukan dalam satu jam, aku akan membakar boutique ini?!"


"Oppa~"


Nathan beranjak dari hadapan Aster dan pergi begitu saja. Dan sepanjang dia mengenal Nathan, ini pertama kalinya dia melihat suaminya semarah itu.


Aster menyeka air matanya yang menetes di pipinya. Hatinya sedih dibentak oleh Nathan. Itu memang salahnya, tapi haruskah Nathan sampai bersikap seperti ini.


"Minggir, kau menghalangi jalanku!!" Aster mendorong Nathan dan melewatinya begitu saja. Dia tidak bisa ditindas seperti ini, Aster ingin menunjukkan pada Nathan jika dia juga bisa marah.

__ADS_1


Dan sementara itu...


Seorang bocah berusia 1 tahun lebih 3 bulan terlihat begitu asik dengan dunianya sendiri. Bocah itu bermain di bawah tangga dekat toilet. Sekujur tubuhnya putih semua dan penuh dengan susu bubuk yang dihambur-hamburkan dilantai.


Sesekali bocah itu menjilati susu yang ada ditangannya. Dia begitu asik, sampai tidak menghiraukan panggilan orang-orang yang menyerukan namanya.


"Rey!!!"


Sontak saja Nathan menoleh. Dia berlari menghampiri Aster yang sedang membungkuk di dekat tangga.


Pria itu memijit pelipisnya. Dia sudah panik setengah mati, karena berpikir jika Rey benar-benar hilang, ternyata bocah itu malah asik bermain dengan susu bubuk yang berserakan di lantai.


"Mami, Daddy, ini enak."


"Dasar anak nakal. Jadi dari tadi kau ada di sini?! Tapi kenapa kau diam saja saat Mami memanggilmu, astaga bocah ini. Lihatlah sekujur tubuhmu, Rey. Mami akan memandikan mu sekarang." Aster mengangkat tubuh Rey dan membawanya ke kamar mandi.


Tubuh Rey sedikit lengket karena susu bubuk tersebut. Dia harus segera dimandikan supaya bersih.


Aster melewati Nathan begitu saja, sepertinya dia benar-benar kesal pada suami tampannya ini. Sedangkan Nathan hanya bisa mendesah berat. Dia terlalu keras pada Aster.


Setelah memandikan dan menidurkan Rey. Aster hendak meninggalkan ruangan pribadinya. Tapi hal tersebut dia urungkan saat melihat keberadaan Nathan. Pria itu berdiri di depan pintu sambil bersidekap dada.


Aster membuang muka saat Nathan berjalan menghampirinya. Nathan kemudian menarik Aster ke dalam pelukannya. Berkali-kali dia membisikkan kata maaf ditelinga Aster.


"Maaf, tidak seharunya aku bersikap kasar dan membentak mu. Aku sungguh-sungguh minta maaf."


"Tapi maaf tidak di terima." Jawabnya ketus.


Bukan Nathan namanya jika tidak bisa meluluhkan Aster yang sedang marah. Pria itu menarik tengkuk Aster kemudian mencium bibirnya. Setelah tangannya menekan tengkuk Aster, sedangkan tangan satu lagi memeluk tubuh wanita itu.


Meskipun awalnya sempat menolak dan hendak berontak. Tapi pada akhirnya dia bisa menerima ciuman tersebut. Bahkan Aster juga membalas ciuman suaminya.


Tapi ciuman itu tidak lebih dari satu menit, Nathan mengakhiri ciumannya. "Kau sudah memaafkan ku kan?" Aster mengangguk. Sekali lagi Nathan membawa Aster ke dalam pelukannya.


Sungguh Nathan menyesali perbuatannya. Dia hanya terlalu panik dan cemas. Nathan benar-benar sangat takut jika Rey sampai hilang apalagi diculik oleh orang-orang yang tidak suka padanya.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2