"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"

"Hot Daddy" (Ayah Angkat Ku, Candu Ku"
Ekstra Bab (Bag 53)


__ADS_3

Senyum lembut atau dari sedikitpun dari pink tipis menggoda itu. Seorang wanita berdiri di bawah pohon maple yang berguguran, awal musim gugur di kota London. Udara menjadi lebih dingin dari hari-hari sebelumnya.


Jari-jari lentiknya terus mengusap perutnya yang masih tampak rata. Kehidupan bersemayam di dalam sana. Ya.. Wanita cantik itu Tengah berbadan dua. Dia tengah mengandung anak ketiganya, buah cintanya dengan sang suami tercinta.


"Kenapa aku tidak bisa merasakan apapun, apalagi detak jantung adik bayi di dalam sini." ucap gadis kecil yang duduk di samping wanita yang sedang berbadan dua itu.


"Itu karena usianya baru beberapa minggu, dan kau bisa merasakannya saat dia sudah berusia 4 bulan." jawab sang ibu.


Gadis kecil itu mengangguk paham. "Oh, jadi begitu. Aku mengerti." kemudian Gadis kecil itu menyapukan pandangannya, seperti sedang mencari seseorang.


"Laurent, apa yang kau cari!" tanya wanita itu yang pastinya adalah Aster.


"Daddy dan Rey, mereka bermain kemana? Kenapa aku tidak melihat mereka?"


Aster mengangkat bahunya. "Mami juga tidak tahu mungkin ada di sekitar sini, sudah biarkan saja nanti juga kembali sendiri. Oh yang dibsana ada kedai es krim yang sangat enak, bagaimana kalau kita kesana dan membelinya?" usul Aster yang kemudian dibalas anggukan antusias oleh Laurent.


"Sepertinya tidak buruk, kebetulan aku memang ingin makan es krim."


"Baiklah, ayo."


🌺


🌺


"Eh, kemana perginya Mami dan kakakmu?"


Nathan yang baru saja kembali dari membelikan mainan untuk Rey, tampak kebingungan karena tidak menemukan mereka di tempat di mana ia meninggalkan mereka berdua.


Bocah laki-laki dalam gendongannya itu lantas menggeleng. "Rey, Juga tidak tahu." Jawabnya.


"Mungkin mereka pergi untuk membeli sesuatu, sebaiknya kita tunggu saja di sini. Ingin makan sesuatu?" tanya Nathan pada bocah laki-laki di gendongannya itu.

__ADS_1


Saya mengangguk. "Ice cream," dan jawab Makanan apa yang ia inginkan.


"Baiklah, ayo kita membeli es krim." lalu Nathan membawa menuju kedai es krim yang berada di seberang jalan.


Dan Sesampainya di sana, Nathan melihat Aster dan Laurent yang tengah menikmati es krim kesukaan mereka masing-masing."Pantas saja Aku mencari kalian tidak ada, rupanya kalian di sini." kemudian Nathan bergabung bersama dan istrinya.


"Mami, Mami. Rey mau dengan Mami." ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya pada sang ibu.


"Cuacanya lumayan terik, dan kebetulan Laurent ingin makan ice cream, jadi aku membawanya ke sini." jelas Aster.


"Ya sudah, segera habiskan es krim kalian setelah ini kita pulang." pinta Nathan yang kemudian dibalas anggukan oleh Aster dan Laurent.


🌺


🌺


Leon Tengah menikmati yang namanya surga dunia. Hari ini Nathan meliburkan nya dari segala urusan, dan waktu libur yang dia miliki tak Lantas leon sia-siakan begitu saja.


Leon menyewa sedikitnya 4 gadis penghibur untuk menemaninya. Jika ada uang, memangnya apa yang tidak bisa dia lakukan?! Mereka memanjakan Leon, dan Leon memberikan apa yang mereka sukai.


"Aaahh, terus Baby, lebih cepat lagi." rancau Leon di tengah kenikmatan yang dia nikmati.


"Milikmu sangat besar, sampai-sampai tidak muat di dalam mulutku. Tapi ini sangat luar biasa dan aku menyukainya."


"Bukan hanya dia, tapi aku juga sangat-sangat menyukainya. Ahh, ini yang namanya surga dunia."


"Jika kamu membutuhkan liburan, saat uangmu banyak, jangan ragu-ragu untuk mencari kami."


"Kami berempat selalu siap, untuk memanjakan mu setiap waktu."


"Tentu, Sayang. Aku pasti akan datang lagi untuk mencari kalian. Lagi, manjakan aku seperti tadi. Aku ingin kalian mendominasi ku, AAHHH... Lebih cepat lagi, lebih cepat lagi."

__ADS_1


Rasanya begitu nikmat. Dan Leon tidak ingin berhenti. Dia ingin terus merasakan kenikmatan seperti ini, sepanjang waktu. Tapi sayangnya itu tidak mungkin, dia bisa bangkrut Jika setiap hari pergi ke tempat semacam ini.


🌺


🌺


"Aaahh."


Aster memekik kencang saat merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Disusul kecupan demi kecupan sekitar leher yang telinganya. Membuat beberapa tanda merah kepemilikan, menghiasi leher putihnya.


Wanita itu mendes@h, apa yang Nathan lakukan membuat Aster seperti kehilangan akal sehatnya. Dia terus mengeluarkan des@han panas, yang membuat gairah Nathan terbangkitkan seketika.


"Uhhgg.. Paman hentikan, kau membuatku basah dan lembab dibawah sini. Ahhh... Ahhh.. He..Hentikan, Paman!! Aaahh..."


"Kenapa, Sayang? Bukankah kau sendiri juga menikmatinya?" Nathan menyeringai. Dia paling menyukai ketika Aster sudah memerah seperti ini. "Keluarkan semua sayang jangan ada yang ditahan." bisik Nathan.


"Aaahhh...!!! Paman!!!"


Nathan benar-benar membuat kedua kaki terasa lemas. Sebenarnya Nathan ingin sekali melakukan yang lebih dari ini, tapi sayangnya dia tidak ingin bersikap egois dan membuat janin dalam perut Aster berada dalam bahaya.


Dokter pernah mengatakan jika kandungan Aster sedikit lemah, sehingga mereka harus menjaga dengan sangat ekstra hati-hati.


"Aku tahu kau menikmatinya, Sayang. Lepaskan Semua," bisik Nathan seductif.


Nathan berupa posisi mereka dengan menempatkan aspek di atas pangkuannya. Kembali Nathan menyerang Aster dengan *****@* bibirnya. Istri yang sudah lemas Hanya bisa pasrah, ketika suaminya terus menginvasi bibirnya.


Des@han dan erangan berkali-kali lolos dari bibir Aster. Ketika Nathan menciumnya semakin dalam. Sebelah tangan Nathan menekan tengkuk Aster agar ciuman itu tidak mudah terlepas.


Aster akui jika Nathan memang paling bisa dan paling jago membuatnya tak berdaya seperti ini. Jika saja saat ini dirinya tidak sedang hamil muda, pasti Aster sudah membuka lebar-lebar kedua kakinya.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2